Informasi Artikel

Penulis Artikel

Adiva Ayuningtias Takwa Lubis


Pengusaha

Muhammad Andika Panji

Jenis Usaha

Advokat

Muhammad Andika Panji mencatat sejarah sebagai advokat Tuli pertama di Indonesia. Namun bagi Panji, pencapaian ini bukan semata soal gelar atau profesi. Dunia hukum dan keuangan ia jadikan alat perjuangan untuk melindungi hak, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat kemandirian ekonomi komunitas Tuli di Indonesia.

 

Berangkat dari Pengalaman Diskriminasi

Ketertarikan Panji pada dunia hukum lahir dari pengalaman personal. Ia kerap merasakan diskriminasi dan kesulitan memperoleh hak-haknya sebagai penyandang disabilitas Tuli. Pengalaman itu tidak hanya ia rasakan sendiri, tetapi juga dialami banyak anggota komunitas Tuli lain di sekitarnya. 

“Banyak komunitas Tuli mengalami hal yang sama seperti saya,” ungkapnya. Dari situlah tumbuh keinginan kuat untuk memahami hukum dan memperjuangkan keadilan, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi demi melindungi hak-hak komunitas Tuli secara lebih luas. Pendidikan hukum menjadi jalannya, hingga akhirnya Panji resmi menjadi advokat Tuli pertama di Indonesia.

 

Mengapa Hukum Ekonomi dan Investasi?

Seiring perjalanan praktik hukum, Panji menyadari bahwa persoalan keadilan tidak bisa dilepaskan dari ekonomi dan finansial. Hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat bersinggungan dengan uang, mulai dari bekerja, menabung, hingga berinvestasi.

Ia melihat fakta bahwa banyak orang Tuli masih kesulitan mengelola keuangan secara mandiri dan rentan terjebak investasi bodong. Pengalamannya mendampingi klien Tuli dalam kasus penipuan mulai dari investasi ilegal seperti Binomo, judi game online, hingga penyerahan dana ke afiliator yang kabur membawa uang korban.

Dari sana, Panji aktif mengangkat tema hukum ekonomi dan hukum investasi, dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan dan literasi agar komunitas Tuli tidak kembali menjadi korban.

 

Pentingnya Pemahaman Hukum untuk Keamanan Finansial

Menurut Panji, pemahaman hukum adalah pondasi penting bagi keamanan finansial. Hukum dan Keuangan saling berkaitan erat untuk:

  • Mencegah penipuan dan kerugian finansial
  • Mendorong stabilitas ekonomi individu
  • Memberikan akses ke layanan keuangan yang adil dan aman

Tanpa pemahaman hukum, masyarakat terutama komunitas Tuli, akan sulit melindungi diri ketika berhadapan dengan produk keuangan, perjanjian, maupun risiko investasi.

 

Tantangan Akses bagi Komunitas Tuli

Dalam memperjuangkan akses hukum dan finansial, tantangan terbesar yang dihadapi Panji adalah minimnya komunikasi setara. Banyak lembaga keuangan dan perbankan belum menyediakan Juru Bahasa Isyarat (JBI), sehingga orang Tuli kesulitan memahami proses menabung, kredit, maupun investasi.

Rendahnya literasi hukum keuangan dan investasi, ditambah kurangnya regulasi yang jelas dan inklusif, membuat komunitas Tuli berada pada posisi yang rentan.

 

Edukasi Keuangan: Penting 100 Persen!

Bagi Panji, edukasi keuangan bagi komunitas Tuli adalah kebutuhan mutlak. Banyak yang masih awam, ragu, dan bingung mengambil langkah finansial, baik untuk menabung maupun berinvestasi.

Kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran
  • Tidak memiliki dana darurat hingga terjerat utang
  • Gaya hidup lebih besar dari kemampuan
  • Salah mengatur pinjaman bank dan menunda cicilan
  • Tergiur imbal hasil besar tanpa memahami risiko investasi bodong

Solusinya, menurut Panji adalah edukasi yang konsisten, sederhana, dan relevan dengan realitas kehidupan komunitas Tuli.

 

Respon Positif dari Komunitas Tuli

Upaya Panji dan ahli ekonomi investasi mengadakan seminar hukum ekonomi dan investasi mendapat respon luar biasa. Dengan dukungan materi visual dan JBI, komunitas Tuli dapat memahami materi secara utuh. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan dan keinginan untuk langsung mempraktikkan ilmu yang didapat.

Bagi Panji, ini membuktikan bahwa ketika akses disediakan secara inklusif, komunitas Tuli mampu belajar, memahami, berkembang secara mandiri.

 

Keuangan Inklusif yang Ideal

Dalam pandangan Panji, keuangan inklusif bukan sekadar kemudahan administratif. Keuangan inklusif yang ideal harus:

  • Menyediakan informasi teks dengan bahasa sederhana
  • Memiliki layanan ramah komunitas Tuli
  • Melibatkan Tuli dalam kebijakan dan edukasi
  • Memberikan jaminan hak, bukan sekadar belas kasihan

“Keuangan inklusif bukan memberi kemudahan sepihak tetapi menjamin hak yang sama untuk memahami, memilih, dan dilindungi.”

 

Gaya Investasi Panji

Dalam praktik pribadi, Panji memilih investasi yang bertahap dan sesuai risiko:

  • Deposito dan emas untuk risiko kecil dengan dana terbatas
  • Properti untuk jangka panjang dengan dana besar
  • Saham, setelah memahami dasar melalui deposito karena risikonya lebih tinggi

Ia menyukai emas dan properti karena nilainya cenderung naik dalam jangka panjang, meski ada fluktuasi sementara.

 

Harapan dan Pesan untuk Generasi Muda Tuli

Ke depan, Panji berharap dapat terus mengembangkan edukasi keuangan dengan materi visual, bahasa sederhana, dan kolaborasi resmi bersama lembaga keuangan dengan prinsip utama melipatkan Tuli secara aktif.

Bagi generasi muda Tuli yang ingin terjun ke dunia hukum atau keuangan, pesannya tegas dan inspiratif:

Dunia hukum dan keuangan bukan hanya tentang karier dan angka, tetapi tentang tanggung jawab, integritas, dan keberanian melindungi sesama.
Ilmu hukum dan keuangan akan bernilai tinggi ketika digunakan untuk melindungi hak. Bukan sekadar mengejar keuntungan.


Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai pengelolaan investasi atau topik keuangan lainnya, segera daftarkan diri ke Daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

Berbagai cerita sukses member Daya lainnya

5.0
Aliah Abdullah

Tubuh Segar Berawal dari Coba-Coba

30 Mei 2018

4.7
Carla Felany

Hobi Lari Untuk Orang Lain

05 Oktober 2022

4.7
Reka Azzahra

Kisah Sukses Merawat Anak Tunagrahita Ringan

21 Oktober 2022

5.0
Joshua Agustinus

Kesehatan Fisik atau Mental? Kisah Joshua Membuktikan Keduanya Penting!

15 Oktober 2024

5 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS