Informasi Artikel

Dirilis

04 Oktober 2026

Penulis Artikel

Peni Hidayah


Tag

Banyak pelaku usaha atau UMKM merasa bisnisnya baik-baik saja selama pesanan terus mengalir dan hasil profit bisa dinikmati. Padahal, tanpa catatan keuangan yang rapi, sulit untuk tahu apakah usaha benar-benar untung, berapa modal yang tersisa, dan di tahap mana yang justru menggerus hasil keuntungan. Di sinilah pentingnya memiliki “template catatan keuangan usaha” sebuah alat sederhana yang bisa membantu Anda mendokumentasikan setiap transaksi secara konsisten, tanpa harus menjadi ahli keuangan terlebih dahulu.

Kabar baiknya, menyusun catatan keuangan usaha tidak serumit yang dibayangkan. Anda tidak perlu software mahal atau tim akuntan khusus untuk memulainya. Yang paling penting adalah konsisten mencatat setiap hari dan tahu komponen apa saja yang wajib ada. Yuk, simak selengkapnya.

Baca Juga: Tips Mengelola Keuangan Usaha untuk Pemula

 

Kenapa Usaha Kecil Tetap Butuh Catatan Keuangan

Pencatatan keuangan bukan hanya urusan perusahaan besar. Untuk usaha rumahan maupun UMKM, catatan yang rapi membantu Anda melihat dari mana pendapatan terbesar berasal, pengeluaran apa yang paling banyak menyerap uang, dan bagian biaya mana yang bisa dihemat. Anda bisa mempelajari langkah-langkah dasarnya lebih lengkap di artikel ini. Catatan ini juga memudahkan Anda saat mengevaluasi bisnis, mengajukan pembiayaan ke bank, atau sekadar memastikan uang pribadi dan uang usaha tidak tercampur. Kesalahan klasik yang sering baru terasa dampaknya setelah usaha berjalan beberapa tahun.

 

Komponen Dasar Template Catatan Keuangan Usaha

Template tidak perlu ribet. Untuk usaha kecil dengan transaksi harian yang belum terlalu banyak, berikut tips lima komponen untuk disimak selengkapnya:

 

1. Buku Kas Harian

Ini fondasi dari seluruh pencatatan. Setiap transaksi, sekecil apa pun, dicatat lengkap dengan tanggal, keterangan, jumlah uang masuk, jumlah uang keluar, dan saldo akhir. Buku kas harian memberi Anda gambaran real-time tentang kondisi kas usaha.

 

2. Buku Penjualan dan Pembelian

Kolom terpisah untuk mencatat penjualan (produk, jumlah, harga, total) dan pembelian bahan baku atau stok. Pemisahan ini memudahkan Anda melihat margin dari setiap produk yang Anda jual.

 

3. Catatan Piutang dan Utang

Kalau usaha Anda memberi tempo pembayaran ke pelanggan atau berutang ke supplier, catatan ini penting supaya tidak ada tagihan yang kelewat, macet, atau malah terbayar dua kali gara-gara catatan yang berantakan.

 

4. Laporan Laba Rugi Sederhana

Merangkum total pendapatan dikurangi total beban dalam periode tertentu (biasanya bulanan) untuk menunjukkan apakah usaha benar-benar menghasilkan untung. Contoh format dan cara hitungnya bisa Anda lihat di sini.

 

5. Ringkasan Arus Kas

Menunjukkan aliran cash flow masuk dan keluar dalam periode tertentu. Arus kas yang sehat sama pentingnya dengan laba di atas kertas. Usaha bisa saja untung secara laporan, tapi tetap kesulitan kalau kas macet karena piutang menumpuk.

 

Cara Menyusun dan Memakai Template Keuangan Usaha

Banyak cara untuk menyusun catatan keuangan usaha. Berikut beberapa langkah mudah yang bisa diterapkan oleh pelaku usaha ataupun UMKM.

 

  1. Tentukan periode pencatatan. Sebagian besar UMKM pakai periode bulanan supaya mudah dibandingkan dari waktu ke waktu.
  2. Buat daftar kategori akun sejak awal, misalnya pendapatan penjualan, beban operasional, dan beban bahan baku, agar setiap transaksi gampang dikelompokkan.
  3. Pisahkan rekening pribadi dan rekening usaha. Idealnya Anda punya rekening operasional bisnis, rekening cadangan untuk kebutuhan pajak atau pengembangan usaha, serta rekening pribadi.
  4. Catat transaksi setiap hari, sekecil apa pun nominalnya, jangan mengandalkan ingatan di akhir bulan.
  5. Lakukan rekonsiliasi berkala, bandingkan catatan di template dengan mutasi rekening bank atau buku kas harian. Supaya selisih kecil tidak membesar dan sulit dilacak.
  6. Evaluasi laporan setiap bulan untuk melihat tren pendapatan, pengeluaran terbesar, dan area yang perlu dihemat.


 

Pilihan Format Template

Untuk usaha dengan transaksi harian yang belum terlalu banyak (kira-kira di bawah 20–30 transaksi per hari), template spreadsheet sederhana seperti Excel atau Google Sheets biasanya sudah memadai, dan bisa dibuat sendiri dengan kolom dasar;

No.

Tanggal

Keterangan

Debit

Kredit

Saldo

 

 

 

 

 

 

Kalau transaksi makin banyak dan usaha mulai berkembang, sebagian pelaku usaha beralih ke aplikasi pembukuan digital yang bisa menyusun laporan laba rugi dan arus kas secara otomatis dari data yang diinput.

 

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Dalam melakukan pencatatan keuangan menggunakan template memang bukanlah hal yang mudah untuk terus dijalani. Namun, pencatatan keuangan merupakan hal dasar untuk pelaku usaha memperluas “sayap bisnisnya” karena akan lebih rapih dan mudah terevaluasi dari pendapatan dan pengeluaran.

Berikut merupakan tips agar kesalahan kesalahan tidak terjadi nantinya:

  1. Menunda pencatatan sampai akhir bulan, sehingga banyak transaksi kecil terlupakan.
  2. Mencampur uang pribadi dan uang usaha dalam satu rekening atau dompet yang sama.
  3. Tidak melakukan rekonsiliasi rutin antara catatan dan mutasi rekening bank.
  4. Membuat template yang terlalu rumit di awal, sehingga akhirnya tidak konsisten dipakai.

Template catatan keuangan usaha adalah alat bantu, bukan pengganti pemahaman dasar soal keuangan. Tapi dengan memakainya secara disiplin dan konsisten, Anda sudah selangkah lebih maju dibanding pelaku usaha yang masih mengandalkan perasaan atau ingatan dalam mengelola uang. Mulai dari template paling sederhana, isi setiap hari, dan kembangkan seiring pertumbuhan usaha Anda!

Masih bingung menyusun catatan keuangan yang sesuai dengan jenis usaha Anda? Segera konsultasikan kendala Anda secara langsung dengan ahli kami di sini, atau daftar akun daya.id secara gratis untuk mengakses lebih banyak modul pelatihan dan tips seputar pengelolaan usaha.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
ASEAN Cup 2026, 7 Strategi UMKM Meraih Cuan Saat Timnas Indonesia Bertanding
Keuangan

ASEAN Cup 2026, 7 Strategi UMKM Meraih Cuan Saat Timnas Indonesia Bertanding

22 Juli 2026

4.0
2026 Ingin Ekspansi Usaha? Cek Dulu Arus Kas Usaha Anda!
Keuangan

2026 Ingin Ekspansi Usaha? Cek Dulu Arus Kas Usaha Anda!

08 Januari 2026

5.0
Coretax, Pengertian dan Manfaat untuk Keuangan Bisnis
Keuangan

Coretax, Pengertian dan Manfaat untuk Keuangan Bisnis

14 November 2025

5.0
Cara Mengatur Laba Agar Bisa Diputar Untuk Modal
Keuangan

Cara Mengatur Laba Agar Bisa Diputar Untuk Modal

06 November 2025

Berikan Pendapat Anda