Bulan Ramadan adalah momen istimewa bagi masyarakat Indonesia. Selain sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, Ramadan juga identik dengan aktivitas sahur dan berbuka puasa bersama keluarga.
Namun tanpa disadari, kebiasaan konsumsi selama Ramadan justru sering membuat pengeluaran rumah tangga Anda membengkak, bukan?
Harga bahan pokok yang cenderung naik, godaan takjil beragam, hingga keinginan menyajikan menu spesial setiap hari sering kali membuat anggaran rumah tangga “bocor halus”. Jika tidak Anda kelola dengan baik, pengeluaran sahur dan berbuka bisa mengganggu kestabilan keuangan keluarga, bahkan berdampak hingga setelah Lebaran.
Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana mengatur keuangan keluarga selama Ramadan, khususnya terkait sahur dan berbuka puasa, agar tetap hemat, seimbang, dan tidak mengorbankan kesehatan finansial Anda.
Mengapa Pengeluaran Sahur dan Berbuka Sering Membengkak?

Dilansisr dari situs Kementrian Keuangan RI, data menunjukan adanya pola konsumsi masyarakat selama Ramadan yang cenderung meningkat, terutama pada sektor makanan dan minuman. Hal ini dipicu oleh perubahan pola makan serta faktor emosional dan sosial selama bulan puasa.
Beberapa penyebab utama pengeluaran membengkak antara lain:
- Menu yang terlalu variatif setiap hari
- Belanja harian tanpa perencanaan
- Sering membeli makanan siap saji atau takjil impulsif
- Tidak memisahkan anggaran Ramadan dari anggaran rutin bulanan
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membuat Tabungan Anda berkurang, dana darurat Anda terpakai, atau bahkan memicu utang konsumtif.
Dalam meneglola keuangan untuk sahur dan berbuka, hal yang sangat penting untuk Anda lakukan adalah membuat anggaran khusus Ramadan. Anggaran ini sebaiknya terpisah dari anggaran bulan biasa. Anggaran ini bisa mencakup:
- Belanja bahan makanan sahur
- Belanja bahan makanan berbuka
- Takjil
- Makan bersama keluarga (jika ada)
- Sedekah atau zakat (di luar topik ini, namun tetap perlu dialokasikan)
Tips Menghemat Biaya Sahur Tanpa Mengorbankan Gizi

Sahur adalah bekal energi utama selama berpuasa, namun bukan berarti harus mahal. Untuk bisa menghemat biaya sahur, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut ini:
1. Fokus pada Menu Sederhana dan Bergizi
Menu sahur ideal pada dasarnya cukup mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, dan cairan. Sahur tidak perlu menu mewah setiap hari. Contoh menu sahur hemat dan sehat:
- Nasi + telur + sayur tumis
- Nasi + tempe/tahu + sup sayur
- Oatmeal + telur rebus + buah
2. Masak Sendiri Lebih Hemat
Anda bisa memasak sendiri menu sahur yang bisa lebih menghemat pengeluaran dibanding membeli makanan siap saji. Anda juga bisa membuat perencanaan menu mingguan untuk sahur. Dengan perencanaan menu mingguan, Anda bisa:
- Mengurangi sisa makanan
- Menghindari belanja berulang
- Mengontrol kualitas dan biaya
Strategi Mengelola Biaya Berbuka Puasa
Berbuka sering kali menjadi sumber pengeluaran terbesar selama Ramadan karena banyaknya pilihan takjil dan makanan. Berikut strategi mengelola biaya berbuka puasa agar pengeluaran Anda tidak “boncos”:
1. Batasi Pembelian Takjil di Luar
Dilansir dari Kompas.id pada artikel bertajuk “Harga Bahan Pangan Naik, Belanja Takjil dan Makanan Selama Ramadan Tetap Tinggi, dikatakan bahwa kebiasaan membeli takjil setiap hari dapat meningkatkan pengeluaran hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. Agar keuangan Anda tidak “jebol”, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:
- Tetapkan jadwal beli takjil (misalnya 2–3 kali seminggu)
- Sisanya buat takjil sederhana di rumah seperti kolak, teh manis, atau buah potong
2. Terapkan Prinsip “Cukup, Bukan Berlebih”
Sesungguhnya, Islam sendiri menganjurkan kesederhanaan dalam konsumsi. Selain baik secara spiritual, prinsip ini juga sangat relevan dalam pengelolaan keuangan. Saat Anda merasa “cukup” saat berbuka puasa, ada beberapa manfaat yang akan Anda rasakan misalnya:
- Pengeluaran lebih terkendali
- Makanan tidak terbuang
- Kesehatan tetap terjaga
Sahur dan berbuka puasa adalah bagian penting dari Ramadan, namun bukan alasan untuk mengorbankan kesehatan keuangan keluarga Anda. Dengan perencanaan yang tepat, pengeluaran tetap bisa terkendali tanpa mengurangi makna dan kebahagiaan Ramadan.
Itulah tips mengenai pengelolaan biaya untuk sahur dan berbuka puasa agar kesehatan finansial keluarga Anda tetap sehat. Selain tips pengelolaan biaya sahur dan berbuka, Anda juga bisa membaca tips keuangan lainnya di website daya.id. Tidak hanya membaca tips, Anda juga bisa konsultasi dengan ahli keuangan di fitur Tanya Ahli. Segera kunjungi website daya.id sekarang juga untuk merasakan manfaatnya. Caranya sangat mudah, yaitu hanya dengan daftar dan masuk ke website daya.id sekarang juga.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda