Bagi pelaku UMKM yang baru menjalankan usaha selama 1–5 tahun, WhatsApp merupakan salah satu media promosi yang mudah, murah, dan efektif. Hampir semua pelanggan menggunakannya setiap hari, sehingga peluang untuk menjangkau calon pembeli pun cukup besar.
Namun, banyak penjual masih merasa tidak enak mempromosikan dagangannya melalui WhatsApp karena khawatir dianggap mengganggu. Sebaliknya, terlalu sering mengirim pesan promosi juga bisa membuat pelanggan merasa jenuh, memilih mengabaikan pesan, bahkan memblokir kontak.
Kabar baiknya, promosi jajanan pasar lewat WhatsApp bisa dilakukan dengan cara yang lebih halus, menarik, dan tetap efektif. Kuncinya bukan sekadar menawarkan produk, tetapi membangun hubungan dengan pelanggan.
Mengapa WhatsApp Cocok untuk Jualan Jajanan Pasar?
Berbeda dengan media sosial yang dipenuhi berbagai macam konten dan persaingan antarpenjual, WhatsApp biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang sudah mengenal kita, seperti keluarga, teman, tetangga, pelanggan lama, hingga anggota komunitas.
Kedekatan tersebut membuat peluang terjadinya pembelian lebih besar. Namun, hubungan yang sudah terbangun tetap perlu dijaga. Karena itu, promosi sebaiknya dilakukan dengan cara yang nyaman dan tidak membuat penerima pesan merasa sedang terus-menerus ditawari.

Jangan Hanya Mengirim Foto dan Harga
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha adalah hanya mengirim foto produk, harga, dan ajakan membeli.
Contohnya:
“Klepon tersedia ya, Bu. Rp2.000 per buah. Silakan pesan.”
Sesekali menggunakan format tersebut tentu tidak masalah. Namun, jika setiap hari pelanggan hanya menerima foto dan daftar harga, mereka bisa merasa bosan.
Cobalah menambahkan cerita di balik produk agar promosi terasa lebih personal. Misalnya:
“Pagi ini baru selesai membuat klepon dengan kelapa parut segar. Alhamdulillah, dapur sudah harum sejak subuh. Cocok untuk teman minum teh sore.”
Kalimat seperti ini terasa lebih hangat dan membantu pelanggan membayangkan produk yang ditawarkan. Promosi pun tidak terasa seperti iklan semata.
Manfaatkan Status WhatsApp sebagai Etalase Gratis
Status WhatsApp dapat menjadi etalase gratis untuk memperkenalkan produk kepada pelanggan. Manfaatkan fitur ini secara rutin untuk menampilkan berbagai konten, seperti:
- Proses pembuatan jajanan pasar.
- Bahan baku yang masih segar.
- Testimoni pelanggan.
- Foto pesanan yang siap dikirim.
- Produk yang baru matang.
- Promo pada hari tertentu.
Banyak pelanggan sebenarnya tertarik membeli, tetapi kurang nyaman jika ditawari secara langsung melalui pesan pribadi. Mereka biasanya lebih suka melihat produk melalui Status WhatsApp, kemudian menghubungi penjual ketika sudah tertarik.
Dengan begitu, status dapat menjadi cara promosi yang lebih halus sekaligus tetap efektif.
Baca juga: Tips Mengelola Tiktok Live untuk Meningkatkan Penjualan Usaha Retail
Tampilkan Aktivitas Sehari-hari
Jangan hanya menampilkan foto produk. Sesekali, tunjukkan aktivitas di balik proses produksi, misalnya saat membungkus lemper, mengukus putu ayu, membuat risoles, atau menyiapkan pesanan pelanggan.
Konten seperti ini membuat usaha terlihat lebih nyata dan terpercaya. Pelanggan juga dapat melihat bahwa produk dibuat dengan perhatian terhadap proses, kebersihan, dan kualitas.
Konten sederhana dari dapur justru bisa menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan gambaran tentang orang dan proses di balik produk yang mereka beli.
Bagikan Testimoni Pelanggan
Calon pembeli sering kali lebih mudah percaya pada pengalaman pelanggan lain dibandingkan iklan dari penjual sendiri.
Jika ada pelanggan yang mengirim pesan seperti:
“Bu, risolesnya enak sekali. Anak-anak suka.”
Mintalah izin terlebih dahulu sebelum membagikannya ke Status WhatsApp. Setelah mendapatkan izin, testimoni tersebut dapat dijadikan konten promosi.
Testimoni yang singkat, jujur, dan berasal dari pelanggan nyata sering kali lebih meyakinkan daripada promosi yang terlalu panjang.

Terapkan Prinsip 80:20 dalam Promosi WhatsApp
WhatsApp sebaiknya tidak digunakan hanya untuk berjualan. Salah satu pendekatan sederhana yang bisa diterapkan adalah prinsip 80:20, yaitu sekitar 80% konten berisi informasi, cerita, atau konten yang bermanfaat, sedangkan 20% sisanya digunakan untuk menawarkan produk.
Contoh konten yang bisa dibagikan antara lain:
- Tips menyimpan jajanan agar lebih tahan lama.
- Cara memilih bahan baku yang berkualitas.
- Cerita di balik proses pembuatan jajanan.
- Resep sederhana membuat tiwul manis.
- Tips menyajikan jajanan pasar untuk acara keluarga.
Dengan komposisi seperti ini, pelanggan tidak merasa terus-menerus dibombardir iklan. Sebaliknya, mereka mendapatkan alasan untuk tetap mengikuti dan memperhatikan konten yang dibagikan.
Buat Promo yang Menarik dan Mudah Dipahami
Promosi tidak harus rumit. Justru, promo yang sederhana dan mudah dipahami biasanya lebih cepat menarik perhatian.
Beberapa contoh promo jajanan pasar yang bisa dicoba:
- Beli 3 gratis 1.
- Gratis ongkir untuk area tertentu.
- Paket hemat untuk arisan.
- Paket camilan untuk keluarga.
- Paket jajanan untuk rapat atau pengajian.
- Paket camilan akhir pekan.
Sesuaikan promo dengan kebutuhan pelanggan dan kemampuan usaha. Jangan lupa mencantumkan informasi penting seperti periode promo, jenis produk yang berlaku, area pengiriman, serta cara pemesanan.
Bangun Hubungan dengan Pelanggan Lama
Pelanggan lama merupakan aset berharga bagi usaha jajanan pasar. Karena sudah pernah membeli dan mengenal kualitas produk, mereka biasanya lebih mudah melakukan pembelian ulang.
Jangan hanya menghubungi pelanggan lama ketika sedang memiliki promo. Sesekali, kirim pesan pribadi yang ramah dan relevan dengan kebiasaan mereka.
Contohnya:
“Hai, Bu Nina. Semoga sehat selalu. Minggu ini saya membuat nagasari dan lemper seperti yang Ibu pesan bulan lalu. Kalau berkenan, saya kirimkan daftar menu lainnya, ya.”
Pesan seperti ini terasa lebih personal dan tidak terkesan memaksa. Pelanggan juga akan merasa diperhatikan, bukan sekadar dijadikan target penjualan.
Jangan Takut Menampilkan Wajah Sendiri
Banyak pelaku UMKM hanya menampilkan foto produknya. Padahal, pelanggan juga ingin mengenal orang di balik usaha tersebut.
Sesekali, tampilkan foto atau video singkat saat sedang membuat jajanan, menyiapkan pesanan, atau mengemas produk. Tidak perlu selalu menggunakan video yang profesional. Konten sederhana dan natural justru bisa terasa lebih dekat.
Ketika pelanggan mengenal penjualnya, rasa percaya dapat meningkat. Pada akhirnya, orang sering membeli bukan hanya karena produknya enak, tetapi juga karena mereka menyukai dan mempercayai orang yang menjualnya.
Kapan Waktu Terbaik untuk Promosi Jajanan Pasar lewat WhatsApp?
Waktu mengirim promosi WhatsApp juga perlu diperhatikan. Jajanan pasar biasanya dibeli untuk sarapan, rapat, arisan, pengajian, atau camilan sore.
Karena itu, promosi sebaiknya dilakukan ketika pelanggan sedang mulai merencanakan kebutuhan makan mereka, bukan ketika kebutuhannya sudah selesai.
1. Pagi Hari (05.30–07.30)
Pagi hari cocok untuk mengunggah Status WhatsApp karena banyak orang mulai membuka WhatsApp setelah bangun tidur.
Jika melihat jajanan yang menarik, pelanggan bisa langsung memesan untuk sarapan atau camilan di kantor.
Contoh konten:
- Foto klepon yang baru matang.
- Video singkat lemper yang baru dibungkus.
- Foto pesanan pelanggan yang siap dikirim.
- Informasi jajanan yang tersedia hari itu.
2. Menjelang Jam Istirahat (10.00–11.30)
Waktu ini cocok untuk menawarkan produk yang masih tersedia pada hari tersebut. Banyak orang mulai memikirkan makanan untuk siang, camilan sore, atau kebutuhan acara.
Contoh:
“Hari ini masih tersedia risoles dan pastel. Bisa untuk rapat, arisan, atau camilan keluarga. Pesanan bisa langsung dikirim hari ini.”
3. Sore Hari (15.00–17.00)
Sore hari merupakan waktu yang baik untuk mempromosikan jajanan yang tersedia untuk esok hari.
Promosi lebih awal memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk mempertimbangkan menu dan melakukan pemesanan tanpa merasa terburu-buru.
Contoh:
“Besok pagi tersedia nagasari, putu ayu, dan lemper. Pemesanan dibuka sampai pukul 20.00 malam.”
4. Malam Hari (19.00–20.30)
Hindari mengirim pesan promosi terlalu malam karena dapat dianggap mengganggu waktu istirahat pelanggan.
Gunakan waktu malam untuk konten yang lebih ringan, seperti:
- Membagikan testimoni pelanggan.
- Menampilkan proses persiapan produksi untuk esok hari.
- Mengingatkan pelanggan tentang batas waktu pemesanan.
- Menampilkan menu yang akan tersedia besok.
Promosi WhatsApp yang Efektif Dimulai dari Kepercayaan
Promosi jajanan pasar lewat WhatsApp tidak harus dilakukan dengan mengirim pesan jualan setiap hari. Justru, strategi yang lebih efektif adalah membuat pelanggan merasa dekat, percaya, dan nyaman berinteraksi dengan penjual.
Manfaatkan Status WhatsApp sebagai etalase, bagikan cerita di balik produk, tampilkan proses produksi, gunakan testimoni pelanggan, dan sesekali tawarkan promo yang relevan.
Yang paling penting, jangan hanya mengejar transaksi. Bangun hubungan terlebih dahulu. Ketika pelanggan sudah percaya dan merasa nyaman, peluang mereka untuk datang kembali dan merekomendasikan usaha kepada orang lain akan semakin besar.
Baca juga: 7 Cara Praktis Membangun Reputasi Bisnis Online
Nah, demikianlah rahasia promosi produk jajanan pasar di Whats App. Apabila masih penasaran dan ingin tahu lebih jauh, silakan manfaatkan fitur Tanya Ahli untuk berkonsultasi, dan bila belum daftar, silakan kllk ini.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda