Informasi Artikel

Dirilis

11 Oktober 2026

Penulis Artikel

Davy Lava Addzikria Rochman


Tag

Penjualan ramai belum tentu untung besar. Anda harus lebih dulu menghitung antara omzet yang Anda dapatkan, dikurangi dengan biaya bahan baku, kemasan, gas, listrik, gaji, hingga biaya layanan pesan-antar juga terus berjalan. Dari situ Anda baru bisa yakin sebetulnya berapa sih keuntungan usaha Anda.

Jika berbagai pengeluaran tersebut tidak dicatat dan dihitung dengan baik, Anda tidak akan pernah tahu pasti berapa sebenarnya keuntungan usaha Anda. Jangan-jangan keuntungan yang diperoleh tidak sebesar yang Anda bayangkan.

Laporan keuangan membuat bisnis Anda semakin jelas dan terukur. Anda bisa melihat kondisi bisnis menjadi lebih akuntabel. 

Lalu, bagaimana cara membuatnya? Apakah harus dibuat dengan laporan yang rumit? Mari kita simak lebih lanjut!

 

Apa itu Laporan Keuangan?

Laporan keuangan adalah rangkuman kondisi keuangan usaha dalam periode tertentu, bisa dalam satu bulan atau tiga bulan. Dengan tujuan bisa membantu pemilik usaha mengetahui pendapatan, biaya, dan hasil usaha. 

Laporan keuangan bukan hanya untuk pelaku usaha yang sudah sukses ataupun besar. Dokumen ini juga sangat penting untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah. 

Untuk memulainya, Anda tidak harus menggunakan laporan yang kompleks. Dengan format sederhana dan pencatatan yang konsisten, Anda sebagai pemilik usaha sudah dapat memahami kondisi bisnis dan menggunakannya sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

 

Apa yang Perlu Ada dalam Laporan Keuangan Sederhana?

Laporan keuangan sederhana untuk usaha kuliner tidak harus menggunakan istilah akuntansi yang rumit. Untuk tahap awal, Anda bisa berfokus pada beberapa komponen utama berikut:

 

1.    Pendapatan atau penjualan

Catat seluruh pemasukan yang diperoleh dari penjualan produk atau jasa.

 

2.    Biaya usaha

Catat seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan operasional, seperti bahan baku, kemasan, gaji, listrik, gas, sewa, dan biaya lainnya.

 

3.    Keuntungan atau kerugian

Hitung selisih antara total pendapatan dan total biaya dalam periode tertentu.

 

4.    Aset dan kewajiban

Jika diperlukan, Anda juga dapat mencatat aset dan kewajiban usaha secara sederhana untuk mendapatkan gambaran kondisi keuangan yang lebih lengkap.
Dengan mencatat komponen tersebut secara rutin, Anda sebagai pemilik usaha bisa mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan atau hanya menghasilkan omzet yang besar

 

Contoh Laporan Keuangan Sederhana untuk Usaha Kuliner

Agar lebih mudah dipahami, mari gunakan contoh Warung Ayam milik Pak Makmur.

Selama bulan September, Warung Ayam Pak Makmur memperoleh pendapatan sebesar Rp30 juta. Pada periode yang sama, usaha tersebut memiliki beberapa pengeluaran, yaitu: 

  • Rp12 juta untuk bahan baku
  • Rp1,5 juta untuk kemasan
  • Rp1,5 juta untuk listrik, gas, dan air
  • Rp5 juta untuk gaji, 
  • Rp2 juta untuk biaya lainnya. 

Dari contoh tersebut, keuntungan usaha dapat dihitung dengan rumus:
Keuntungan = Total Pendapatan - Total Biaya
Rp30 juta - Rp22 juta = Rp8 juta

Artinya, setelah seluruh biaya usaha dikurangkan dari pendapatan, Warung Ayam Pak Makmur memperoleh keuntungan sebesar Rp8 juta pada bulan September.

Angka tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi usaha. Pemilik dapat melihat biaya mana yang paling besar, mengidentifikasi pengeluaran yang perlu dikendalikan, serta mengevaluasi apakah keuntungan yang diperoleh sudah sesuai dengan target.

Perlu diperhatikan bahwa keuntungan usaha tidak selalu dapat dianggap sebagai pendapatan pribadi pemilik. Sebagian keuntungan mungkin perlu digunakan kembali untuk modal kerja, pengembangan usaha, atau kebutuhan bisnis lainnya.

 

Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana

Bagaimana cara membuat laporan keuangan sederhana yang paling mudah dipahami dan bisa diterapkan oleh bisnis apapun, terutama bisnis kuliner?

Berikut cara yang bisa Anda terapkan pertimbangkan.

 

1. Tentukan Periode Laporan

Tentukan periode pencatatan yang ingin digunakan. Anda bisa membuat laporan secara bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, atau tahunan.

Untuk usaha kecil, pencatatan setiap hari dan rekapitulasi setiap bulan dapat membantu menjaga data tetap rapi dan mudah diperiksa.

 

2. Hitung Total Pendapatan

Jumlahkan seluruh pemasukan usaha selama periode tersebut.

Pastikan pendapatan yang dicatat berasal dari seluruh saluran penjualan, baik penjualan langsung di toko maupun melalui platform pesan-antar jika ada.

 

3. Catat dan Hitung Seluruh Biaya

Selanjutnya, jumlahkan seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan usaha.

Beberapa contoh biaya yang perlu dicatat antara lain:

  • Bahan baku.
  • Kemasan.
  • Gaji karyawan.
  • Listrik, air, dan gas.
  • Sewa tempat.
  • Biaya layanan pesan-antar.
  • Biaya pemasaran.
  • Biaya operasional lainnya.

Jangan mengabaikan pengeluaran kecil. Jika dikumpulkan dalam satu periode, biaya tersebut tetap dapat memengaruhi keuntungan usaha.

 

4. Hitung Keuntungan atau Kerugian

Setelah mengetahui total pendapatan dan biaya, hitung hasil usaha menggunakan rumus sederhana:

Keuntungan atau kerugian = Total pendapatan - Total biaya

Jika hasilnya positif, usaha memperoleh keuntungan. Jika hasilnya negatif, berarti pengeluaran lebih besar daripada pendapatan pada periode tersebut.

 

5. Evaluasi Hasilnya

Jangan berhenti setelah mendapatkan angka keuntungan.

Gunakan laporan tersebut untuk melihat kondisi bisnis secara lebih mendalam. Periksa biaya yang meningkat, produk yang paling banyak terjual, serta bagian usaha yang masih dapat diperbaiki.

 

Tips agar Laporan Keuangan Lebih Berguna

Selain hal di atas, berikut ini beberapa tips lain yang bisa membuat laporan keuangan Anda lebih berguna.

 

1. Pisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi

Mencampurkan uang usaha dengan uang pribadi merupakan salah satu kebiasaan yang dapat menyulitkan pencatatan keuangan.

Jika seluruh uang berada dalam satu rekening atau satu tempat tanpa pencatatan yang jelas, Anda akan kesulitan mengetahui berapa uang yang benar-benar berasal dari usaha dan berapa yang digunakan untuk kebutuhan pribadi.

Karena itu, sebisa mungkin pisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi sejak awal.

 

2. Catat Semua Biaya, Termasuk Pengeluaran Kecil

Jangan menganggap remeh pengeluaran kecil. Biaya yang terlihat sedikit jika dilakukan berulang kali dapat menjadi jumlah yang cukup besar dalam satu bulan.

Dengan mencatat semua pengeluaran, Anda dapat mengetahui ke mana saja uang usaha digunakan dan mengidentifikasi biaya yang sebenarnya dapat dikurangi.

 

3. Jangan Menganggap Omzet sebagai Keuntungan

Omzet adalah total penjualan, bukan keuntungan bersih.

Misalnya, usaha memperoleh omzet Rp30 juta dalam satu bulan. Angka tersebut belum menunjukkan keuntungan yang sebenarnya karena masih ada berbagai biaya yang harus dibayarkan.

Karena itu, jangan menilai kesehatan bisnis hanya dari besarnya omzet. Perhatikan juga berapa keuntungan yang tersisa setelah seluruh biaya diperhitungkan.

 

4. Buat Laporan Secara Rutin

Konsistensi merupakan salah satu kunci dalam pencatatan keuangan.

Jika membuat laporan bulanan terasa berat, Anda dapat memulainya dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap hari. Data tersebut kemudian direkap secara berkala menjadi laporan bulanan.

Dengan cara ini, pencatatan akan lebih mudah dilakukan karena Anda tidak perlu mengingat seluruh transaksi di akhir bulan.

 

5. Gunakan Laporan untuk Mengevaluasi Usaha

Laporan keuangan sebaiknya tidak hanya disimpan sebagai catatan. Gunakan informasi di dalamnya untuk mengambil melalukan evaluasi usaha dan mengambil keputusan bisnis.

Misalnya, Anda melihat biaya bahan baku meningkat cukup besar. Dari informasi tersebut, Anda dapat mengevaluasi penggunaan bahan, mencari pemasok alternatif, atau meninjau kembali harga jual produk.

Begitu juga ketika penjualan meningkat tetapi keuntungan tidak ikut bertambah. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa ada biaya yang perlu diperiksa kembali.

 

Tidak Harus Rumit, yang Penting Konsisten

Anda tidak harus menjadi ahli akuntansi untuk mulai memahami kondisi keuangan usaha khususnya di bidang kuliner ini. Mulailah dengan laporan sederhana yang mencatat pendapatan, biaya, dan hasil usaha secara rutin. Dengan begitu, Anda tidak hanya tahu seberapa ramai usaha berjalan, tetapi juga seberapa sehat kondisi keuangannya. 

Jika Anda masih bingung untuk membuat laporan keuangan bagaimana dan seperti apa, Anda bisa konsultasi langsung dengan ahli kami di sini, atau daftar akun daya.id secara gratis untuk mengakses lebih banyak pelatihan dan tips seputar pengelolaan usaha.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Cara Mengelola Pembayaran Utang Usaha agar Operasional Lancar
Keuangan

Cara Mengelola Pembayaran Utang Usaha agar Operasional Lancar

22 Mei 2026

5.0
Cara Cepat Balik Modal Usaha: Strategi Efektif untuk Pemula
Keuangan

Cara Cepat Balik Modal Usaha: Strategi Efektif untuk Pemula

24 April 2026

5.0
7 Tips Memisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha
Keuangan

7 Tips Memisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha

23 April 2026

5.0
Jangan Sampai Jual Rugi! Panduan Praktis Menghitung Harga Pokok Penjualan untuk Ekspansi Bisnis
Keuangan

Jangan Sampai Jual Rugi! Panduan Praktis Menghitung Harga Pokok Penjualan untuk Ekspansi Bisnis

18 April 2026

Berikan Pendapat Anda