Sembuhkan Osteoatritis dengan Program Latihan Khusus

Dirilis

28 Oktober 2019

Penulis

Indonesia Sports Medicine Centre (ISMC)

Narasumber

Trisnadi

Pekerjaan

PNS

Trisnadi suka sekali bertualang ke berbagai kota di Indonesia. Baik karena tugas sebagai pegawai negara, atau karena ingin rehat sejenak dari pekerjaannya yang cukup padat. Bagi Trisnadi, tidak lengkap rasanya pergi ke satu kota di Indonesia tanpa mencoba makanan khas daerah tersebut.

Sayangnya, pola makan yang tidak teratur mengakibatkan kadar kolesterol Trisnadi naik melewati batas normal, dan berat badannya juga naik secara signifikan. Akibatnya, kegemaran mencoba berbagai jenis kuliner nusantara harus dibatasi.

Ingin Olahraga tapi Terhalang Osteoartritis
Trisnadi ingin sekali memperbaiki kondisi kesehatannya. Tapi ternyata dia juga mengalami proses penuaan pada bagian sendi lutut, atau biasa disebut sebagai osteoatritis lutut. Akibatnya, pilihan olahraga yang bisa dia lakukan menjadi terbatas. Sebagai solusi, Trisnadi berusaha menurunkan kadar kolesterol dengan mengonsumsi obat dan menurunkan berat badan melalui program diet.

Solusi tersebut berjalan baik. Setelah menjalaninya selama beberapa tahun, Trisnadi mulai merasakan penurunan berat badan. Tapi tetap saja, dia masih harus membatasi pola makan dan membatasi pilihan olahraga. Trisnadi merasa tidak puas. Menurut dia, kondisi itu tetap menyiksanya.

Latihan 3 Bulan, Lutut Terasa Lebih Kuat
Sampai satu kali dia menjalani program latihan yang khusus dibuat untuk penderita osteoartritis di ISMC. Mencakup latihan kebugaran jantung paru yang bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler, latihan penguatan otot kaki untuk mencegah perkembangan osteoartritis, dan juga program pemeliharaan berat badan.

Program itu dia ikuti setelah lebih dulu menceritakan masalahnya, mengikuti pemeriksaan dokter dan pemeriksaan kebugaran khusus. Selama menjalani program latihan, dia juga didampingi terapis yang memandu agar Trisnadi bisa melakukan gerakan latihan yang tepat, aman, dan sesuai kebutuhan.

Hasilnya? Setelah menjalani sesi demi sesi latihan secara tekun selama 3 bulan, dan mendapat monitoring secara berkala dari dokter, kondisi Trisnadi menunjukan perkembangan. Dia mengaku lututnya terasa lebih kuat, termasuk saat dia coba menggunakannya untuk berolahraga. Dia tidak merasakan nyeri seperti sebelumnya.

Trisnadi juga mengatakan kalau tubuhnya terasa lebih bugar dan tidak cepat merasa lelah, walaupun dia masih harus menjalani jadwal pekerjaan dan bepergian yang padat, serta berolahraga.

Trisnadi membuktikan kalau penanganan yang tepat bisa membantu mengatasi masalah osteoartritis. Bagaimana dengan Anda?

Penilaian :

4.0

1 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS