Informasi Artikel

Penulis Artikel

Liza Rahayu

Investasi sering terdengar sebagai sesuatu yang “harus dimulai sejak dini”. Tapi faktanya, banyak dari kita bingung: “Bagaimana mau investasi, kalau gaji saja sering habis sebelum tanggal tua?” Nah, kalau Anda merasa relate, tenang Anda tidak sendiri.

 

Tips Mengatur Keuangan untuk Investasi

Masuk ke dunia investasi itu memang penting, tapi ada satu langkah krusial sebelum itu, yaitu mengatur keuangan dengan bijak. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, investasi bisa terasa seperti mimpi yang jauh dari kenyataan. Padahal, dengan sedikit niat dan strategi, investasi bisa jadi bagian rutin dari hidup Anda sekecil apapun pendapatan Anda saat ini.

Yuk, simak tips sederhana tapi ampuh untuk mengatur keuangan supaya Anda bisa mulai berinvestasi tanpa drama!

 

1. Kenali Arus Kas Pribadi Anda

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memahami ke mana uang Anda pergi setiap bulan. Catat semua penghasilan dan pengeluaran, bahkan yang terlihat sepele seperti kopi harian atau biaya parkir.

Anda bisa pakai aplikasi keuangan, spreadsheet, atau sekadar catatan di buku. Yang penting, Anda jadi tahu:

  • Berapa total pemasukan tetap dan tambahan
  • Pos pengeluaran wajib (makan, transportasi, cicilan)
  • Kebocoran anggaran (pengeluaran impulsif yang bisa dikurangi)

Setelah tahu polanya, Anda bisa mulai memilah mana yang penting dan mana yang bisa ditekan.

 

2. Terapkan Aturan Budgeting yang Realistis

Salah satu cara paling populer dan gampang dipraktikkan adalah metode 50-30-20:

  • 50% untuk kebutuhan pokok (makan, tempat tinggal, transportasi, tagihan)
  • 30% untuk keinginan (hiburan, nongkrong, belanja)
  • 20% untuk tabungan dan investasi

Kalau penghasilan Anda masih pas-pasan, Anda bisa mulai dengan versi lebih fleksibel. Yang penting, ada bagian khusus yang dialokasikan secara rutin untuk masa depan.

 

3. Bangun Dana Darurat Dulu

Sebelum melangkah ke dunia investasi, pastikan Anda punya dana darurat. Dana ini ibarat “payung” saat hujan tiba-tiba turun misalnya ketika Anda kehilangan pekerjaan, sakit mendadak, atau kendaraan rusak.

Idealnya, dana darurat adalah:

  • 3–6 bulan pengeluaran rutin untuk lajang
  • 6–12 bulan untuk yang sudah berkeluarga

Simpan dana darurat di tempat yang mudah diakses, seperti rekening tabungan terpisah atau e-wallet dengan bunga harian. Jangan campur dengan uang belanja!

 

4. Lunasi Utang Konsumtif

Utang bukan hal yang buruk asalkan produktif. Contoh, cicilan rumah tempat tinggal atau kendaraan yang digunakan untuk bekerja. Namun kalau Anda masih mempunyai utang kartu kredit atau paylater karena belanja impulsif, sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu.

Kenapa? Karena bunga utang konsumtif jauh lebih tinggi daripada imbal hasil investasi. Artinya, kalau Anda investasi sambil tetap punya utang tinggi, hasil investasi Anda bisa “dimakan” bunga utang tersebut.

 

5. Sisihkan Uang Investasi di Awal, Bukan Sisa

Kesalahan umum: investasi hanya dari “sisa” uang bulanan. Padahal, sering kali sisa itu nggak pernah ada. 

Ubah pola pikir: bayar diri sendiri dulu. Begitu gajian, langsung alokasikan sejumlah tertentu untuk investasi meskipun cuma Rp100 ribu. Jadikan kebiasaan. Lama-lama nominalnya bisa bertambah seiring naiknya penghasilan.



6. Tentukan Tujuan Investasi Anda

Investasi tanpa tujuan itu seperti naik ojek tanpa tahu alamat. Biar semangat dan konsisten, tentukan dulu apa yang ingin Anda capai:

  • Dana pensiun?
  • Biaya pendidikan anak?
  • Modal usaha?

Tujuan ini akan mempengaruhi pilihan instrumen investasi apakah Anda perlu yang agresif seperti saham, atau yang stabil seperti reksa dana pasar uang.

 

7. Pilih Instrumen Investasi Sesuai Profil Risiko

Setiap orang punya tingkat kenyamanan berbeda dalam menghadapi risiko. Sebelum investasi, kenali dulu profil risiko Anda:

  • Konservatif: cocok untuk deposito, reksa dana pasar uang
  • Moderat: bisa mulai ke reksa dana campuran, obligasi
  • Agresif: berani ambil saham, kripto, atau P2P lending

Mulailah dari yang Anda pahami. Jangan ikut-ikutan tren atau “kata orang”. Lebih baik untung kecil tapi aman, daripada rugi karena terburu-buru.

Investasi itu bukan soal punya banyak uang, tapi soal cara mengatur uang dengan benar. Mulailah dari langkah sederhana: catat keuangan, buat anggaran, sisihkan dana darurat, lunasi utang konsumtif, dan konsisten menabung untuk investasi. Jangan tunggu gaji naik dulu baru investasi karena dengan pengelolaan yang tepat, Anda bisa mulai dari sekarang, berapa pun penghasilan Anda. Ingat, yang paling penting bukan jumlahnya, tapi kebiasaannya.

Nah, itulah hal-hal yang dapat Anda ketahui mengenai tips mengatur keuangan agar bisa investasi. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait pengelolaan keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Pengelolaan Dasar

5 Cara Optimalkan Side Hustle Untuk Meningkatkan Pendapatan

01 Juni 2025

5.0
Melipatgandakan Keuangan

Jurus Atur Keuangan untuk Karyawan Fresh Graduate

03 Juli 2022

4.8
Melipatgandakan Keuangan

Pengertian Pasar Modal Secara Lengkap dan Contohnya

10 Agustus 2021

4.8
Melipatgandakan Keuangan

Antisipasi Kena PHK, Tips Menabung dan Menyiapkan Dana Darurat

09 Februari 2025

Berikan Pendapat Anda

2 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS