Hidup Aktif Saat Pensiun, Membuat Masa Tua Bahagia

Dirilis

21 Januari 2020

Penulis

Tim Daya Sehat Sejahtera

Narasumber

Suprapto

Pekerjaan

Pensiunan

Usia Suprapto kini sudah menginjak 65 tahun. Dulu dia pernah bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kudus, Jawa Tengah. Mulai di Bank Perkreditan Rakyat, Departemen Penerangan, Sekretariat DPRD, Humas Pemerintah Kabupaten, dan terakhir aktif bekerja di salah satu kelurahan di Kudus. 10 tahun lalu dia pensiun dan kini dia hidup bahagia menikmati masa pensiun di kota tercintanya tersebut.

Saat masih aktif bekerja, Suprapto tidak pernah berpikir tentang apa yang akan dilakukannya di masa pensiun. Dia hanya bekerja, bekerja, dan bekerja. Tetapi justru setelah pensiun lah gaya hidupnya berubah.

Suprapto aktif mengikuti berbagai seminar, menjadi pemerhati seni budaya daerah, sebagai salah seorang pengurus Komite Seni Budaya Nusantara Kota Kudus, koordinator kegiatan menyanyi dan menjadi Kader Kesehatan di Kantor Cabang Bank BTPN Kudus setiap awal bulan, serta koordinator klub sepeda ontel yang seminggu sekali rutin mengayuh sepeda sejauh 4-5 km. Bahkan saking sibuknya, beberapa jadwal seringkali bentrok, dan dia harus memilih aktivitas mana yang akan dia ikuti.

Tetapi Suprapto bersyukur dengan kesibukannya di masa pensiun ini. Karena menurut dia, pensiunan itu butuh kesibukan agar tidak kesepian dan cepat pikun. Sebab, ada beberapa temannya sesama PNS yang belum pensiun sudah terkena stroke. “Hidup ini hanya sekali dan sementara. Saya memiliki harapan untuk terus bisa bersosialisasi, membaur dengan masyarakat, mengabdi kepada sesama, yang membuat hidup saya akan nyaman, tentram, nikmat, dan bahagia,” katanya.

Suprapto juga merasa bersyukur masih bisa diterima di masyarakat, bahkan masih bisa keluar masuk instansi pemerintah dengan baik. “Rasanya saya ini seperti masih dinas. Saya leluasa masuk ke kantor-kantor dinas tanpa harus merasa canggung. Alhamdulillah, sebagai pensiunan dan orang kecil, tetapi saya masih ada harganya di kantor-kantor dinas, padahal saya sudah tidak dinas. Jadi intinya, hidup saya ini mengalir dengan ikhlas saja, tak ada taktik atau upaya-upaya apapun apalagi mengharapkan dapat imbalan,” lanjutnya.

Suprapto berpesan, agar Anda, atau orang tua Anda yang sudah memasuki masa pensiun, mau menyeimbangkan antara ibadah dan manfaat kepada sesama. Karena menurutnya, manusia diciptakan Tuhan di muka bumi adalah untuk beribadah dan harus bermanfaat. “Ibadah itu tidak hanya sembahyang saja. Niat mengabdi kepada sesama dengan ikhlas juga termasuk ibadah. Membuat orang lain sehat dan menyenangkan orang adalah juga bentuk manfaat,” tutupnya.

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS