Informasi Artikel

Dirilis

06 November 2026

Penulis Artikel

Liana Oktavia


Tag

Pernahkah Anda merasakan Franchise fee sudah dibayar,. Brand yang dipilih punya nama, sistem usaha sudah tersedia, dan Anda siap membuka outlet pertama, Lalu, Anda menemukan ruko di depan pusat perbelanjaan yang selalu ramai, Kelihatannya menjanjikan?

Namun, sering terbesit di pikiran bagaimana jika tiga bulan setelah buka, omzet tidak sesuai harapan?

Salah satu penyebabnya bisa jadi bukan brand atau kualitas produk, melainkan lokasi yang kurang sesuai dengan bisnis Anda. Banyak calon mitra franchise memilih tempat berdasarkan satu pertanyaan: "Ramai, nggak?" Padahal, pertanyaan yang lebih penting adalah: "Apakah orang yang datang ke sini membutuhkan produk yang dijual dan bisa membelinya?"

Sebelum Anda menandatangani kontrak sewa tempat, yuk, pahami cara mengevaluasi lokasi franchise.

 

Ramai Belum Tentu Menguntungkan

Bayangkan sebuah franchise minuman dengan harga terjangkau membuka outlet di pusat perbelanjaan premium. Pengunjungnya banyak, tetapi sebagian besar datang untuk berbelanja produk dengan harga lebih tinggi.

Di dalam dunia bisnis, ada yang dinamakan foot traffic. Foot traffic adalah jumlah orang yang melewati atau berada di suatu area. sementara ada yang dinamakan pelanggan potensial, adalah orang yang punya kebutuhan dan akan memilih produk Anda. Yang perlu diperhatikan bukan cuma berapa banyak orang lewat, tapi siapa mereka, kapan mereka beraktivitas, dan seberapa mudah lokasi itu memfasilitasi mereka untuk membeli.

Contohnya, ruko di area perumahan mungkin tidak seramai mal, tetapi bisa punya pelanggan yang datang berulang untuk kebutuhan harian.

 

Pilih Lokasi Sesuai Jenis Franchise

Setiap bisnis punya kebutuhan lokasi yang berbeda:

  1. Mal atau pusat perbelanjaan, cocok untuk bisnis yang mengandalkan pengunjung mal, seperti F&B, fashion, atau produk yang sering dibeli secara spontan. Perhatikan biaya sewa, biaya pengelola, persaingan, dan kesesuaian pengunjung dengan harga produk.
  2. Ruko pinggir jalan utama, cocok untuk bisnis yang butuh visibilitas dan akses kendaraan, seperti F&B, laundry, atau jasa tertentu. Jangan hanya melihat banyaknya kendaraan yang lewat; pastikan pelanggan bisa masuk, berhenti, dan keluar dengan mudah.
  3. Area perumahan, cocok untuk bisnis yang melayani kebutuhan rutin warga sekitar, seperti laundry, salon, minimarket, atau makanan harian. Kelebihannya adalah kedekatan dengan pelanggan, tapi tetap perlu memastikan jumlah penghuni dan daya beli mereka sesuai dengan bisnis yang akan dibuka.


 

Hitung Kemampuan Lokasi Membayar Sewa

Lokasi strategis dengan sewa mahal belum tentu jadi pilihan terbaik. Sebelum menyewa, hitung apakah proyeksi omzet mampu menutup biaya tempat dan pengeluaran lainnya.

Misalnya, Anda mempertimbangkan franchise minuman dengan:

  • Harga rata-rata transaksi: Rp20.000
  • Target penjualan: 50 transaksi per hari
  • Hari operasional: 30 hari per bulan
  • Sewa tempat: Rp6 juta per bulan

Jika target penjualan tercapai, omzet ilustratifnya:
50 transaksi × Rp20.000 × 30 hari = Rp30 juta per bulan

Rasio sewa terhadap omzet: Rp6 juta ÷ Rp30 juta × 100% = 20%

Angka ini baru satu variabel. Anda masih harus menghitung bahan baku, gaji, listrik, royalti, dan pengeluaran lain. Gunakan proyeksi yang benar dan juga detail, agar tidak ada pengeluaran yang bisa melebihi omzet.

 

Enam Hal yang Wajib Dicek Saat Survei Lokasi

  1. Target pasar di sekitar — siapa yang tinggal, bekerja, atau beraktivitas di sekitar lokasi, dan apakah mereka sesuai dengan calon pelanggan franchise Anda?
  2. Akses dan parkir — periksa akses kendaraan, ketersediaan parkir, dan kemudahan berhenti. Lokasi yang sulit dijangkau bisa mengurangi minat beli.
  3. Visibilitas — apakah outlet terlihat dari jalan dan papan nama bisa dipasang dengan jelas? Cek juga aturan pemasangan signage dari pemilik tempat dan pemerintah setempat.
  4. Kompetitor dan alternatif — cari tahu bisnis sejenis di sekitar lokasi, termasuk usaha lain yang menawarkan alternatif untuk kebutuhan yang sama.
  5. Akses delivery — jika bisnis mengandalkan layanan pesan-antar, pastikan kurir mudah menemukan dan mengambil pesanan.
  6. Pola keramaian — amati keramaian pada jam dan hari berbeda, karena lokasi yang ramai di akhir pekan belum tentu ramai saat target pelanggan Anda membeli.


 

Cara Survei Lokasi dalam 3 Hari

Anda bisa melakukan survei awal sendiri sebelum menggunakan jasa konsultan.

  • Hari 1 — Kenali area dan target pasar. Datang ke lokasi, amati lingkungan sekitar, jenis pengunjung, usaha yang sudah ada, dan akses menuju tempat tersebut.
  • Hari 2 — Hitung traffic pada tiga waktu. Kunjungi lokasi pada pagi (07.00–09.00), siang (11.30–13.30), dan sore/malam (17.00–19.00). Hitung jumlah orang atau kendaraan yang lewat selama 15 menit di setiap sesi, catat siapa yang lewat dan apakah mereka berhenti. Lakukan di hari kerja maupun akhir pekan jika memungkinkan. Tujuannya untuk memahami pola calon pelanggan.
  • Hari 3 — Validasi biaya dan riwayat tempat. Bandingkan harga sewa dengan dua atau tiga lokasi sekitar. Tanyakan kepada pemilik atau warga sekitar: bisnis apa yang pernah buka di sana dan mengapa pindah atau tutup?


 

Jangan Terburu-Buru Menandatangani Kontrak

Franchisor bisa membantu memilih lokasi, tetapi Anda tetap perlu verifikasi sendiri: tanyakan kenapa lokasi tersebut direkomendasikan, data yang digunakan, dan apakah ada outlet lain yang berdekatan. Pastikan proyeksi omzet realistis, biaya sewa dan biaya tambahan sudah jelas, serta lokasi memenuhi izin dan kebutuhan operasional sebelum tanda tangan.

Jika lokasi belum meyakinkan, menunda pembukaan bisa jadi pilihan yang lebih bijak daripada terikat biaya tempat selama bertahun-tahun. Lokasi yang tepat bukan selalu yang paling ramai, melainkan yang paling sesuai dengan pelanggan dan kemampuan bisnis Anda.

 

Konsultasi dengan Ahlinya

Bagaimana Anda sudah menemukan lokasi yang menarik? Lengkapi evaluasi Anda sebelum membeli franchise dengan membaca Tips Menghitung Biaya Franchise dan Cara Memilih Franchise Yang Tepat. Masih ragu dengan pilihan lokasi atau perhitungan sewa Anda? Konsultasikan langsung lewat ahli kami di tanya ahli! Segerakan daftar diri anda di daya.id untuk mengetahui info lebih banyak tentang waralaba dan peluang usaha.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Rahasia Bisnis Rumahan Bebas Razia: Panduan Dasar Izin UMKM Pemula
Keuangan

Rahasia Bisnis Rumahan Bebas Razia: Panduan Dasar Izin UMKM Pemula

25 Agustus 2026

5.0
Cara Mengelola Pembayaran Utang Usaha agar Operasional Lancar
Keuangan

Cara Mengelola Pembayaran Utang Usaha agar Operasional Lancar

22 Mei 2026

5.0
Cara Cepat Balik Modal Usaha: Strategi Efektif untuk Pemula
Keuangan

Cara Cepat Balik Modal Usaha: Strategi Efektif untuk Pemula

24 April 2026

5.0
7 Tips Memisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha
Keuangan

7 Tips Memisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha

23 April 2026

Berikan Pendapat Anda