Bagi Anda yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol), ada kabar baik yang perlu diketahui. Mulai 1 Juli 2026, pengemudi ojol roda dua masuk dalam kategori UMKM sebagai pengusaha mikro transportasi online.
Sekilas, perubahan ini mungkin terdengar seperti urusan administrasi. Namun, status tersebut sebenarnya dapat membuka peluang bagi pengemudi ojol untuk memperoleh akses ke berbagai program pengembangan usaha, seperti pelatihan, pendampingan bisnis, peningkatan keterampilan, hingga akses pembiayaan sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
Yang tidak kalah penting, peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk mulai membangun usaha sampingan. Dengan begitu, sumber penghasilan tidak hanya bergantung pada jumlah order harian.
Jika selama ini Anda ingin memiliki pemasukan tambahan di luar mengemudi, inilah saat yang tepat untuk mulai mencari dan mengembangkan peluang usaha yang sesuai.
Apa Manfaat Status UMKM bagi Pengemudi Ojol?
Masuknya pengemudi ojol ke dalam kategori usaha mikro memberikan peluang untuk mendapatkan berbagai bentuk dukungan bagi pengembangan usaha.
Beberapa manfaat yang berpotensi dimanfaatkan antara lain:
- Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mengelola usaha.
- Pendampingan bagi pengemudi yang baru mulai merintis bisnis.
- Kesempatan mengakses pembiayaan usaha sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
- Program peningkatan keterampilan dan kewirausahaan.
- Peluang memperluas jaringan usaha dan kemitraan.
- Kesempatan membangun usaha sampingan untuk menambah penghasilan.
Bagi pengemudi yang menghadapi naik turunnya jumlah order, berbagai dukungan tersebut dapat menjadi bekal untuk membangun sumber pendapatan tambahan yang lebih beragam.
3 Hal yang Perlu Diketahui Pengemudi Ojol
Sebelum memanfaatkan peluang tersebut, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami.
1. Apakah Pengemudi Ojol Harus Mendaftar sebagai UMKM?
Tidak. Pengemudi yang terdaftar pada platform aplikator masuk dalam kategori pengusaha mikro transportasi online sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Artinya, pengemudi tidak harus terlebih dahulu membuat usaha baru hanya untuk mendapatkan status tersebut.
2. Apakah Status UMKM Berarti Otomatis Mendapat Pembiayaan?
Tidak. Status sebagai usaha mikro tidak berarti pengemudi otomatis mendapatkan pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau program pembiayaan lainnya.
Setiap program tetap memiliki persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi. Karena itu, penting untuk memahami persyaratan sebelum mengajukan pembiayaan.
3. Apakah Harus Memiliki Usaha Terlebih Dahulu?
Tidak harus. Justru, status tersebut dapat menjadi salah satu peluang bagi pengemudi untuk mulai belajar dan merintis usaha secara bertahap. Usaha tidak harus langsung besar. Anda dapat memulainya dari kebutuhan yang paling dekat dengan aktivitas sehari-hari.
![]()
Mengapa Peluang Ini Penting bagi Pengemudi Ojol?
Tanpa disadari, pekerjaan sebagai pengemudi ojol memberikan akses langsung terhadap informasi mengenai kebutuhan pasar.
Setiap hari, Anda bertemu dengan pelanggan, melewati berbagai kawasan, melihat aktivitas masyarakat, dan berinteraksi dengan sesama pengemudi. Semua pengalaman tersebut dapat membantu menemukan peluang usaha yang mungkin belum dilihat orang lain.
Cobalah memperhatikan beberapa hal berikut:
- Produk apa yang paling sering dicari pelanggan?
- Area mana yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi?
- Layanan apa yang masih sulit ditemukan di sekitar Anda?
- Kebutuhan apa yang sering muncul di komunitas driver?
Informasi tersebut dapat menjadi modal awal untuk menentukan jenis usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Baca juga: Potensi bisnis pesan antar makanan makin besar
Usaha Sampingan yang Bisa Dicoba Sambil Tetap Narik
Tidak semua usaha membutuhkan modal besar atau harus dilakukan sepanjang hari. Ada sejumlah usaha yang dapat dijalankan secara fleksibel sambil tetap bekerja sebagai pengemudi ojol.
1. Menjadi Agen PPOB dan Top Up Digital
Anda dapat menjual pulsa, paket data, token listrik, hingga melayani pembayaran berbagai tagihan. Jenis usaha ini relatif fleksibel karena transaksi dapat dilakukan dari mana saja.
2. Membuka Jasa Titip (Jastip)
Jika Anda sering berada di pusat perbelanjaan, pasar, atau lokasi tertentu, jasa titip dapat menjadi pilihan. Anda dapat membantu membelikan barang yang dibutuhkan pelanggan dengan mengenakan biaya jasa.
3. Menjual Makanan dan Minuman
Jika ada anggota keluarga yang dapat membantu proses produksi, Anda bisa menjual makanan rumahan, camilan, atau minuman.
Pemasaran dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti sesama driver, pelanggan, tetangga, komunitas, serta kontak WhatsApp.
4. Menjual Frozen Food
Frozen food dapat menjadi pilihan karena praktis dan relatif mudah disimpan. Penjualan bisa dilakukan secara pre-order untuk mengurangi risiko stok menumpuk.
5. Menjadi Reseller Produk UMKM
Anda tidak harus membuat produk sendiri. Menjadi reseller memungkinkan Anda membantu memasarkan produk milik pelaku UMKM lain tanpa perlu menangani proses produksi.
6. Membuka Layanan Laundry Antar-Jemput
Layanan laundry antar-jemput dapat menyasar kawasan kos, perumahan, atau area perkantoran. Posisi Anda sebagai pengemudi dapat menjadi keunggulan karena sudah terbiasa berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
7. Menjual Kebutuhan Sesama Driver
Memahami kebutuhan sesama pengemudi juga dapat menjadi peluang bisnis. Beberapa produk yang bisa ditawarkan antara lain:
- Holder HP.
- Jas hujan.
- Sarung tangan.
- Charger motor.
- Masker.
- Kopi dan camilan.
Usaha seperti ini berpotensi lebih mudah dipasarkan karena target konsumennya sudah jelas, yaitu komunitas pengemudi di sekitar Anda.
Baca juga: Tips pilih supplier dan kolaborasi ojek online
5 Langkah Memulai Usaha Sambil Tetap Menjadi Pengemudi Ojol
Memulai usaha tidak harus dilakukan sekaligus. Anda dapat menjalankannya secara bertahap dengan menyesuaikan modal, waktu, dan kemampuan.

1. Jangan Menunggu Modal Besar
Banyak orang menunda memulai usaha karena merasa modal yang dimiliki belum cukup.
Padahal, sejumlah usaha dapat dimulai dari skala kecil. Fokuslah pada usaha yang sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia saat ini.
2. Manfaatkan Pengalaman Saat Narik
Saat mengantar pelanggan atau menunggu order, perhatikan kebutuhan yang sering muncul di sekitar Anda.
Misalnya:
- Banyak pelanggan mencari makanan tertentu.
- Banyak penghuni kos membutuhkan layanan laundry.
- Banyak driver membutuhkan perlengkapan berkendara.
Dari pengamatan tersebut, Anda dapat menemukan ide usaha yang lebih dekat dengan kebutuhan pasar.
3. Pilih Usaha yang Fleksibel
Usahakan memilih bisnis yang tidak mengganggu pekerjaan utama sebagai pengemudi.
Reseller, PPOB, frozen food, dan jastip merupakan beberapa contoh usaha yang dapat dijalankan secara bertahap sambil tetap menerima order.
4. Pisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha
Memisahkan keuangan pribadi dan bisnis merupakan kebiasaan sederhana yang penting dilakukan sejak awal.
Setidaknya, catat:
- Modal usaha.
- Pendapatan.
- Pengeluaran.
- Keuntungan.
Dengan pencatatan sederhana, Anda dapat mengetahui apakah usaha tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan atau justru membutuhkan evaluasi.
5. Manfaatkan Teknologi untuk Promosi
Anda tidak harus langsung membuat website atau mengeluarkan biaya besar untuk pemasaran.
Manfaatkan platform yang sudah sering digunakan, seperti:
- WhatsApp Business.
- Status WhatsApp.
- Facebook.
- Instagram.
- Marketplace.
Promosi digital dapat membantu memperkenalkan produk kepada lebih banyak calon pelanggan dengan biaya yang relatif terjangkau.
6 Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Memulai Usaha
Selain mengetahui cara memulai, penting juga untuk menghindari kesalahan yang dapat membebani usaha sejak awal.
Beberapa di antaranya adalah:
- Menggunakan seluruh tabungan sebagai modal usaha.
- Mengikuti tren tanpa memahami kebutuhan pasar.
- Tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran.
- Menyimpan terlalu banyak stok di awal.
- Mengabaikan promosi digital.
- Tidak menghitung keuntungan secara rutin.
Ingat, tujuan awal bukan mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Yang lebih penting adalah membangun usaha yang sehat, terukur, dan dapat berkembang secara bertahap.
Kisah Inspiratif: Berawal dari Menunggu Order
Budi adalah seorang pengemudi ojol yang sering mangkal di kawasan perkantoran. Saat menunggu order pada sore hari, ia melihat banyak pekerja kantoran membeli kopi untuk menemani aktivitas sebelum pulang.
Dari pengamatan sederhana tersebut, Budi mendapatkan ide untuk menjual kopi literan dengan sistem pre-order.
Awalnya, ia hanya menawarkan produk kepada sesama driver dan beberapa pelanggan yang sudah dikenalnya. Meski dimulai dari skala kecil, jumlah pesanan perlahan bertambah.
Usaha tersebut memang belum menjadi sumber penghasilan utama. Namun, bisnis kecil itu sudah mampu memberikan pemasukan tambahan di luar pendapatan Budi sebagai pengemudi.
Budi juga mulai mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha agar perkembangan bisnisnya dapat dipantau dengan lebih mudah.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa peluang usaha tidak selalu berasal dari ide yang besar. Terkadang, peluang justru muncul dari kebutuhan sederhana yang kita lihat setiap hari.
Saatnya Pengemudi Ojol Memanfaatkan Peluang
Masuknya pengemudi ojol ke dalam kategori usaha mikro membuka peluang untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan membangun sumber penghasilan tambahan.
Anda tidak harus menunggu modal besar atau menyiapkan bisnis yang sempurna. Usaha sampingan dapat dimulai dari kebutuhan pelanggan, lingkungan sekitar, maupun komunitas sesama driver.
Mulailah dari skala kecil, pilih usaha yang sesuai dengan waktu dan kemampuan, serta kelola keuangan dengan disiplin.
Pada akhirnya, menjadi pengemudi ojol bukan hanya soal mendapatkan penghasilan dari setiap order. Pengalaman di lapangan juga dapat menjadi modal untuk mengenali kebutuhan pasar dan membangun usaha yang lebih mandiri.
Mulai dari apa yang Anda lihat, manfaatkan apa yang Anda miliki, dan kembangkan secara bertahap.
Masih butuh bantuan terkait topik ini? Manfaatkan fitur Tanya Ahli di Daya.id untuk berkonsultasi langsung dengan para ahli dan mendapatkan rekomendasi yang praktis sesuai kebutuhan Anda.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda