Tetap Bahagia di Masa Tua

Dirilis

23 Januari 2020

Penulis

Oky Setiarso, Irna Dartiana

Narasumber

Umi Jumlatin

Pekerjaan

Pensiunan

Umi Jumlatin, meninggalkan Pacitan saat muda dan bekerja sebagai pengajar di sebuah Sekolah Dasar di Surakarta. Ternyata dia kerasan tinggal di kota perantauannya itu, hingga memutuskan menikmati masa pensiun di sana.
    `
Saat masih menjadi guru, Umi memang sudah biasa mengatur waktunya dengan baik. Dia selalu mengevaluasi diri untuk mengurangi rutinitas yang kurang baik, dan menggantinya dengan hal baru sesuai usia.

Kebiasaan itu sangat dirasakannya bermanfaat apalagi ketika memasuki masa pensiun. Di awal pensiun, Umi berusaha menyeimbangkan antara kondisi kesehatan dan psikologis, dengan kegiatan sosial di masyarakat. Bagi dia, persiapannya tidak harus detail tapi harus terencana dan seimbang. Motivasinya adalah membuat diri bahagia.

Ada beberapa aktivitas yang dia lakukan. Pertama, menjalankan usaha online. Walau sudah memasuki masa pensiun, Umi mau belajar dari anaknya tentang cara berjualan menggunakan smartphone yang dia miliki. Kedua, dia aktif sebagai Kader Kesehatan di Kantor Cabang Bank BTPN Surakarta. Umi melayani pelayanan kesehatan dasar untuk nasabah dan rekan-rekannya semasa purnabakti, antara lain dengan memberikan layanan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, penilaian status gizi, konsultasi dan edukasi kesehatan. Ketiga, secara rutin Umi aktif bermain olahraga tenis lapangan bersama teman-temannya 4 kali dalam seminggu.

Tetap Bahagia di Masa Tua

Di usia yang sudah 65 tahun, Umi merasakan manfaat dari kombinasi ketiga aktivitasnya. Apa yang Umi kerjakan bisa menjadi motivasi bagi rekan-rekannya sesama pensiunan. Yang penting menurut Umi, agar tetap bahagia di masa tua, siapapun harus belajar optimis, percaya diri, berani melangkah dan membuang rasa malas serta tetap bersemangat.

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS