Kesibukan yang tidak terkendali bisa membuat kita kelelahan, bahkan memberi dampak negatif terhadap kualitas hidup kita. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk memulihkan diri?
Dalam artikel ini kita akan membahas salah satu pilihan yang bisa membantu kita mencapai relaksasi: Qigong, sebuah seni meditasi bergerak kuno dari Tiongkok.
Apa itu Qigong?
Qigong (chee gong, chee gung, atau chee kung) adalah sebuah praktik kuno yang mengombinasikan antara postur tubuh, koordinasi gerakan, pernapasan, dan meditasi, yang berguna untuk meningkatkan kualitas kesehatan fisik, mental, maupun spiritual.
Kata “qigong” berasal dari Bahasa Tionghoa "qi", yang mengacu pada energi yang ditemukan dalam segala sesuatu (disebut juga sebagai kekuatan hidup universal), dan "gong" yang berarti keterampilan dalam pengembangan diri.
Qigong sudah dipraktikan sejak 4.000 tahun lalu di Tiongkok. Praktik ini berakar dari pengobatan Tiongkok, filsafat, dan seni bela diri. Qigong secara tradisional dipandang sebagai praktik untuk mengalirkan dan menyeimbangkan energi kehidupan yang ada dalam tubuh kita.
Qigong masih aktif dipraktikan sampai hari ini. Bukan hanya di Tiongkok, tapi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dalam dunia modern, latihan Qigong bisa juga disebut sebagai meditasi bergerak, dimana dalam latihan, kita fokus pada gerakan yang mengalir lambat, pernapasan berirama dan dalam, serta keadaan pikiran meditatif yang tenang.
Qigong merupakan latihan menyeluruh yang menghubungkan pikiran, tubuh dan jiwa. Qigong bekerja dengan mengumpulkan dan memanfaatkan energi untuk meningkatkan kesadaran, kesejahteraan, dan vitalitas.
Prinsip Utama Berlatih Qigong
Qigong memiliki beberapa prinsip utama dalam berlatih, yaitu:
- Pernapasan yang lembut dan dalam, melalui hidung dan menggerakkan otot-otot diafragma.
- Gerakan yang lambat dan mengalir, optimal sesuai dengan kemampuan setiap orang.
- Fokus pada napas, gerakan, dan hadir seutuhnya di momen sekarang.
Langkah-langkah Berlatih Qigong
Dalam berlatih Qigong, ada langkah-langkah dasar yang perlu kita perhatikan, yaitu:
- Pemanasan. Lakukan pemanasan 5-10 menit untuk melemaskan otot guna mendapatkan hasil yang optimal.
- Gerakan Inti. Sesuaikan dengan kemampuan tubuh, tetap dengan fokus pada napas yang dalam dan gerakan yang mengalir. Ulangi satu gerakan sebanyak 6 sampai 9 kali. Lakukan gerakan inti selama 15-20 menit, atau disesuaikan dengan kecukupan waktu berlatih.
- Pendinginan. Akhiri dengan pendinginan untuk memperlambat detak jantung, pernapasan dan juga mengurangi ketegangan otot. Lakukan 5-10 menit.
Contoh Gerakan Qigong dan Manfaatnya
Seperti apa gerakan Qigong? Berikut ini beberapa contoh gerakan Qigong yang bisa Anda praktikan, beserta manfaatnya:
1. Mengayunkan Tangan di Atas Bukit
Gerakan ini bermanfaat untuk mengurangi nyeri lutut dan menenangkan pikiran.
- Luruskan kedua tangan dan bawa ke depan dada, telapak tangan menghadap ke depan (ambil napas).
- Turunkan kedua tangan ke samping badan, gerak sedikit menekuk lutut (lepas napas).
2. Membuka Dada dan Merangkul Gunung
Gerakan ini bermanfaat untuk mengoptimalkan kerja paru-paru, jantung dan mengurangi keluhan susah tidur.
- Luruskan kedua tangan dan bawa ke depan dada, telapak tangan menghadap ke depan, buka kedua tangan ke samping dada (ambil napas).
- Bawa kedua tangan kembali ke depan dada, turunkan kedua tangan ke samping badan, gerak sedikit menekuk lutut (lepas napas).
3. Angsa Liar Terbang
Gerakan ini bermafaat untuk menguatkan kaki, lutut dan meningkatkan kinerja ginjal.
- Angkat kedua tangan dari samping badan, satukan punggung jari tengah masing masing tangan di atas kepala, bersamaan dengan mengangkat kedua tumit (ambil napas).
- Turunkan kedua tangan ke samping badan, gerak menurunkan tumit dan sedikit menekuk lutut (lepas napas).
Dalam berlatih, gunakan pakaian yang nyaman dan jangan melakukan gerakan setelah makan berat. Lakukan secara rutin setiap hari untuk merasakan manfaatnya. Bijaksanalah dalam berlatih, konsultasi dengan ahli apabila ada masalah kesehatan yang serius.
Latihan Qigong untuk Lansia
Apakah Qigong juga bermanfaat untuk lansia? Jawabannya: ya. Gerakan Qigong cukup ringan dan memberikan efek relaksasi. Jadi Qigong bisa bermanfaat pada semua usia, bahkan usia lansia.
Beberapa gerakan Qigong juga bertujuan untuk melatih keseimbangan, koordinasi otak kanan dan kiri, memberikan stimulasi pada syaraf-syaraf tubuh, bahkan memperkuat otot dan tulang belakang.
Alasan lainnya, latihan Qigong bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh, bisa dilakukan dengan posisi berdiri maupun duduk.
Selain itu, karena Qigong juga bisa disebut sebagai meditasi bergerak, maka berlatih dengan rutin bisa membantu meningkatkan vitalitas, mengurangi kecemasan dan mendapatkan kualitas istirahat yang lebih baik.
![]()
Perbedaan Qigong, Tai Chi, dan Yoga
Secara awam, Qigong terkesan sama dengan Tai Chi dan Yoga. Padahal, ketiganya memiliki fokus berbeda.
1. Perbedaan Qigong dan Tai Chi
Qigong dan Tai Chi adalah dua hal yang berbeda. Secara usia, Qigong sudah lebih lama terbentuk, yaitu lebih dari 4.000 tahun lalu. Sementara Tai Chi baru ditemukan sekitar 300 tahun dan bersumber dari beberapa gerakan maupun filosofi dalam Qigong.
- Fokus latihan Qigong adalah melatih 12 meridien dalam tubuh. Latihan yang dilakukan seperti peregangan otot, tendon dan ligamen, yang ditujukan untuk meningkatkan sirkulasi dan keseimbangan aliran energi. Latihan Qigong akan lebih terlihat seperti kelas aerobik dengan gerakan lambat, dan setiap gerakan diulang beberapa kali.
- Tai Chi fokus pada keseimbangan, postur, keselarasan dan efisiensi, karena Tai Chi tergolong sebagai seni bela diri (disebut juga Taijiquan). Latihan Tai Chi lebih aktif, seperti kelas dansa dalam sebuah rangkaian yang beruntun.
Qigong dan Tai Chi bisa dikatakan berbeda, mulai dari jenis gerakan, fokus, dan tujuan yang didapat. Namun keduanya juga memiliki persamaan, yaitu cara latihan yang biasa dilakukan secara berkelompok, dan manfaat kesehatan yang didapat.
2. Perbedaan Qigong dan Yoga
Qigong berasal dari Tiongkok dan merupakan praktik kuno yang berakar dalam pengobatan tradisional. Sementara Yoga berasal dari India dan merupakan praktik spiritual.
- Qigong fokus pada konsep Qi, atau energi hidup, dan bertujuan untuk mengharmonisasi aliran energi tubuh. Di sisi lain, Yoga menekankan kesatuan antara pikiran, tubuh, dan jiwa, dengan fokus pada mencapai keadaan keseimbangan.
- Tujuan utama Qigong adalah untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan, dengan menyeimbangkan energi tubuh. Namun, Yoga cenderung menekankan pencerahan spiritual dan pemahaman diri sebagai tujuan utamanya.
- Gerakan Qigong umumnya lembut dan mengalir, sehingga secara fisik lebih mudah untuk dipraktikkan oleh banyak orang. Sebaliknya, Yoga bisa mencakup gerakan statis dan dinamis, dengan berbagai macam postur Yoga.
- Qigong dipengaruhi oleh prinsip-prinsip Taoisme, menekankan harmoni dengan alam. Yoga memiliki akar dalam tradisi Hindu dan Buddha, fokus pada pertumbuhan spiritual dan pencerahan.
Dengan perbedaan-perbedaan tersebut, Qigong sering dianggap lebih mudah dilakukan dan sederhana, terutama bagi pemula. Yoga menawarkan berbagai gaya dan tingkat yang beragam, memenuhi berbagai preferensi dan kemampuan.
Semoga artikel ini bisa membantu kita mencapai relaksasi melalui Qigong, sebuah seni meditasi bergerak kuno yang masih relevan dengan dunia modern.
Luangkan waktu untuk melakukan napas yang dalam, bergerak mengalir, dan rasakan jiwa yang gembira, untuk membantu tubuh kita tetap sehat, menenangkan pikiran, dan menemukan kebahagiaan.
Mengutip Qiqong Grandmaster Kenneth S. Cohen, “The more qi-full you are, the more cheerful you are.” Semakin penuh energi kehidupan Anda, semakin cerialah Anda.
Jika Anda tertarik dengan topik ini, silakan daftarkan diri Anda di Daya.id. Dan jika Anda butuh saran lebih lanjut tentang topik ini, silakan kunjungi Tanya Ahli di Daya.id.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda