Informasi Artikel

Dirilis

22 September 2026

Penulis Artikel

Liana Oktavia


Tag

“Di Jakarta laku keras, pasti di kota saya juga laku!” Memilih franchise yang sudah terbukti sukses tentu menarik. Anggapan ini wajar, tetapi omzet setiap gerai bisa berbeda karena kondisi lokasi dan pasar.

Rumus BEP (Break Even Point) memang sederhana. Kuncinya ada pada angka yang digunakan. Gunakan omzet rata-rata gerai, bukan hanya omzet puncak dari presentasi franchisor, agar hasil BEP lebih sesuai dengan kondisi bisnis.
Gunakan angka yang realistis dan sesuaikan target omzet dengan potensi pasar di lokasi yang dipilih untuk mendapatkan gambaran BEP yang lebih akurat.

 

Apa Itu BEP dan Kenapa Penting Dihitung Sendiri?

BEP (Break Even Point) adalah titik ketika total pendapatan sama dengan total pengeluaran. Artinya, bisnis belum untung maupun rugi. BEP bukan tujuan akhir, melainkan batas awal sebelum bisnis mulai menghasilkan keuntungan.

BEP membantu Anda mengetahui minimum penjualan yang perlu dicapai setiap bulan agar bisnis tidak mengalami kerugian. Jika target tersebut sulit dicapai di lokasi yang dipilih, hal ini dapat menjadi pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

 

Rumus BEP Sederhana untuk Franchise

Untuk franchise, BEP investasi dapat dihitung dengan rumus sederhana:

BEP (bulan) = Total Investasi Awal ÷ Laba Bersih Bulanan

Keterangan:

  • Total Investasi Awal = franchise fee + sewa lokasi + renovasi + peralatan + modal kerja 3 bulan
  • Laba Bersih Bulanan = omzet rata-rata - seluruh biaya operasional, termasuk gaji, bahan baku, sewa, listrik, royalti, dan marketing fee.

Gunakan estimasi omzet dan biaya yang realistis agar hasil perhitungan BEP lebih sesuai dengan kondisi bisnis.

Untuk membantu menghitungnya, Anda dapat menggunakan Kalkulator BEP Franchise dalam format Excel. Masukkan beberapa asumsi bisnis dan dapatkan estimasi pendapatan, biaya operasional, laba bersih, margin, hingga BEP secara otomatis, termasuk skenario dengan buffer 40%.

KALKULATOR BEP FRANCHISE

TOTAL INVESTASI AWAL

Franchise Fee

Rp80.000.000

Biaya lisensi brand

Sewa Lokasi (deposit

+ 1 tahun)

Rp36.000.000

Termasuk deposit biasanya 3-6 bulan

Renovasi & Interior

Rp25.000.000

Tanya franchisor standar minimal

Peralatan & Perlengkapan

Rp15.000.000

Mesin, meja, kursi, dan lainnya

Modal Kerja 3 Bulan

Rp30.000.000

Bahan baku + gaji + operasional awal

Biaya Lain-lain

Rp5.000.000

Perizinan, branding tambahan, dan lainnya.

TOTAL INVESTASI AWAL

Rp191.000.000

 

[Download Kalkulator BEP Franchise, Gratis]

 

Contoh Perhitungan: Franchise Minuman di Dua Kota Berbeda

Sebuah franchise minuman dengan investasi awal Rp150 juta memiliki gambaran BEP berikut di dua kota:

Skenario A: Kota Tier-1 (Jakarta, Surabaya)

  • Omzet harian: Rp4 juta (Rp120 juta/bulan)
  • Total biaya operasional: Rp90 juta/bulan (sewa tinggi, gaji UMR tinggi)
  • Laba bersih: Rp30 juta/bulan
  • BEP: 5 bulan

Skenario B: Kota Tier-2 (Cirebon, Solo)

  • Omzet harian: Rp2,5 juta (Rp75 juta/bulan)
  • Total biaya operasional: Rp55 juta/bulan
  • Laba bersih: Rp20 juta/bulan
  • BEP: 7,5 bulan

Kedua skenario terlihat menarik, tetapi ada beberapa asumsi yang perlu diperhatikan.

 

Kenapa Proyeksi BEP Bisa Berbeda?

Proyeksi BEP perlu dilihat bersama asumsi yang digunakan, terutama angka omzet. Omzet tertinggi akan menghasilkan BEP yang lebih cepat dibandingkan omzet rata-rata.

Beberapa hal  berikut bisa membuat hasil proyeksi berbeda:

 

•    HPP dapat berubah 

Proposal mungkin menggunakan HPP 45%, tetapi angka tersebut bisa lebih tinggi karena waste, porsi yang tidak konsisten, atau kenaikan harga bahan baku. Selisih HPP bisa langsung memengaruhi laba bersih.

 

•    Omzet awal belum tentu mencerminkan kondisi berikutnya

Grand opening dan promo dapat membuat omzet bulan pertama lebih tinggi. Karena itu, omzet awal belum tentu mencerminkan penjualan pada bulan-bulan berikutnya.

 

•    Biaya operasional yang belum diperhitungkan

Maintenance mesin, listrik, penggantian karyawan, dan packaging tambahan dapat menjadi biaya tambahan. Jika belum diperhitungkan sejak awal, biaya tersebut dapat memengaruhi laba dan perhitungan BEP.

Jika franchisor memperkirakan BEP 6 bulan, coba hitung kembali dengan buffer 30-50%. Jika hasilnya menjadi 9-10 bulan dan masih sesuai dengan kemampuan finansial Anda, perhitungannya bisa menjadi lebih realistis.

 

Validasi Pasar: Pastikan Target Sesuai Kondisi 

Target omzet akan lebih realistis jika sesuai dengan kondisi pasar di lokasi yang dipilih. Berikut beberapa cara sederhana untuk mengeceknya:

 

•    Hitung traffic lokasi 

Datangi lokasi selama 3 hari pada waktu yang berbeda, misalnya pagi, siang, dan sore. Catat jumlah orang yang lewat, lalu gunakan estimasi konservatif 2-5% sebagai calon pembeli. Apakah jumlah tersebut cukup untuk mencapai target omzet harian?

 

•    Cek kompetitor dan produk pengganti 

Gunakan Google Maps untuk melihat usaha sejenis dalam radius 1-2 km. Jangan hanya melihat kompetitor langsung. Jika ingin membuka franchise kopi, perhatikan juga warung teh, minimarket, hingga layanan pesan-antar yang bisa menjadi pilihan konsumen.

 

•    Tanya kebiasaan belanja warga sekitar

Datangi warung atau toko di sekitar lokasi dan tanyakan secara sederhana, misalnya, “Biasanya orang di sini beli makan atau minum di mana?” Jawaban dari warga sekitar bisa memberikan gambaran yang berbeda dari asumsi awal.

 

•    Cek demografi dan daya beli 

Harga produk perlu sesuai dengan kondisi konsumen di sekitar lokasi. Minuman seharga Rp25.000-35.000 mungkin cocok di area perkantoran, tetapi belum tentu sesuai untuk kawasan perumahan dengan daya beli yang berbeda.

 

Pertanyaan Penting Sebelum Membeli Franchise


 

•    Berapa lama BEP franchise yang wajar? 

Tergantung pada modal dan jenis industrinya. Untuk franchise F&B dengan modal Rp100–200 juta, BEP sekitar 8-14 bulan masih tergolong wajar. Jika proyeksinya di bawah 6 bulan, Anda bisa meminta data pendukung dari gerai yang sudah berjalan.

 

•    Apakah BEP sama dengan balik modal? 

Secara sederhana, BEP investasi menunjukkan kapan modal awal kembali melalui akumulasi laba bersih. Namun, perhitungan ini belum memperhitungkan waktu, tenaga, dan opportunity cost.

 

•    Bagaimana jika franchisor tidak memberikan data omzet mitra? 

Data dari mitra yang sudah berjalan dapat membantu melihat apakah proyeksi BEP sesuai kondisi di lapangan. Jika data tidak tersedia, coba cari informasi langsung dari mitra yang sudah menjalankan franchise tersebut.


Memilih franchise bukan hanya soal seberapa cepat modal kembali, tetapi juga seberapa realistis target penjualan yang digunakan dalam perhitungannya. Dengan memahami angka di balik BEP dan melihat kondisi pasar di lokasi yang dipilih, Anda dapat menilai peluang franchise dengan lebih matang.

Punya pertanyaan sebelum memilih franchise? Konsultasikan rencana dan kebutuhan bisnis Anda melalui fitur Tanya Ahli di Daya.id. Daftarkan diri Anda dan dapatkan solusi praktis dari Ahli Waralaba sesuai kebutuhan Anda.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Cara Menentukan Harga Jual Es Buah untuk Pemula: Raih Untung Maksimal
Keuangan

Cara Menentukan Harga Jual Es Buah untuk Pemula: Raih Untung Maksimal

26 Juli 2026

5.0
Cara Menentukan Harga Jual Produk dan Jasa agar Cuan Maksimal
Keuangan

Cara Menentukan Harga Jual Produk dan Jasa agar Cuan Maksimal

07 Oktober 2025

5.0
Tips Menekan Biaya Saat Ingin Memulai Usaha
Keuangan

Tips Menekan Biaya Saat Ingin Memulai Usaha

25 September 2025

4.8
Harga yang Tepat untuk Produk Pecel Lele Rumahan
Keuangan

Harga yang Tepat untuk Produk Pecel Lele Rumahan

21 Juni 2025

Berikan Pendapat Anda