Informasi Artikel

Penulis Artikel

Havie Abdul Gafur

Bulan puasa dan momen Lebaran selalu membawa dinamika yang berbeda dalam kehidupan rumah tangga. Aktivitas meningkat, jadwal berubah, kebutuhan memasak bertambah, rumah harus lebih bersih dari biasanya, dan tamu datang silih berganti. Tidak semua keluarga mampu menangani lonjakan pekerjaan ini sendirian. Di sinilah peluang bisnis ART musiman terbuka lebar untuk Anda.


Jika Anda jeli melihat peluang, periode Ramadhan hingga Lebaran bukan hanya momen ibadah dan silaturahmi, tetapi juga waktu emas untuk memulai usaha penyedia jasa asisten rumah tangga sementara. Menariknya, bisnis ini tidak selalu membutuhkan modal besar, tetapi lebih pada sistem yang rapi, kepercayaan, dan pengelolaan yang baik.

Lalu bagaimana cara memulainya agar tidak sekadar coba-coba, tetapi benar-benar menghasilkan? Mari kita bahas satu per satu.
 

1. Pahami Kebutuhan Khusus Selama Ramadhan dan Lebaran

Pertama-tama, Anda perlu memahami bahwa kebutuhan ART musiman berbeda dengan ART harian biasa. Selama bulan puasa, banyak keluarga membutuhkan bantuan untuk:

  • Persiapan sahur dan buka puasa
  • Membersihkan rumah lebih intens
  • Membantu menyiapkan kue Lebaran
  • Mencuci dan menyetrika dalam jumlah besar
  • Menata rumah untuk tamu

Menjelang Lebaran, biasanya permintaan meningkat drastis. Bahkan ada keluarga yang hanya membutuhkan bantuan 3–7 hari sebelum hari raya untuk “bersih besar”. Artinya, Anda bisa menawarkan paket layanan khusus Ramadhan, misalnya:

  • Paket Bersih Rumah 3 Hari
  • Paket Bantuan Masak Sahur & Buka
  • Paket Siaga Lebaran H-7

Dengan menawarkan paket yang jelas, calon pelanggan lebih mudah memahami layanan Anda.

 

2. Tentukan Model Bisnis yang Realistis

Sebagai pemula, Anda tidak harus langsung membuka yayasan besar. Anda bisa mulai dengan skala kecil. Ada beberapa model yang bisa Anda pilih:

 

•    Perorangan (freelance coordinator)

Anda menjadi penghubung antara ART dan pengguna jasa. Anda mengatur jadwal, negosiasi harga, dan memastikan kualitas kerja.

 

•    Tim kecil 2–5 orang

Anda merekrut beberapa ART yang sudah Anda kenal dan percaya, lalu menawarkan jasa mereka sebagai satu tim.

 

•    Sistem kemitraan

Anda bekerja sama dengan individu yang memang sudah biasa bekerja sebagai ART musiman dan membantu mereka mendapatkan klien.
Jika ini pertama kali Anda mencoba, model tim kecil biasanya lebih aman dan mudah dikontrol.

 

3. Rekrut dengan Seleksi Ketat

Dalam bisnis ART, kepercayaan adalah segalanya. Sekali saja terjadi masalah, reputasi Anda bisa langsung turun. Pastikan Anda:

  • Mengenal latar belakang ART yang direkrut
  • Meminta fotokopi identitas
  • Melakukan wawancara langsung
  • Memberikan briefing standar kerja

Anda juga perlu menjelaskan etika kerja: sopan santun, kebersihan diri, disiplin waktu, dan aturan penggunaan ponsel saat bekerja. Semakin jelas standar Anda sejak awal, semakin kecil risiko konflik di lapangan.

 

4. Tentukan Harga yang Kompetitif tapi Tetap Menguntungkan

Harga jasa ART musiman biasanya lebih tinggi dibandingkan harian biasa karena sifatnya sementara dan permintaannya tinggi. Namun Anda tetap harus realistis. Lakukan riset kecil-kecilan di lingkungan sekitar Anda. Jangan mematok harga terlalu murah hanya demi cepat dapat pelanggan, karena Anda juga perlu menjaga kesejahteraan ART yang bekerja. Sebagai gambaran, Anda bisa membuat sistem:

  • Harian (8 jam kerja)
  • Setengah hari
  • Paket 3 hari
  • Paket 7 hari

Pastikan Anda menghitung margin yang jelas untuk operasional dan keuntungan Anda.

 

5. Buat Sistem Perjanjian yang Jelas

Meski terlihat sederhana, bisnis ini tetap membutuhkan kesepakatan tertulis. Tidak harus rumit, cukup perjanjian sederhana yang memuat:

  • Jam kerja
  • Tugas utama
  • Biaya layanan
  • Tanggung jawab masing-masing pihak
  • Ketentuan pembatalan

Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman, terutama saat mendekati Lebaran di mana jadwal sangat padat. Dengan sistem yang rapi, Anda terlihat profesional dan lebih dipercaya.

Baca juga: 5 Tips Usaha Untuk Menjaga Bisnis Musiman Anda Terus Cuan!

 

6. Promosikan Sejak Awal Ramadhan

Banyak orang baru mencari ART mendekati Lebaran. Padahal idealnya, promosi sudah Anda lakukan sejak sebelum Ramadhan dimulai. Anda bisa memanfaatkan:

  • WhatsApp group komplek
  • Media sosial pribadi
  • Marketplace jasa
  • Rekomendasi dari mulut ke mulut

Gunakan pendekatan yang sederhana dan langsung ke kebutuhan mereka. Misalnya: “Rumah mau bersih maksimal sebelum Lebaran tapi waktu terbatas? Kami siap bantu.” Kalimat seperti itu lebih efektif karena langsung menyentuh kebutuhan.

Baca juga: 5 Ide Bisnis Musiman Selama Ramadhan

 

7. Jaga Kualitas dan Layanan Purna Jual

Setelah pekerjaan selesai, jangan langsung putus komunikasi. Tanyakan kepada pelanggan: “Apakah sudah sesuai harapan, Bu/Pak?”. Hal sederhana seperti ini menunjukkan bahwa Anda peduli. Jika pelanggan puas, kemungkinan besar mereka akan merekomendasikan Anda ke tetangga atau keluarga. Ingat, bisnis musiman sangat bergantung pada reputasi dan rekomendasi.

 

8. Siapkan Strategi Setelah Lebaran

Karena ini bisnis musiman, Anda juga perlu memikirkan apa yang terjadi setelah Lebaran selesai. Beberapa opsi yang bisa Anda pertimbangkan:

  • Menawarkan jasa bersih rumah pasca Lebaran
  • Membuka layanan general cleaning bulanan
  • Menyimpan database pelanggan untuk Ramadhan tahun depan

Dengan begitu, usaha Anda tidak benar-benar berhenti total, melainkan tetap memiliki kesinambungan.

 

9. Bangun Reputasi Jangka Panjang

Walaupun sifatnya musiman, bukan berarti Anda menjalankannya asal-asalan. Jika Anda serius, bisnis ini bisa berkembang menjadi agen penyalur ART permanen. Kuncinya adalah:

  • Disiplin
  • Transparan
  • Cepat merespons keluhan
  • Tidak lepas tangan jika terjadi masalah

Semakin profesional Anda, semakin besar peluang bisnis ini tumbuh setiap tahun.

Memulai bisnis ART musiman saat bulan puasa dan Lebaran sebenarnya bukan hal yang rumit. Yang Anda butuhkan adalah kepekaan melihat peluang, kemampuan mengelola orang, serta komitmen menjaga kepercayaan.

Ramadhan dan Lebaran selalu datang setiap tahun. Permintaan akan bantuan rumah tangga pun hampir selalu meningkat. Jika Anda mempersiapkan sistem sejak sekarang, bukan tidak mungkin tahun depan Anda sudah memiliki pelanggan tetap yang langsung menghubungi Anda tanpa perlu promosi besar-besaran.

Pada akhirnya, bisnis ini bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang membantu keluarga lain menjalani momen suci dengan lebih tenang dan nyaman. Dan ketika Anda bisa menghadirkan ketenangan itu, di situlah nilai sebenarnya dari usaha yang Anda bangun.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Merencanakan Usaha

Mindset dan Cara Memulai Bisnis Kuliner yang Kreatif dan Inovatif

03 Agustus 2020

4.9
Merencanakan Usaha

Cara Memulai Jasa Desain Grafis Beserta Kebutuhannya

28 September 2021

5.0
Merencanakan Usaha

Cara Melakukan Analisis SWOT untuk Bisnis Online: Studi Kasus Produk Somethinc

24 Maret 2025

4.9
Merencanakan Usaha

Lokasi Strategis atau Berjualan Online, Mana yang Lebih Menguntungkan?

01 Agustus 2025

Berikan Pendapat Anda

5 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS