Dirilis

18 Mei 2020

Penulis

Rindang Arum Lestari

Pandemi virus Corona yang sedang terjadi di Indonesia dan juga negara-negara lain berdampak besar terhadap perekonomian dari berbagai sektor, terutama di sektor usaha kuliner. Kegiatan usaha pun harus beradaptasi dengan perilaku baru masyarakat yang menerapkan work from home serta social distancing. Hal ini membuat pelaku usaha mengubah strategi pemasaran yang relevan dengan situasi saat ini.
 
Saat ini, konsumen tidak bisa makan di tempat dan berbagai restoran hanya fokus pada take away dan delivery order. Pelaku usaha harus memutar otak memikirkan strategi terbaru untuk bisa bertahan di tengah pandemi. 

Seperti cerita dari Donny Kris Puriyono, pendiri Malang Strudel dikutip dari www.liputan6.com. Usaha oleh-oleh yang didirikannya adalah salah satu yang terdampak dari pandemi virus Corona karena menurunnya angka wisatawan yang datang ke Kota Malang. Oleh karena itu, Donny memikirkan strategi bagaimana roda usahanya bisa terus berputar. 

Saat ini, Malang Strudel fokus memproduksi produk untuk warga Malang yang membutuhkan camilan seperti kue, roti, keripik, dan lain-lain. Donny juga men-switch berbagai jenis roti untuk orang-orang di rumah. Donny menjajakan produknya lewat marketplace dan bekerja sama dengan mitra ojek online agar bisa menjangkau konsumen lebih jauh. Pembatasan kerja dan efisiensi karyawan juga dilakukan Donny agar perusahaan tetap berjalan.

Menjalankan bisnis saat perekonomian Indonesia terdampak virus Corona sangat sulit. Sejumlah pelaku bisnis sedang dilanda kesulitan untuk mencapai target-target yang harus dicapai dan kesulitan melakukan ekspansi karena adanya pemberlakuan social distancing. Keuangan perusahaan pun juga terganggu karena menurunnya pendapatan perusahaan dan menyebabkan keseimbangan perusahaan terganggu. 

Lantas, bagaimana strategi bisnis yang diperlukan agar roda usaha Anda terus berjalan? Bagaimana strategi bisnis yang Anda butuhkan agar bisa mengambil tindakan yang tepat?

1. Jaga cashflow agar tetap sehat
Arus kas atau cashflow adalah unsur paling penting saat menjalankan usaha. Dalam situasi saat ini, Anda harus mengelola uang tunai secara optimal. Jaga arus kas untuk selalu positif, karena pengelolaan arus kas dapat menentukan keberlangsungan hidup bisnis Anda. 

Baca Juga: Tips Jaga Cashflow Usaha Tetap Positif di Masa Pandemi 

Menjaga arus kas juga bisa dilakukan dengan menekan biaya produksi seperti biaya pembelian bahan baku, membayar gaji karyawan, biaya operasional barang, dan lain-lain. 

Buatlah prioritas anggaran dengan memilih mana anggaran yang sangat berdampak terhadap bisnis saat ini, mana yang harus dikurangi atau justru tidak berdampak untuk kegiatan bisnis. Tapi tak lupa juga untuk selalu menjaga kualitas produk Anda meskipun ada pengurangan biaya produksi.



2. Terapkan sistem layanan delivery order
Adanya layanan delivery order dapat membantu konsumen untuk mendapatkan produk yang diinginkan. Pemberlakuan social distancing membuat orang-orang untuk menetap di rumah saja dan tidak bisa melakukan transaksi pembelian makanan secara langsung. 

Daftarkan gerai makanan Anda kepada mitra ojek online. Layanan ini pun bisa membantu usaha bisa tetap survive mendapatkan pembeli. Dengan menerapkan delivery order, Anda juga membantu driver ojek online memberikan rezeki kepada mereka. 

3. Buat variasi produk yang relevan
Semenjak imbauan untuk tetap di rumah, orang-orang jadi gemar memasak. Mengolah makanan sendiri membuat mereka merasa lebih aman karena terjamin kebersihannya. Selain itu, perilaku banyak orang yang melakukan work from home (WFH) rentan merasa jenuh dan bosan. 

Bagi penyedia produk makanan, Anda perlu melakukan variasi produk yang relevan dengan perilaku baru masyarakat saat ini, seperti yang dilakukan oleh Malang Strudel yang men-switch produk roti untuk orang-orang di rumah. Anda bisa menyediakan menu bahan baku atau ready to cook sesuai dari menu yang ada di gerai makanan Anda, Anda bisa menjual paket yang tinggal dimasak sendiri atau menjual bahan bakunya.

4. Berikan insentif kepada pelanggan dalam bentuk promo
Selain itu membuat variasi produk, Anda juga bisa menerapkan strategi bundling dengan menawarkan paket yang menggabungkan beberapa produk makanan.  Misalnya produk X dan produk Y, jika dibeli secara bersamaan, maka harga yang ditawarkan lebih murah daripada hanya membeli produk X saja. Selain hal tersebut, promosi yang tepat untuk dilakukan adalah gencar memberikan voucher gratis ongkos kirim. Dengan melakukan promosi seperti ini, konsumen akan terus terdorong untuk membeli produk Anda selagi Anda sudah memperhitungkannya secara matang. 



5. Terapkan protokol kesehatan sesuai standar 
Menerapkan protokol kesehatan adalah salah satu bentuk empati kepada pelanggan agar mereka tidak was-was saat menerima makanan yang dibeli. Farid Fatahillah, Associate Consultant Iventure dikutip dari www.tirto.id, mengatakan bahwa krisis pandemi COVID-19 adalah ajang bagi brand untuk berempati, lebih peduli dan memberikan solusi.

Komunikasikan kepada pelanggan bagaimana tindakan perusahaan menghadapi pandemi COVID-19. Berbagai standar protokol kesehatan yang bisa diterapkan adalah pengantaran makanan tanpa kontak fisik dengan pembeli, menimialisir transaksi tunai, pemeriksaan suhu tubuh saat memasuki gerai, menerapkan physical distancing saat mengantri makanan setidaknya 2 meter, memberikan bukti cek suhu tubuh koki atau pengantar makanan, dan lainnya. 

Pelaku usaha biasanya melakukan penagihan atau pembayaran secara langsung kepada mitra usaha. Namun karena adanya pandemi ini, hal tersebut justru membuat Anda sebagai pelaku usaha rentan terpapar virus Corona. Dalam situasi seperti ini, Anda dapat membuat alternatif lain yaitu membuat faktur (invoice) dalam bentuk dokumen yang dapat dikirim atau diterima otomatis melalui e-mail sebagai pemberitahuan resmi. Dengan menggunakan alternatif ini, Anda tidak perlu bertemu dengan pelanggan secara langsung. 

Untuk di gerai makanan, Anda bisa menerapkan beberapa hal seperti karyawan yang wajib mengenakan masker dan sarung tangan, makanan yang wajib disegel dengan benar untuk mencegah makanan terkontaminasi, dan pembersihan area makanan secara berkala. 

Di China, perusahaan pengantar makanan Meituan menyesuaikan dengan keadaan setelah merebaknya virus Corona. Perusahaan melakukan sejumlah perubahan fitur pada aplikasi pemesanan. Misalnya fitur loker khusus di sejumlah rumah sakit, sehingga pengantar makanan bisa meninggalkan makanan dengan aman lalu dibuka oleh staf medis rumah sakit menggunakan kode QR.  

Menghadapi masa krisis saat ini tidaklah mudah. Untuk dapat melaluinya, kita harus beradaptasi dengan keadaan. Anda boleh saja khawatir, asalkan terus memantau pergerakan bisnis, jaga cashflow agar terus seimbang, dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen agar mampu bertahan pada saat kondisi seperti ini. Jika Anda memiliki pendapat lain atau ada hal yang ingin Anda konsultasikan terkait usaha Anda saat ini, Anda bisa bertanya kepada ahli pada kolom ‘Tanya Ahli’ di Daya.id

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS