Informasi Artikel

Dirilis

28 Mei 2026

Penulis Artikel

Dian Savitri


Tag

Rata-rata usia pensiun pekerja di Indonesia berada di rentang usia 56-60 tahun hal ini sejalan dengan undang-undang ketenagakerjaan PP no 45 tahun 2015 dan diperbaharui dalam undang-undang cipta kerja No 11 tahun 2020. Usia pensiun biasanya ditentukan juga oleh perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama atau kebijakan sektor tertentu. 

Berdasarkan riset terbaru  yang dilakukan HSBC dalam studi “Quality of Life 2024” dituliskan bahwa dana pensiun ideal menurut responden affluent di Indonesia itu sekitar Rp5,3 Miliar dengan catatan, memenuhi standar hidup nyaman di bilangan Jakarta dan antisipasi terhadap inflasi, biaya kesehatan serta kebutuhan hidup jangka panjang. 

Riset itu pula menunjukan 5 dari 10 orang Indonesia tetap berencana bekerja kembali setelah pensiun. Penyebab utamanya kekhawatiran dana tidak cukup, biaya kesehatan meningkat dan ketidakpastian ekonomi yang terjadi. Artinya terdapat gap antara kesiapan persiapan pensiun dengan kebutuhan dengan target Rp5.3 miliar tersebut.

Dana ideal kebutuhan pensiun Rp5,3 Miliar, dihitung dari rata-rata pengeluaran cukup di bilangan Jakarta adalah Rp15 juta per bulan. Dengan formula perhitungan pensiun 4% maka didapatkan (Rp15.000.000 x 12 bulan) / 4% = Rp4,5 Miliar. Namun dengan memperhitungkan inflasi, biaya kesehatan, dan kebutuhan hidup jangka panjang, beberapa financial planner menyarankan tambahan buffer 20-30% sehingga target menjadi Rp5,3 Miliar.

 

Skema Pensiun yang diberikan Perusahaan

Di Indonesia, terdapat beberapa skema pensiun yang berlaku, seperti:

 

a.    Program pensiun manfaat pasti untuk ASN / TNI/ Polri 

Program pensiun yang diberikan dihitung berdasarkan gaji pokok terakhir dan masa kerja. Manfaat pensiun dibayarkan bulanan seumur hidup.

 

b.    Skema pensiun nasional (non ASN)

Terdapat beberapa skema baik dari Jaminan Pensiun (JP) BPJS Ketenagakerjaan, dengan memberikan manfaat bulanan setelah pensiun dari iuran yang disetor 3% dari gaji bulanan. Namun, skema ini nilainya relatif kecil. 

Skema lain dengan Jaminan Hari Tua (JHT) yang bisa dicairkan sekaligus ketika pensiun, PHK atau kondisi tertentu.

 

c.    Skema pensiun dari perusahaan swasta maupun BUMN

Terdapat dua jenis pengelolaan dana pensiun bagi perusahaan yakni dana pensiun pemberi kerja (DPPK) yang dikelola langsung oleh perusahaan khusus untuk internal perusahaan. Yang kedua adalah Dana Pensiun Lembaga Keuangan yang berupa bank atau perusahaan asuransi yang mengelola dana pensiun dan bisa dimiliki oleh karyawan maupun individu.

Walaupun karyawan sudah memiliki skema pensiun yang difasilitasi oleh perusahaan, namun secara rata-rata masih terdapat gap antara pendapatan terakhir masa kerja dibanding dengan jumlah uang pensiun yang diterima. Sebagai contoh ASN akan mendapatkan kurang lebih 40-70% dari gaji pokok plus tunjangan terakhir.

Untuk menutup gap tersebut, strategi yang perlu dilakukan adalah membangun income tambahan  saat pensiun baik secara aktif maupun secara pasif, terutama bila seorang karyawan yang tidak memiliki penghasilan rutin saat pensiun nanti atau mendapatkan pensiun dengan skema lumpsum. 

 

1.    Membangun portofolio aset produktif

Idealnya ketika pensiun sudah bisa istirahat tinggal menikmati masa tua dengan mencapai kebebasan finansial. Sebagian bisa dari uang pensiunan yang diberikan perusahaan dan sebagian lagi bisa dari membangun portofolio aset produktif yang bisa memberikan passive income. 

Jenis aset yang bisa memberikan passive income ada yang berupa aset keuangan dan juga aset fisik, seperti:

 

a.    Aset keuangan

Saham yang sudah rutin dan konsisten membagikan dividen. Kupon dari obligasi atau surat utang. Bunga atau bagi hasil dari dividen. Imbal hasil dari dividen saham relatif lebih tinggi dibanding dengan kupon obligasi dan bunga deposito. Namun resikonya juga lebih tinggi. 

 

b.    Aset fisik

Menyewakan properti seperti rumah, apartemen dan kos-kosan. Menyewakan mesin maupun kendaraan. Imbal hasil sewa properti biasanya 3-10% tergantung dari lokasi. Sedangkan untuk mesin dan kendaraan memiliki nilai depresiasi pemakaian.

 

c.    Aset digital

Dengan adanya kemajuan teknologi, saat ini berkembang ekosistem digital yang memungkinkan kita bisa mendapatkan penghasilan pasif dari aset digital seperti online course, ebook (digital product), konten monetisasi seperti youtube dan blog untuk mendapatkan income dari sponsor, iklan dan affiliate. 

Keuntungan dari aset digital yaitu tidak membutuhkan biaya besar untuk skalabilitas, tidak ada biaya produksi ulang dan tidak memerlukan gudang maupun logistik untuk penyimpanan dan distribusi. Namun, aset digital membutuhkan audience dan traffic untuk memasarkan produknya. Sehingga membutuhkan waktu dan strategi marketing khusus.

 

2.    Mencari second career untuk masa pensiun

Setelah pensiun bukan berarti kehidupan sudah berakhir. Banyak pensiunan yang mengalami kehilangan arah karena mendadak berhenti dari rutinitas kerja yang sudah dilakukan selama puluhan tahun yang membentuk identitas mereka. Di sinilah pentingnya untuk mengembangkan second career dan aktivitas produktif, bisa dengan menjadi mentor, pengajar, konsultan, atau menjalankan usaha kecil. aset

Membangun karir kedua tidak bisa dilakukan secara instan. Membangun karir membutuhkan waktu untuk membangun reputasi dan pasar, eksperimen mengurangi gagal saat pensiun, dan proses belajar. Semakin dini dimulai semakin besar peluang untuk menemukan model yang paling cocok dan berkelanjutan. 

Mulai dari langkah kecil, dengan meluangkan waktu beberapa jam setiap minggu sepulang kerja atau di kala akhir pekan. Gunakan waktu untuk membangun personal branding, memperluas jaringan profesional atau mencoba proyek sampingan. Membangun second career dan multiple source of income dan bekal pensiun adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga.

Masa pensiun adalah saat-saat yang mungkin dialami kebanyakan pegawai. Saat pensiun, bukan hanya kehilangan penghasilan dari pekerjaan atau kantor tetapi potensi hilangnya rutinitas dan identitas yang selama ini dipegang. Walaupun dari perusahaan pemberi kerja memberikan berbagai skema pensiun, akan tetapi biasanya terdapat gap antara penghasilan pensiun dibanding dengan pengeluaran yang ada. Untuk menutup gap tersebut pilihannya adalah membangun portofolio aset produktif yang bisa memberikan penghasilan pasif, atau membangun karir kedua yang bisa digunakan saat pensiun nanti. 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Tips Menabung Tanpa Harus Korbankan Kebutuhan Sehari-hari
Tabungan

Tips Menabung Tanpa Harus Korbankan Kebutuhan Sehari-hari

18 Mei 2026

5.0
Kontrol Pengeluaran Gaya Hidup: Cara Bijak Tidak Terjebak Doom Spending
Tabungan

Kontrol Pengeluaran Gaya Hidup: Cara Bijak Tidak Terjebak Doom Spending

14 Mei 2026

5.0
6 Tips Menabung untuk Liburan Sekolah Anak Tanpa Ganggu Keuangan
Tabungan

6 Tips Menabung untuk Liburan Sekolah Anak Tanpa Ganggu Keuangan

06 Mei 2026

5.0
Strategi Menabung Otomatis Setiap Bulan untuk Karyawan Kantoran
Tabungan

Strategi Menabung Otomatis Setiap Bulan untuk Karyawan Kantoran

22 April 2026

Berikan Pendapat Anda

0 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS