Informasi Artikel

Dirilis

18 Agustus 2026

Penulis Artikel

Dian Savitri


Tag

Pasar tenaga kerja sedang terbentur oleh dua tantangan besar, yaitu ketatnya persaingan karena efisiensi yang dilakukan berbagai perusahaan, dan percepatan pergeseran teknologi Artificial Intelligence (AI).

Sebagian Anda mungkin sudah mulai merasakan dampaknya, di mana masa depan menjadi tidak pasti. Apakah tiga bulan ke depan Anda masih bekerja, apakah karier Anda akan aman-aman saja, atau jangan-jangan perusahaan sedang menyiapkan strategi efisiensi dan beralih ke penggunaan teknologi AI.

Dalam menghadapi ketidakpastian ini, Anda perlu memperhatikan berbagai hal demi kelangsungan kehidupan Anda—dan keluarga. Tidak hanya karier, tetapi juga bagaimana membangun strategi keuangan yang kuat. Karena saat pasar kerja tidak stabil, keadaan keuangan yang terjaga, akan memberi Anda waktu, ketenangan batin, dan sumber daya untuk terus berkembang.

 

Peningkatan PHK di Indonesia dan Tekanan Pasar Kerja

Menurut laporan dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia, selama Januari hingga September 2025, sebanyak 45.426 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Angka ini meningkat sekitar 32% dibandingkan tahun sebelumnya.  

Memasuki 2026, data dari Januari hingga April menunjukkan angka yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tetapi, pada Mei 2026 mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu sebanyak 23.470 orang, dan mencapai sekitar 43.000 pekerja formal pada Juni 2026.  

Angka tersebut semakin mendekati total PHK dari sembilan bulan di tahun sebelumnya. Penyebab utamanya adalah perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik yang menyebabkan kenaikan biaya produksi, penurunan daya beli masyarakat, relokasi produksi oleh perusahaan multinasional, serta otomatisasi dan penerapan AI yang mulai mengambil alih pekerjaan administratif dan tugas rutin.

Berbeda dengan faktor-faktor ekonomi yang bersifat siklikal, dampak dari AI lebih bersifat struktural dan cenderung permanen. Satu fungsi yang telah diotomatisasi jarang sekali membutuhkan kembali tenaga manusia setelah dilakukan otomatisasi, meskipun kondisi ekonomi membaik.  

Sementara itu, kompetisi untuk memperoleh pekerjaan semakin ketat. Angkatan kerja Indonesia pada Februari 2026 tercatat mencapai 154,91 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,68%, dan angka pengangguran di kalangan anak muda berusia 15–24 tahun berada pada kisaran 16–17%. Ini menjadikan Indonesia salah satu negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di Asia.

Di sisi lain, penelitian dari ILO dan NASK menunjukkan bahwa hampir satu dari empat pekerjaan di dunia berisiko terpapar teknologi AI. Hal ini terlihat dari berkurangnya posisi-posisi level dasar yang biasanya diisi oleh lulusan baru. Tugas-tugas seperti entri data, riset dasar, layanan pelanggan awal, serta draf desain atau konten, kini telah diambil alih oleh AI. Kondisi ini menegaskan pentingnya perencanaan keuangan pribadi lebih dari sebelumnya, mengingat masa transisi antar pekerjaan bisa lebih panjang daripada yang dibayangkan.

 

Strategi Keuangan Antisipasi Risiko PHK

Berikut adalah strategi keuangan yang perlu Anda terapkan untuk menjaga kestabilan keuangan sekaligus keamanan masa depan karier Anda:

 

1.      Siapkan Dana Darurat

Umumnya, dana darurat yang disarankan adalah setara dengan 3–6 bulan dari pengeluaran bulanan untuk individu yang bekerja sendiri dengan satu sumber penghasilan. Namun, dengan keadaan saat ini, di mana satu posisi pekerjaan bisa diincar oleh ratusan hingga ribuan pelamar, dan sepertiga pengangguran pada Agustus 2025 telah mencari pekerjaan lebih dari satu tahun, sebaiknya Anda memiliki dana darurat sebagai berikut:

  • 6–9 bulan pengeluaran untuk pekerja lajang di sektor yang cukup stabil.
  • 9–12 bulan pengeluaran untuk kepala keluarga atau mereka yang memiliki tanggungan.
  • 12 bulan atau lebih bagi pekerja di sektor yang rentan terhadap otomatisasi (seperti administrasi, entri data, layanan pelanggan dasar, desain template) atau freelancer dengan penghasilan yang tidak tetap.

Idealnya, dana darurat ini disimpan dalam instrumen yang mudah dicairkan  dan berisiko rendah, seperti tabungan terpisah, deposito jangka pendek, atau reksa dana pasar uang. Karena tujuan utamanya adalah agar dapat diakses saat diperlukan, bukan untuk mendapatkan pertumbuhan optimum.

 

2.     Alokasikan untuk Upgrade Skill

Untuk dapat beradaptasi dan tetap relevan dengan perubahan zaman, sebaiknya investasi pada diri sendiri diperlakukan sebagai bagian tetap dari anggaran. Sisihkan sekitar 5–10% dari pendapatan bulanan khusus untuk pengembangan keterampilan. Utamakan program yang memberikan sertifikasi atau portofolio yang nyata, bukan hanya sekadar mengikuti materi. Manfaatkan juga pelatihan gratis dari pemerintah atau perusahaan sebelum mengeluarkan dana pribadi, dan simpan sisa dana ini untuk pelatihan yang lebih spesifik atau sertifikat resmi.

 

3.     Alokasikan untuk Networking

Alokasikan sekitar 2–5% dari pendapatan bulanan, atau jumlah tetap yang telah disepakati, untuk kegiatan membangun relasi seperti menghadiri seminar atau konferensi industri, bergabung dalam komunitas profesional berbayar, atau sekadar mengadakan pertemuan santai dengan kolega dan mantan rekan kerja secara rutin. Anggaran ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan potensi manfaat yang dapat diperoleh, karena referensi dari jaringan pribadi terbukti lebih efektif dalam membuka peluang kerja dibandingkan dengan melamar melalui sistem online yang sudah sangat padat.

 

4.     Diversifikasi Sumber Penghasilan

Mempertimbangkan untuk membangun sumber pendapatan tambahan melalui side hustle di luar jam kerja utama adalah pilihan yang patut dipikirkan. Bila pekerjaan utama hilang, tidak semua aliran kas akan terhenti.

 

5.     Lunasi Utang Berbunga Tinggi

Segera evaluasi dan lunasi utang berbunga tinggi selagi masih memiliki penghasilan tetap, karena cicilan yang terakumulasi akan jauh lebih sulit ditangani ketika pendapatan terhenti. Pikirkan tentang perlindungan tambahan seperti asuransi kesehatan mandiri terlepas dari yang diberikan perusahaan, mengingat manfaat ini biasanya hilang begitu status kepegawaian berakhir.

 

6.     Hindari Komitmen Finansial Jangka Panjang

Hindarilah menambah komitmen finansial jangka panjang yang besar, seperti cicilan properti atau kendaraan baru saat indikator industri tempat bekerja menunjukkan ketidakstabilan.

 

7.     Periksa Keuangan secara Berkala

Lakukan pemeriksaan keuangan secara berkala, misalnya setiap enam bulan, untuk mengevaluasi besaran dana darurat, alokasi tabungan dan investasi, serta menyesuaikan dengan perubahan kondisi ekonomi dan risiko industri yang dihadapi.

 

Strategi Keuangan Jika Terkena PHK

Bagi Anda yang sudah terlanjur terkena PHK, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda pertimbangkan:

 

1.      Pastikan Hak Dasar

Langkah pertama adalah memastikan hak-hak dasar sudah ditangani, seperti:

  • Pesangon
  • Uang pengganti hak, dan manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) termasuk uang tunai
  • Akses informasi lowongan, serta  
  • Pelatihan reskilling atau keterampilan baru, gratis

 

2.     Pisahkan Pengeluaran dengan Ketat

Setelah itu, lakukan pemisahan pengeluaran dengan ketat. Pisahkan kebutuhan mendesak dari yang dapat ditunda, dan hitung lagi berapa lama dana darurat yang tersedia dapat mencukupi hidup berdasarkan pengeluaran yang sudah dipangkas tersebut.  

 

3.     Jaga Aliran Kas Tetap Ada

Sambil mencari pekerjaan tetap, pertimbangkan proyek lepas atau usaha kecil untuk menjaga aliran kas tetap ada, dan memanfaatkan jaringan yang sudah dibangun sebelumnya.

 

Mulai Persiapan Keuangan Anda, Sekarang!

Melambatnya ekonomi dan gangguan AI menjadikan risiko PHK menjadi lebih besar untuk terjadi dibandingkan sebelumnya. Selain itu, masa jeda antara terkena PHK dengan mendapat pekerjaan baru berpotensi lebih lama. Dalam situasi seperti ini, strategi keuangan pribadi tidak dapat lagi bersifat pasif, menunggu keadaan darurat, melainkan harus direncanakan sebagai bagian yang rutin dalam pengelolaan pendapatan bulanan.  

 

Mulailah dari membangun dana darurat yang memadai, alokasi khusus untuk peningkatan keterampilan, serta pembangunan jaringan, hingga perlindungan dan diversifikasi pendapatan.  

 

Anda yang menyiapkan dasar keuangan ini lebih awal akan jauh lebih siap untuk menghadapi ketidakpastian.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis

Sumber:

Berbagai Sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

4.0
Cara Membuat Anggaran Bulanan Sederhana
Tabungan

Cara Membuat Anggaran Bulanan Sederhana

13 Agustus 2026

5.0
Masih Tabung Sisa Gaji? Hati-hati, Ini Kesalahan Sebagian Anak Muda!
Tabungan

Masih Tabung Sisa Gaji? Hati-hati, Ini Kesalahan Sebagian Anak Muda!

08 Agustus 2026

5.0
Kenaikan Tarif Listrik 2026? Tips Jitu Mengatasi Tingginya Tagihan
Tabungan

Kenaikan Tarif Listrik 2026? Tips Jitu Mengatasi Tingginya Tagihan

04 Agustus 2026

5.0
Sering Checkout Belanja Tengah Malam? Hati-hati Terjebak Doom Spending!
Artikel Ahli
Tabungan

Sering Checkout Belanja Tengah Malam? Hati-hati Terjebak Doom Spending!

01 Agustus 2026

Berikan Pendapat Anda