Dirilis

05 Maret 2023

Penulis

Wisnu Dewobroto

Kemasan merupakan desain kreatif berupa bentuk, material, warna, serta elemen-elemen desain lainnya yang memiliki banyak fungsi terhadap produk tersebut. Awalnya, kemasan hanya berfungsi untuk melindungi produk, kini kemasan juga berperan penting sebagai alat pemasaran yang mampu menarik perhatian konsumen untuk membeli produk Anda. 

 

Fungsi Kemasan

Secara umum, ada 4 fungsi kemasan, yaitu: 

 

1. Fungsi Protektif

Sebelum produk sampai ke tangan konsumen, produk harus melalui banyak proses mulai dari distribusi hingga sampai ke tangan konsumen. Untuk melalui semua proses tersebut, produk harus bisa bertahan terhadap perubahan iklim, benturan fisik dan lain sebagainya. Oleh karena itulah menentukan kemasan yang tepat akan sangat penting untuk menjamin produk bisa sampai ke tangan konsumen dengan selamat. 

 

2. Fungsi Promosional

Desain kemasan sangat berperan penting untuk menentukan ketertarikan konsumen dalam membeli produk. Tentu saja diperlukan desainer produk khusus yang memahami soal desain, paduan warna hingga psikologi konsumen. 

 

3. Fungsi Identitas

Tanpa kemasan, konsumen pasti tidak akan bisa membedakan merk dari tiap produk. Dengan menggunakan kemasan berdesain unik dan menarik, konsumen bisa langsung mengenali dimanapun produk Anda dijual. 

 

4. Fungsi Efisiensi dan Efektivitas

Jika produk yang berukuran banyak tidak dikumpulkan dalam satu kemasan, maka akan mempersulit proses distribusi dan pemasaran. Selain sebagai pelindung, kemasan juga berfungsi untuk meningkatkan efektivitas ketika produk didistribusikan. 

 

Jenis-Jenis Kemasan

Sedangkan menurut struktur dan frekuensi pemakaiannya, ada beberapa jenis kemasan, yaitu :

 

1. Berdasarkan Struktur


 

a. Kemasan Primer

Kemasan jenis ini bersentuhan dengan langsung terhadap produk bersangkutan. Contohnya seperti botol susu, kaleng minuman, bungkus mie instan dan lain sebagainya. 

 

b. Kemasan Sekunder

Kemasan sekunder berfungsi untuk melindungi produk yang telah terlebih dahulu dikemas. Contohnya adalah kotak kardus untuk melindungi beberapa bungkus mie instan, plastik wrap untuk kaleng minuman. 

 

c. Kemasan Tersier

Kemasan tersier biasanya hanya digunakan untuk tujuan pengiriman atau distribusi. Selain sebagai pelindung, kemasan tersier juga berfungsi untuk mengidentifikasi sebuah produk. 

 

2. Berdasarkan Frekuensi Pemakaian


 

a. Kemasan sekali pakai

Kemasan jenis ini hanya bisadigunakan sekali misalnya seperti bungkus plastik atau kardus. 

 

b. Kemasan berunglangkali

Sementara kemasan jenis ini bisa digunakan berulangkali seperti botol kaca kecap, botol plastik minuman dan lain sebagainya. 


 

Pertimbangan Lain Pemilihan Kemasan

Setelah mengetahui fungsi dan jenis kemasan, Anda mungkin sudah mulai terpikir kemasan seperti apa yang dibutuhkan untuk produk Anda. Namun sebelum menentukan kemasan yang akan digunakan, coba pertimbangkan beberapa hal berikut ini ya!

 

1. Ukuran Kemasan

Pastikan Anda memilih kemasan yang ukurannya sesuai dengan produk Anda. Jika Anda hanya ingin membungkus keripik dengan ukuran 35 gram, maka Anda tidak perlu menggunakan bungkus berukuran 100 gram karena hanya akan membuang-buang biaya. 

Selain itu, bungkus yang terlalu besar juga akan membuat konsumen kecewa karena menganggap produk jauh lebih sedikit dari ekspektasi mereka. Namun, jangan sampai menggunakan kemasan yang terlalu kecil juga karena akan membuat produk mudah rusak ketika proses distribusi. Wah, harus pas ya!

 

2. Fitur Kemasan

Terdapat beberapa fitur kemasan yang bisa Anda pilih tergantung pada kebutuhan Anda. Fitur yang dimaksud adalah zip lock, one way valve, vacuum dan window pack. Tiap kemasan memiliki kelebihannya masing-masing, tergantung kebutuhan produk Anda. Pastikan bahwa fitur kemasan yang Anda pilih bisa melindungi produk baik secara fisik dan kimia selama proses  distribusi hingga sampai di tangan konsumen. 

 

3. Material Kemasan

Secara umum, terdapat 3 kemasan yang bisa Anda gunakan, yaitu : alumunium foil, kertas, dan plastik. Kemasan alumunium memiliki kelebihan inert (tidak bereaksi dengan produk Anda) serta tahan terhadap perubahan suhu dan cuaca. Sementara itu, kemasan kertas relatif lebih murah, memberikan tekstur yang unik dan mudah diolah kembali karena merupakan limbah organik. 

Kemasan plastik bisa jadi alternatif yang bagus apabila produk Anda memiliki jangka waktu kadaluwarsa yang relatif singkat. 

 

4. Harga Kemasan

Tiap kemasan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, serta harga yang berbeda-beda pula.  Pastikan Anda menggunakan kemasan yang memang sesuai dengan budget yang Anda miliki. 

 

5. Bentuk dan Desain Kemasan

Bentuk dan desain kemasan akan sangat berpengaruh besar pada bagaimana produk Anda tampil di hadapan konsumen serta “suara” brand Anda. Pastikan kemasan Anda memiliki karakter yang sesuai dengan visi dan misi dari brand Anda. 

 

Material Kemasan

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, ada 8 material kemasan yang beredar di pasaran yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan dan budget yang dimiliki:

 

1.    Stand Up Pouch

Cocok digunakan untuk produk cair karena materialnya yang tebal ditambah seal yang tertutup rapat sehingga produk tidak mudah bocor. 

 

2.    Material Metal OPP

Didesain dengan material metal di bagian belakang dan plastik OPP di bagian depannya, produk akan tahan terhadap sinar matahari namun tetap terlihat elegan dan keren. Konsumen juga bisa melihat produk di dalamnya sehingga membuat mereka lebih yakin untuk membeli produk tersebut. 

 

3.    Alumunium Foil + PET

Serupa dengan material metal OPP, namun kemasan jenis ini menggunakan alumunium yang relatif lebih ringan. 

 

4.    Alumunium Foil + Zipper

Kombinasi kemasan terbaik untuk produk Anda. Alumunium foil membuat produk terlindungi dari sinar matahari maupun oksigen. Sementara zipper membuat produk bisa dibuka tutup sehingga bisa disimpan dan tidak perlu langsung dihabiskan. 

 

5.    Super Clear + PP

Cocok untuk produk yang memiliki bentuk dan penampilan menarik karena produk bisa dilihat dari depan maupun belakang. Terdapat juga fitur zipper sehingga produk bisa disimpan ketika tidak habis digunakan. Cocok untuk produk yang sensitif kepada udara seperti makanan, kapur barus dan lain sebagainya. 

 

6.    Pouch Super Clear + Zipper

Kemasan bening yang membuat produk Anda bisa dilihat dari segala sisi berserta zipper yang bisa dibuka tutup. 

 

7.    Pouch Full Foil

Terbuat dari alumunium foil, kemasan ini biasa digunakan untuk produk susu yang sensitif terhadap matahari dan udara. 

 

8.    Alumunium Foil

Kemasan paling tepat untuk produk seperti kopi karena bisa menyimpan bau dan aroma dari produk di dalamnya. 

Itu dia beberapa jenis kemasan produk serta tips-tips memilih kemasan yang tepat untuk produk Anda. Kemasan produk sangatlah penting dan dapat menjadi penentu apakah produk Anda akan dibeli atau tidak oleh konsumen. Bukan hanya material kemasan tapi desain dari kemasan yang Anda gunakan juga sangatlah penting. Pastikan Anda telah memikirkan baik-baik kemasan yang ingin Anda gunakan sebelum produk Anda digunakan. 

Bagaimana, sudah tahu kemasan apa yang akan dipilih untuk produk Anda?

Jika masih ada pertanyaan, silakan berkonsultasi di Tanya Ahli. Dan daftarkan diri Anda untuk akses gratis ke seluruh fitur Daya.id.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

4.8

18 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Serise Yan Royaperdana

22 September 2023

?

Balas

. 0

Serise Yan Royaperdana

21 September 2023

??

Balas

. 0

Serise Yan Royaperdana

20 September 2023

?

Balas

. 0

Anaf setyo radite

17 September 2023

Suipp

Balas

. 0

Serise Yan Royaperdana

15 September 2023

?

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Pendamping UMKM

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS