Sukses Bisnis Cuci Mobil Waterless Berkat Perencana Matang

Dirilis

29 Januari 2021

Penulis

Majalah Franchise Indonesia, Mitra Strategis Program Daya Sejak 2014

Pengusaha

Riva Firdaus Hassan

Jenis Usaha

Pemilik Franchise AutoClean Waterless

Jika biasanya jasa cuci, seperti cuci sepatu, sofa, laundry, sampai cuci mobil membutuhkan banyak air, tidak demikian dengan bisnis cuci mobil milik Riva Firdaus Hassan. Pria satu ini sukses mengembangkan bisnis cuci mobil waterless alias tanpa menggunakan air. Kok bisa?

Buka Bisnis Cuci Mobil Waterless dengan Modal Rp400 Juta

Sejak lama Riva bertekad memiliki bisnis jangka panjang yang sukses dan turut membantu memberdayakan masyarakat. Makanya, ia ingin membuat bisnis unik yang tak mudah ditiru. 

Riva pun melakukan riset, menyeleksi peluang dan potensi usaha di Indonesia yang bisa dikelola dalam jangka waktu panjang. Dari beberapa pilihan, mengerucutlah pilihannya pada usaha cuci mobil atau bengkel mobil.

Dari riset yang dilakukan, ia menemukan konsep cuci mobil waterless yang sudah ada di luar negeri. Di Indonesia sendiri, konsep tersebut baru digarap oleh beberapa brand. “Di situ saya melihat bahwa bisnis cuci mobil waterless ini memang aman dan hasilnya lebih mengkilap. Kemudian saya mengembangkan untuk mencari tahu kira-kira produk-produk apa saja yang bisa men-support bisnis ini,” ujarnya. 

Setelah menemukan produk dan service yang mumpuni, Riva menyiapkan segala hal yang mendukung bisnisnya, seperti branding, logo, rencana pelatihan, SOP, sampai suplai bahan bakunya. Bisnis yang di kemudian diberi nama AutoClean Waterless ini mulai launching pada Februari 2016 dengan modal awal Rp400 juta. 

Seperti harapan besar Riva, AutoClean Waterless pun meluncur dengan mulus di pasar bisnisnya. Merek ini berhasil berkembang pesat dan menjadi market leader di kategori bisnis kemitraan cuci mobil waterless.  

Bisnis Cuci Mobil Waterless Balik Modal Bulan ke-6

Saat ini, AutoClean Waterless memiliki 85 Mitra dengan 43 jumlah gerai yang aktif yang tersebar di Indonesia bagian Barat sampai Indonesia bagian Tengah, antara lain di Palembang, Jakarta, Bogor, Bekasi, Bandung, Cibinong, Sumedang, Purwakarta, Sukabumi, Jogjakarta, Karawang, Solo, Surabaya, Kendari, Klaten, Balikpapan dan juga Makassar. “Kita sempat ada di Pare-Pare dan Palu, tapi karena ada musibah sehingga belum membuka gerainya lagi,” jelas Riva. 

Riva mengungkapkan, omzet bisnis AutoClean Waterless per gerai rata-rata berkisar antara Rp30-Rp 80 juta per bulannya. Jumlah pelanggan setiap gerai rata-rata berkisar 200-450 orang dengan harga jasa cuci dan perawatan mulai dari Rp70 ribu sampai  dengan Rp1,2 juta. Tak heran bila rata-rata mitra bisnis AutoClean Waterless mampu balik modal pada bulan ke-6 atau ke-8. “Tapi biaya setting gerai dan sewa tempat yang berbeda tergantung dari kebijakan mall, Apabila modal Rp120 – 300 juta, BEP-nya sekitar 1,2 tahun sampai 2 tahun,” kata Riva. 

Selain dari pengalaman, Riva mencari tahu, banyak membaca, dan berkonsultasi dengan orang lain tentang cara untuk mengembangkan usaha cuci mobil waterless. “Saya juga mengikuti forum, melakukan diskusi dengan para ahli-ahli di bidangnya, melakukan searching, selebihnya adalah otodidak atau dilakukan sendiri,” tuturnya.

Ingin Meluncurkan Aplikasi Booking Online Cuci Mobil

Rencana mendatang, Riva akan meluncurkan aplikasi untuk memudahkan para mitra dan pelanggan menggunakan jasa cuci mobil dan perawatan di AutoClean Waterless. Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat mengetahui jadwal jam kosong untuk mencuci dan merawat kendaraannya sehingga bisa langsung melakukan booking. Selain menghemat waktu pelanggan, hal ini juga mendorong peningkatan omzet bagi mitra karena meminimalisir pelanggan yang tidak terlayani karena menunggu terlalu lama karena bentrok waktu dengan pelanggan lain. 

“Insyaallah, target kemitraan tahun ini bisa mencapai 120 mitra. Pastinya kami akan terus berinovasi sehingga seluruh kebutuhan customer dapat dilakukan di AutoClean Waterless,” tambah Riva.

Dari awal Februari 2016, kata dia, AutoClean Waterless hanya memiliki 9 varian produk, Namun kini sudah memiliki 23 varian produk. “Kita terus mengembangkan dan memodifikasi produk-produk, sehingga bisa mengakomodir keinginan para pelanggan dan juga memberikan layanan berkualitas untuk pencucian dan perawatan kendaraan,” tendasnya.

Sukses Berkat Perencanaan Bisnis Yang Matang

Tak dipungkiri, salah satu faktor keberhasilan AutoClean Waterless adalah persiapan dan perencanaan bisnis yang matang. Beberapa hal yang disiapkan antara lain sebagai berikut. 

Pertama, Riva memastikan bahwa produk yang akan dipublikasikan betul-betul produk yang berkualitas bagus dan aman, serta mudah untuk dikerjakan. “Banyak sekali tantangannya, sekitar 4-5 bulan saya harus melakukan trial and error dan research untuk produk sebelum dipasarkan. Setelah merasa yakin berkualitas untuk dipasarkan, packaging sudah siap, kita berani mulai memasarkan AutoClean Waterless ke publik,” pungkasnya.

Kedua, ia membuat konsepnya AutoClean Waterless sebagai jasa cuci mobil yang berbeda dari bisnis cuci mobil biasa, bisa memberikan kualitas baik untuk customer, dan juga harus terlihat bonafit agar dipercaya pelanggan. Karena itu, tiap gerai di desain eye catching agar pelanggan nyaman dan yakin saat meninggalkan kendaraan mereka untuk di treatment di gerai AutoClean Waterless.

Ketiga, Riva membuat SOP untuk mempermudah pengerjaan setiap service oleh para karyawan dan mitra bisnisnya. Termasuk mengenai logistik dan metode pendistribusian produknya.  

Keempat, membuat rencana pemasaran. Riva ingin agar AutoClean Waterless bisa diterima dan dikenal masyarakat luas. Ia pun mencari strategi pemasaran yang efektif untuk brand campaign. Diantaranya menggunakan media digital dan media sosial, serta media yang segmented dengan AutoClean. 

Riva juga melibatkan karyawan dan mitranya untuk promosi yaitu menginformasikan dan menawakrkan paket-paket service yang ada seperti ada cuci wax & sealant yang dapat membersihkan mesin, membersihkan jamur kaca, membersihkan jamur di bodi mobil, dan lain-lain ke pelanggan. “Kemudian mereka juga menghubungi loyal customer, jika sudah waktunya melakukan pembersihan dan perawatan kendaraan lagi. Dengan demikian, selain membantu pemasaran, informasi ke pelanggan pun tersampaikan dengan baik,” sambungnya. 

Untuk mendukung transaksi bisnis, AutoClean Waterless secara administrasi sudah menjalankan end to end software system. Jadi setiap pemasukan, pengeluaran, stok barang para mitra dapat diketahui oleh mitra secara otomatis karena semua sudah by system. Wah, canggih ya!

Mengenai sistem produksi dan penyimpanan, Riva melakukan produksi sendiri yang tercatat di sistem, sehingga semuanya lebih mudah terpantau dan termonitor. “Untuk penyimpanan, kita ada tempat penyimpanan dari setiap produk, sehingga kita bisa menjaga stok-stok barang yang ada,” terangnya. 

Peluang Bisnis Kemitraan Cuci Mobil Waterless

Untuk mempercepat pertumbuhan bisnis, Riva menawarkan peluang kerja sama kemitraan. “Berdasarkan pengalaman, saya melihat masyarakat Indonesia banyak sekali yang ingin memiliki usaha. Namun kendalanya harus mengeluarkan dana yang sangat besar, dan mereka juga ingin memulai usaha yang sudah berjalan sistemnya. Maka pilihannya kemitraan atau franchise,” katanya.  

AutoClean Waterless pun menawarkan kemitraan dengan investasi yang relatif terjangkau. Hal inilah, kata Riva, yang membuat AutoClean Waterless bisa berkembang secara cepat di tahun pertama dan kedua. “Kemudian berdasarkan analisa tersendiri bisnis cuci mobil adalah bisnis jangka panjang, tidak akan ada matinya,” jelasnya.

Menurutnya, estimasi perhitungan kemitraan dilakukan mulai dari perhitungan biaya produksi, estimasi penjualan hingga keuntungan yang diharapkan. “Untuk kemitraan prinsipnya adalah selagi usaha ini memang masih bisa memberikan keuntungan walaupun itu tidak besar, maka jalankan,” katanya. 

Dari situ, Riva bisa meramu dan memformulasikan nilai kemitraan yang kira-kira pantas untuk dikeluarkan ke masyarakat. “Kemudian kalau untuk customer dan usaha para mitra saya, dari awal kita sudah memberitahukan mengenai HPP (Harga Pokok Produk) dari setiap jasa cuci dan perawatan yang kita tawarkan, sehingga mereka sudah bisa membayangkan kira-kira operational cost dan juga target yang harus mereka lakukan untuk menjalankan bisnis ini,” ungkapnya.

Kendala karyawan, lokasi sampai pendistribusian logistik

Meski terbilang sukses, bisnis cuci mobil waterless yang dijalani Riva bukan tanpa kendala. Masalah turn over karyawan merupakan salah satu yang harus dihadapi. “Di sini pada prinsipnya dari awal para mitra juga mengetahui kita sama-sama memerlukan karyawan. Jadi jika mereka tidak siap, tak bisa diajak profesional maka kita mengizinkan mengeluarkan mereka dari pekerjaan,” jelasnya. 

Selain itu, lokasi juga menjadi salah satu tantangan bagi calon mitranya. Belajar dari pengalaman, Riva merekomendasikan bisnis AutoClean Waterless dibuka di mall karena lebih menguntungkan. “Namun di mall kadang-kadang tidak bisa menyediakan lahan atau tempat usaha dikarenakan tempat parkiran yang sudah penuh atau memang ada hal-hal lain, sehingga banyak sekali waiting list dari mitra-mitra kami yang ingin membuka usaha di tempat-tempat tersebut,” tambah Riva.  

Semenjak tahun 2018, Riva kerjasama dengan mall-mall baik melalui grup mall melalui agency, ataupun melalui perhimpunan ikatan pengusaha mall. “Kita coba melakukan kerjasama untuk lebih mengakomodir keinginan para mitra membuka usaha di tempat-tempat tersebut. Alhamdulillah semenjak 2019 kita bekerjasama dengan satu agensi yang membantu kita membuka mall-mall di Indonesia,” katanya.

Kendala lainnya adalah faktor logistik dan pendistribusian baik dari bahan baku maupun pendistribusian produk ke mitra. Misalnya bahan baku impor tertahan di bea cukai, faktor cuaca, faktor logistik dan lain sebagainya. “Ada beberapa mitra kami di luar pulau Jawa sehingga pendistribusian harus menggunakan kapal laut. Karena pengiriman cairan tidak diperbolehkan menggunakan ekspedisi udara jadi kadang-kadang ada kendala kapal gagal berangkat beberapa hari,” tambah Riva. Untung mengantisipasi, Riva dan mitra yang berada di luar pulau Jawa berkoordinasi menentukan jadwal yaitu mereka harus spare waktu 2-3 minggu untuk stok barang mereka. Sehingga jika ada kendala pengiriman, stok mereka tetap aman.

Berbisnis dari hal yang disukai

Riva memberikan tips singkat bagi yang ingin terjun ke dunia usaha. Pertama, jika ingin memiliki usaha akan lebih baik dan lebih enak apabila bidang itu adalah bidang yang disukai. Karena seberapa repotnya, seberapa memakan waktunya usaha tersebut, semuanya tidak akan terasa menjadi sesuatu yang berat karena kita enjoy dalam menjalankannya. 

Kedua, gigih, pantang menyerah, dan fleksibel. Fleksibel artinya bisa jadi ada waktu atau tidak ada waktu. Kadang-kadang karyawan hari sabtu dan minggu libur, sebagai pengusaha tidak libur karena terus melakukan hal-hal untuk perkembangan usaha. “Tapi memang fleksibelnya adalah kita dapat mengatur waktunya tidak seperti 9-5 seperti karyawan yang lainnya. Jadi tips saya pilih bidang yang anda sukai,” pungkas pria yang hobi otomotif ini.
 

Penilaian :

5.0

7 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS