Informasi Artikel

Dirilis

04 Agustus 2026

Penulis Artikel

Ariematea Kristiawan


Tag

Juni 2026, sebagian pelanggan PLN merasakan peningkatan tagihan listrik. Padahal, mereka menggunakan listrik seperti biasanya. Akibatnya, mereka berspekulasi bahwa PLN telah menaikkan tarif. Namun, pemerintah menyangkal adanya kenaikan tarif listrik.

Pemerintah menyatakan bahwa (TDL) triwulan III (Juli-September) sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Namun, mereka tidak menyangkal bahwa tarif listrik layak naik mengingat kondisi perekonomian saat ini. Pernyataan ini tentu membuat masyarakat bersiap akan kenaikan TDL.

Baca Juga: Listrik Naik, Bijak Mengelola Keuangan Tetap Bisa

 

Apa yang Dapat Menyebabkan Kenaikan Tarif Listrik?

Sejak tahun 2000, PLN telah melakukan beberapa kali penyesuaian tarif dasar listrik. Di mata masyarakat, penyesuaian ini identik dengan kenaikan tarif dasar listrik. Salah satu penyesuaian tersebut dilakukan empat tahun lalu.

Mengapa penyesuaian tarif listrik harus dilakukan? Kebijakan ini umumnya diambil karena alasan berikut.

  • Kenaikan Harga Energi: Kenaikan harga energi, misalnya batu bara dan minyak mentah, menyebabkan harga produksi listrik meningkat. Oleh karena itu, PLN akan menaikkan TDL saat harga energi melebihi budget yang dianggarkan.
  • Nilai Kurs Rupiah Terhadap US Dollar: Lemahnya nilai kurs rupiah terhadap US dollar akan meningkatkan harga energi. Akibatnya, biaya produksi listrik meningkat. Sehingga, PLN akan menaikkan TDL jika kurs rupiah terhadap USD melebihi perkiraan anggaran.
  • Inflasi: Tingkat inflasi juga berpengaruh terhadap TDL. PLN akan menyesuaikan tarif listrik dengan tingkat inflasi nasional maupun lokal.


 

Tarif Listrik Terbaru 2026: Apakah Naik?

Selama Triwulan I dan II 2026 (Januari hingga Juni), tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sama sekali. PLN juga telah menetapkan bahwa TDL bulan Juli, Agustus, dan September 2026 tidak naik.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan jika TDL pada triwulan-triwulan selanjutnya akan mengalami kenaikan apabila kurs rupiah terus melemah dan harga energi tetap tinggi. Berikut ini tarif dasar listrik untuk bulan Juli hingga September bagi rumah tangga, bisnis, dan industri.

 

1.    TDL Rumah Tangga Subsidi

  • Tarif listrik untuk pelanggan subsidi rumah tangga golongan R-1/TR 450 VA adalah Rp415/kWh.
  • TDL untuk golongan R-1/TR Subsidi daya 900 VA yaitu Rp605/kWh.


 

2.    TDL Untuk Rumah Tangga Non-Subsidi

  • TDL untuk golongan R-1/TR 900 VA Non-Subsidi adalah Rp1.352/kWh.
  • TDL yang dikenakan pada golongan R-1/TR dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA yaitu Rp1.444,70/kWh.
  • Tarif listrik bagi golongan R-2/TR 3.500 sampai dengan 5.500 VA adalah Rp1.699,53/kWh.
  • PLN menerapkan TDL sebesar Rp1.699,53/kWh pada golongan R-3/TR dengan daya 6.600 VA ke atas.


 

3.    TDL Untuk Pelanggan Bisnis

  • PLN mengenakan TDL Rp1,444,70/kWh bagi pelanggan bisnis golongan B-1/TR dengan daya antara 6.600 VA hingga 200 kVA.
  • Tarif untuk pelanggan bisnis golongan B-2/TM serta TT dengan daya dari 200 kVA adalah 1.114,74/kWh.


 

4.    TDL Pelanggan Industri

  • PLN menerapkan TDL sebesar Rp1.114,74 untuk pelanggan industri golongan I-3/TM dengan daya di atas 200 kVA. 
  • Pelanggan industri golongan I-4/TT dengan daya di atas 30.000 kVA dikenai TDL Rp996,74/kWh.


 

Mengapa Tagihan Listrik Bulan Mei Meningkat


Apakah ada kenaikan tarif listrik 2026? Dari data di atas, TDL tidak mengalami kenaikan. Lalu, mengapa pelanggan mengalami lonjakan tagihan untuk bulan Mei? Ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkan kenaikan tagihan listrik pada bulan tersebut.

 

1.    Cuaca atau Suhu Panas

Saat cuaca panas atau suhu meningkat, AC dan kulkas perlu bekerja keras untuk mendinginkan ruangan atau makanan. Hal ini memerlukan tenaga listrik yang lebih besar daripada biasanya.

Selain itu, selama cuaca panas berlangsung, pelanggan PLN mungkin menyalakan kipas angin dalam durasi yang lebih lama. Sehingga, konsumsi dan tagihan listrik pun akan meningkat. 

 

2.    Arus Listrik Bocor

Kebocoran arus listrik juga dapat meningkatkan konsumsi listrik yang berimbas pada kenaikan tagihan listrik. Kondisi ini terjadi saat arus listrik tidak mengalir pada jalurnya. 

Kebocoran bisa terjadi karena beberapa faktor dalam instalasi listrik. Akibatnya, meteran listrik tetap mengalirkan listrik meski tidak ada alat elektronik yang menyala.

 

3.    Alat Elektronik Yang Tak Lagi Efisien

Alat elektronik yang sudah tua akan memiliki tingkat efisiensi yang lebih rendah dari alat elektronik baru. Sehingga, alat ini membutuhkan lebih banyak energi listrik untuk bekerja. Alhasil, konsumsi listrik pun meningkat.

 

Tips Mengatasi Kenaikan Tagihan Listrik

Mengingat kondisi ekonomi nasional dan global yang tidak menentu, kenaikan tarif dasar listrik 2026 bukanlah hal yang mustahil terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat dapat menerapkan tips berikut agar tagihan listrik tidak membengkak.

 

1.    Gunakan Peralatan Elektronik Seperlunya

Untuk menghemat penggunaan energi listrik, masyarakat tentu harus menggunakan peralatan elektronik, terutama AC, seperlunya. Sehingga, tagihan listrik tidak akan meningkat secara signifikan meski TDL mengalami kenaikan.

Baca Juga : Tips Mengelola Keuangan

 

2.    Jangan Hubungkan Alat ke Stop Kontak Jika Tidak Digunakan

Pelanggan PLN sering membiarkan alat elektronik mereka terhubung ke stop kontak meski tidak digunakan atau menyala. Kebiasaan ini dapat meningkatkan konsumsi energi listrik. Untuk itu, cabut kabel dari stop kontak bila alat elektronik tidak sedang digunakan.
 
 

3.    Gunakan Lampu LED

Menurut beberapa penelitian, lampu LED dapat menghemat penggunaan listrik hingga 50%. Selain itu, lampu ini terkenal awet. Sehingga, masyarakat tidak perlu terlalu sering membelinya.

 

4.    Beli Token atau Bayar Tagihan PLN Pakai Promo

Aplikasi dompet digital maupun e-commerce sering menawarkan promo pembayaran tagihan atau pembelian token PLN. Gunakanlah promo tersebut dan Anda dapat menghemat beberapa ribu rupiah setiap transaksi.

Kenaikan tarif listrik tidak terjadi pada Triwulan I-III tahun ini meski masyarakat merasa tagihan listrik mereka meningkat. Namun, kenaikan tarif tersebut bisa saja terjadi jika kondisi ekonomi Indonesia belum membaik. Sehingga, masyarakat perlu belajar menekan tagihan listrik dari sekarang.

Namun jika Anda merasa ada yang kurang dari artikel ini,  Anda juga bisa membaca artikel keuangan lainnya dengan mengunjungi artikel di daya.id dan mendaftarkan diri Anda di sini secara gratis.

Jika Anda membutuhkan bantuan lainnya terkait usaha anda juga dapat langsung berdiskusi secara gratis dengan menggunakan fitur Tanya Ahli di daya.id.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Sering Checkout Belanja Tengah Malam? Hati-hati Terjebak Doom Spending!
Artikel Ahli
Tabungan

Sering Checkout Belanja Tengah Malam? Hati-hati Terjebak Doom Spending!

01 Agustus 2026

5.0
Tips Mengatur Budget Makan di Luar
Tabungan

Tips Mengatur Budget Makan di Luar

29 Juli 2026

5.0
Strategi Diversifikasi Tabungan dan Investasi dalam Mata Uang Asing
Artikel Ahli
Tabungan

Strategi Diversifikasi Tabungan dan Investasi dalam Mata Uang Asing

25 Juli 2026

5.0
Gaji Naik Tapi Hidup Terasa Makin Berat: Middle Income Trap Versi Rumah Tangga
Artikel Ahli
Tabungan

Gaji Naik Tapi Hidup Terasa Makin Berat: Middle Income Trap Versi Rumah Tangga

22 Juli 2026

Berikan Pendapat Anda