Uang memang sering disebut sebagai salah satu penyebab pertengkaran paling umum dalam hubungan, termasuk bagi pasangan muda yang baru memulai kehidupan berumah tangga. Survei American Psychological Association pada 2023 bahkan mencatat bahwa 65% pasangan mengaku sering berselisih karena masalah finansial.
Di Indonesia sendiri, kondisi ini diperparah oleh tingkat literasi keuangan yang masih rendah, di mana data Otoritas Jasa Keuangan tahun 2022 mencatat baru sekitar 49,68% masyarakat yang benar-benar memahami cara mengelola keuangan dengan baik.
Bukan berarti masalah keuangan tidak bisa diatasi. Justru sebaliknya, banyak persoalan finansial dalam hubungan sebenarnya bisa dicegah atau diselesaikan asal dikenali sejak dini.
Yuk, kita bahas apa saja masalah yang paling sering muncul pada pasangan muda, dan bagaimana cara mengatasinya!
Baca juga: 5 Tips Membuat Anggaran Hiburan Keluarga
5 Masalah Keuangan yang Sering Dihadapi Pasangan Muda
Berikut ini beberapa masalah keuangan yang sering dihadapi pasangan muda.

1. Kurangnya Keterbukaan Soal Kondisi Keuangan
Banyak pasangan enggan membahas kondisi keuangan masing-masing secara detail, entah karena merasa canggung atau menganggap topik ini terlalu sensitif untuk dibicarakan. Padahal, tanpa keterbukaan sejak awal, sulit untuk menyusun rencana keuangan bersama yang realistis.
Cara mengatasinya:
Mulailah membahas kondisi keuangan secara jujur, termasuk penghasilan, utang, dan kebiasaan belanja masing-masing. Pilih waktu yang santai untuk mengobrolkannya, bukan saat salah satu pihak sedang lelah atau stres, agar percakapan berjalan lebih terbuka tanpa kesan menghakimi.
2. Belum Ada Kesepakatan soal Peran dan Pos Keuangan
Tanpa pembagian yang jelas, sering muncul kebingungan soal siapa yang bertanggung jawab membayar tagihan tertentu, atau rekening mana yang dipakai untuk kebutuhan bersama. Kondisi ini bisa memicu kesalahpahaman berulang, apalagi jika salah satu pihak merasa menanggung beban lebih besar dibanding yang lain.
Cara mengatasinya:
Sepakati bersama rekening atau pos anggaran khusus untuk kebutuhan rumah tangga, serta tentukan pembagian tanggung jawab secara jelas, misalnya siapa yang mengurus tagihan bulanan dan siapa yang mengelola dana darurat.
3. Cicilan yang Membebani Penghasilan Bulanan
Kebutuhan seperti kendaraan atau tempat tinggal sering membuat pasangan muda memutuskan mencicil, karena belum mampu membeli secara tunai. Sayangnya, jika cicilan yang dipilih terlalu besar dibanding penghasilan, kondisi ini justru bisa memangkas anggaran untuk kebutuhan pokok lainnya.
Cara mengatasinya:
Diskusikan bersama sebelum mengambil cicilan baru, dan pastikan total cicilan tidak melebihi batas aman, biasanya sekitar 30% dari total penghasilan bulanan. Jika terlanjur terlalu berat, pertimbangkan untuk menata ulang anggaran atau mencari opsi restrukturisasi.
4. Gaya Mengelola Uang yang Berbeda
Salah satu pihak mungkin tipe yang senang menabung dan berhati-hati dalam belanja, sementara pihak lain lebih santai dan cenderung impulsif. Perbedaan gaya ini, jika tidak dikomunikasikan, bisa menimbulkan gesekan berulang setiap kali membahas keuangan.
Cara mengatasinya:
Alih-alih saling menyalahkan, coba pahami dulu kebiasaan masing-masing dan cari titik tengah. Misalnya, sepakati batas pengeluaran pribadi yang bebas digunakan tanpa perlu izin pasangan, di luar pos kebutuhan bersama yang sudah disepakati.
5. Tekanan Psikologis Akibat Stres Finansial
Masalah keuangan yang terus berulang tanpa solusi bisa berdampak pada kondisi emosional pasangan, membuat komunikasi semakin tegang, bahkan mengganggu keharmonisan hubungan secara keseluruhan.
Cara mengatasinya:
Hadapi masalah dengan kepala dingin, bukan saling menyalahkan. Jika kondisi keuangan sedang sulit, buat kesepakatan bersama untuk sementara waktu lebih berhemat, dan tentukan target waktu yang jelas sampai kondisi kembali stabil.
Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Menyiapkan Asuransi Anak? Ini Panduan untuk Orang Tua
Tips Keuangan untuk Pasangan Muda
Selain itu, ada tips tambahan agar keuangan pasangan tetap sehat
- Jadwalkan obrolan keuangan rutin, misalnya sebulan sekali, untuk mengevaluasi anggaran dan menyesuaikan rencana ke depan.
- Buat tujuan keuangan bersama yang konkret, seperti dana pernikahan, dana rumah pertama, atau dana darurat, agar ada arah yang jelas untuk dikejar bersama.
- Jangan menjadikan uang sebagai alat untuk mengontrol atau menekan pasangan, karena hal ini justru bisa merusak kepercayaan dalam hubungan.
- Libatkan pasangan dalam setiap keputusan finansial besar, sekecil apa pun keterlibatannya, agar keduanya merasa memiliki tanggung jawab yang sama.
Penutup
Masalah keuangan dalam hubungan pasangan muda memang lumrah terjadi, tapi bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Dengan keterbukaan, pembagian peran yang jelas, serta komunikasi yang sehat, banyak persoalan finansial sebenarnya bisa dicegah sebelum menjadi konflik yang lebih besar. Kuncinya, jangan biarkan uang menjadi topik yang dihindari, justru jadikan sebagai bagian dari perjalanan membangun kepercayaan bersama pasangan.
Jika masih memiliki pertanyaan tekait informasi keuangan, jangan ragu berkonsultasi dengan ahlinya melalui fitur Tanya Ahli dan untuk mendapatkan saran yang tepat. Dengan mendaftar di daya.id, seluruh informasi terkait keuangan dapat diakses dengan gratis dan mudah. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda di daya.id sekarang juga!
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda