Anda pernah melihat harga rumah di kawasan tertentu terus meningkat kemudian berpikir, “Mengapa saya tidak membeli properti dari sekarang sebelum harganya semakin mahal ya?”
Sayangnya, investasi properti tidak sesederhana membeli rumah lalu menunggu harganya naik. Harga properti memang dapat meningkat, tetapi sebuah properti juga membutuhkan modal besar, biaya perawatan, pajak, biaya transaksi, waktu untuk dijual kembali dan tentunya perencanaan yang matang.
Mengapa Investasi Properti Menarik untuk Dipertimbangkan?
Properti memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan instrumen investasi lainnya. Selain berpotensi mengalami kenaikan nilai, properti juga dapat menghasilkan pendapatan apabila disewakan.
Data terbaru Bank Indonesia menunjukkan bahwa Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan II 2026 tumbuh 0,69% secara tahunan (yoy). Pada periode yang sama, penjualan properti residensial di pasar primer masih mengalami kontraksi 2,36% yoy, tetapi membaik dibandingkan kontraksi 25,67% pada triwulan sebelumnya.
Menariknya, Bank Indonesia juga mencatat bahwa KPR masih menjadi pilihan utama konsumen dalam pembelian rumah di pasar primer, dengan pangsa 70,05% pada triwulan II 2026.
Baca juga: Panduan KPR untuk Pemula Cara Mengajukan Memilih Bunga Terbaik dan Strategi Cepat Lunas
Data tersebut menunjukkan bahwa properti tetap menjadi bagian penting dalam keputusan finansial masyarakat Indonesia. Namun, kondisi pasar yang bertumbuh terbatas juga menjadi pengingat bahwa investasi properti bukan investasi yang otomatis menghasilkan keuntungan besar.
Baca juga: Produk yang Tepat Untuk Investasi Jangka Panjang
Apa Dampaknya Jika Membeli Properti Tanpa Perencanaan?Apa Dampaknya Jika Membeli Properti Tanpa Perencanaan?
Kesalahan dalam investasi properti dapat berdampak cukup besar karena nilai transaksi biasanya jauh lebih tinggi dibandingkan investasi rutin dalam jumlah kecil.
Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain:
- Cash flow menjadi tergangguterganggu
- Properti sulit disewakan disewakan
- Properti sulit dijual kembali kembali
- Terjebak properti dengan legalitas bermasalah bermasalah

7 Tips Investasi Properti untuk Pemula untuk Pemula
Jika Anda ingin berinvestasi di bidang properti, berikut ini tips yang bisa Anda pertimbangkan.
1. Tentukan Tujuan Investasi PropertiProperti
Apakah tujuannya:
- mendapatkan pendapatan sewa
- memperoleh keuntungan dari kenaikan harga
- mempersiapkan dana pensiun
- membangun aset keluarga
- atau melakukan diversifikasi investasi?
2. Pastikan Kondisi Keuangan SehatKeuangan Sehat
Investasi properti sebaiknya tidak dilakukan dengan mengorbankan kesehatan finansial keluarga. Sebelum mengambil KPR, hitung:
Pendapatan – kebutuhan rutin – cicilan utang – tabungan – investasi = surplus kas
Jika setelah membayar cicilan Anda masih memiliki ruang finansial yang sehat, pembelian properti menjadi lebih realistis. Ketika Anda melakukan investasi properti: pahami kemampuan finansial sebelum mengejar potensi keuntungan.
3. Jangan Hanya Melihat Harga, Perhatikan LokasiPerhatikan Lokasi
Dalam investasi properti, lokasi merupakan salah satu faktor penting.
Perhatikan:
- akses jalan;
- transportasi umum;
- pusat perkantoran;
- sekolah dan universitas;
- rumah sakit;
- pusat perbelanjaan;
- kawasan industri;
- fasilitas publik;
- rencana pembangunan kawasan.
4. Hitung Potensi Pendapatan dan ReturnPendapatan dan Return
Jangan membeli properti sebelum melakukan perhitungan sederhana. Misalnya sebuah rumah dibeli dengan harga Rp800 juta dan berpotensi disewakan Rp40 juta per tahun.
Secara sederhana:
Rental Yield = Pendapatan Sewa Tahunan ÷ Harga Properti × 100%
Maka:
Rp40 juta ÷ Rp800 juta × 100% = 5%
Artinya, gross rental yield sekitar 5% per tahun.
Namun, angka tersebut belum memperhitungkan biaya perawatan, pajak, kekosongan properti, renovasi, biaya agen, dan biaya lainnya. Karena itu, jangan menggunakan gross rental yield sebagai satu-satunya dasar keputusan.
5. Cek Legalitas Sebelum Membayar Membayar
Ini adalah tahapan yang tidak boleh dilewati.
Periksa dokumen seperti:
- sertifikat tanah;
- identitas pemilik;
- kesesuaian data tanah;
- status hak atas tanah;
- potensi sengketa;
- kewajiban pajak;
- dokumen bangunan;
- dan dokumen transaksi lainnya.
6. Hitung Semua Biaya, Bukan Hanya Harga Rumah Hanya Harga Rumah
Kesalahan umum investor pemula adalah hanya menghitung harga properti. Padahal, transaksi properti dapat melibatkan berbagai biaya dan kewajiban. Berikut ini anggaran yang harus disiapkan:
- biaya notaris/PPAT;
- pajak dan biaya transaksi;
- renovasi;
- furnitur jika akan disewakan;
- biaya perawatan;
- biaya pengelolaan;
- biaya pemasaran atau agen;
- dan kemungkinan periode properti tidak menghasilkan pendapatan.
Dengan menghitung seluruh biaya sejak awal, Anda dapat mengetahui modal investasi yang sebenarnya.
7. Jangan Terburu-buru karena FOMOkarena FOMO
Pernah mendengar kalimat seperti: “Kalau tidak beli sekarang, tahun depan pasti naik.” Hati-hati. Pernyataan seperti itu seharusnya tidak menjadi dasar keputusan investasi. Data Bank Indonesia terbaru justru menunjukkan bahwa pertumbuhan harga properti residensial primer masih relatif terbatas, yaitu 0,69% yoy pada triwulan II 2026. Ini bukan berarti properti tidak menarik. Sebaliknya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membeli dengan harga dan lokasi yang tepat, bukan sekadar mengejar tren.
Bagaimana Memulai Investasi Properti Jika Anda Pemula? Jika Anda Pemula?
Jika Anda baru pertama kali ingin berinvestasi properti, gunakan alur sederhana berikut:
- Tentukan tujuan
- Evaluasi keuangan
- Tentukan budget
- Riset lokasi
- Pilih properti
- Cek legalitas
- Hitung seluruh biaya
- Analisis potensi pendapatan
- Negosiasi
- Lakukan transaksi secara resmi
- Monitor investasi
Jangan melompat langsung dari tahap “melihat properti” ke tahap “membayar uang muka”. Prinsipnya sederhana: jangan membeli aset hanya karena Anda mampu membayar uang mukanya. Pastikan Anda mampu mempertahankan aset tersebut. Mulailah dari pertanyaan: “Properti seperti apa yang paling sesuai dengan tujuan dan kemampuan finansial saya?”
Setelah itu, lakukan riset, hitung secara realistis, periksa legalitas, dan jangan terburu-buru melakukan transaksi. Mulailah investasi properti dengan pengetahuan, bukan sekadar keberanian. Karena properti yang baik bukan hanya properti yang harganya naik, tetapi properti yang mampu mendukung tujuan keuangan Anda dalam jangka panjang.
Kiranya artikel di atas dapat memberikan informasi bagi Anda untuk pemilihan properti yang sesuai. Apabila Anda masih membutuhkan informasi mengenai tips investasi dan keuangan lainnya, Anda juga dapat berkonsultasi secara gratis dengan Ahli kami di Fitur Tanya Ahli pada website daya.id. Anda juga bisa mengulik informasi dalam bentuk video e-learning seputar keuangan seputar informasi produk keuangan, investasi lainnya dan pengelolaan keuangan pada fitur “Pelatihan Online”. Selamat berinvestasi!
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda