Informasi Artikel

Penulis Artikel

Liza Rahayu

Plastik adalah benda yang hampir setiap hari kita gunakan. Mulai dari kantong belanja, botol minum, sampai bungkus makanan semuanya praktis, ringan, dan murah. Tapi di balik kepraktisan itu, plastik juga menyisakan masalah besar: sulit terurai dan bisa mencemari lingkungan hingga ratusan tahun.

Baca Juga: Bahaya Pemanasan Global: Ancaman Nyata di Sekitar Kita

Indonesia sendiri menghasilkan puluhan juta ton sampah setiap tahunnya, dan plastik menjadi salah satu penyumbang utama. Karena itu, berbagai alternatif yang disebut plastik ramah lingkungan mulai bermunculan. Pertanyaannya, sejauh mana plastik jenis ini bisa menjadi solusi?

 

Apa yang Dimaksud Plastik Ramah Lingkungan?

Plastik ramah lingkungan adalah jenis plastik atau pengganti plastik yang dibuat agar dampaknya ke alam lebih kecil. Ada yang terbuat dari bahan alami seperti pati singkong atau jagung, ada juga yang bisa dipakai ulang berkali-kali. Intinya, produk ini didesain agar tidak menambah tumpukan sampah yang sulit diurai.

Baca Juga: Tips Menerapkan Praktik Bisnis Ramah Lingkungan: Mulai dari Hal Sederhana

Di Indonesia, beberapa bentuk yang semakin dikenal antara lain:

  • Kantong belanja berbahan singkong, yang bisa terurai lebih cepat dibanding plastik biasa.
  • Kemasan kertas dan karton daur ulang, banyak dipakai oleh kafe dan UMKM kuliner.
  • Wadah tradisional, seperti daun pisang, besek bambu, atau pincuk, yang kini kembali diminati karena alami dan praktis.
  • Tas belanja guna ulang, baik dari kain maupun anyaman, yang makin populer sejak kebijakan kantong plastik berbayar diterapkan di ritel modern.


 

Seberapa Efektif di Indonesia?

Beberapa kebijakan pemerintah sudah mendorong pengurangan plastik sekali pakai. Sejak 2020, banyak supermarket dan minimarket tidak lagi menyediakan kantong plastik gratis. Hal ini membuat masyarakat mulai terbiasa membawa tas belanja sendiri atau membeli kantong ramah lingkungan.

Di sisi lain, UMKM makanan juga berinovasi dengan kemasan yang lebih hijau. Misalnya, dus karton untuk nasi kotak, gelas kertas untuk minuman, atau besek bambu untuk kue tradisional. Inovasi lokal seperti kantong dari singkong juga mendapat perhatian, karena memanfaatkan sumber daya pertanian dalam negeri sekaligus ramah lingkungan.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua plastik “ramah lingkungan” benar-benar tanpa masalah. Proses produksi bioplastik tetap membutuhkan energi, dan harga jualnya masih lebih tinggi daripada plastik konvensional. Jadi, keberhasilan tetap bergantung pada perubahan kebiasaan konsumen dan dukungan sistem pengelolaan sampah.

 

Tantangan yang Masih Ada

Walau sudah ada langkah maju, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi:

  • Biaya lebih tinggi: produk ramah lingkungan biasanya lebih mahal dibanding plastik biasa.
  • Kebiasaan masyarakat: masih banyak yang terbiasa menerima plastik gratis.
  • Infrastruktur pengelolaan: fasilitas daur ulang dan kompos masih terbatas di banyak daerah.

Karena itu, solusi plastik ramah lingkungan perlu diiringi dengan edukasi dan kebijakan yang konsisten agar perubahan bisa berjalan lebih luas.

 

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Setiap orang bisa ikut berkontribusi dengan cara sederhana, misalnya:

  • Membawa tas belanja sendiri setiap kali berbelanja.
  • Memilih produk dengan kemasan kertas atau bambu.
  • Menggunakan wadah isi ulang untuk minuman atau makanan.
  • Mendukung UMKM yang sudah berinovasi dengan kemasan hijau.

Langkah kecil seperti ini, jika dilakukan banyak orang, bisa memberi dampak besar bagi lingkungan.

Plastik ramah lingkungan bukanlah solusi ajaib, tapi tetap merupakan langkah penting menuju perubahan. Di Indonesia, kita sudah melihat berbagai upaya nyata: kantong singkong, kebijakan kantong berbayar, hingga kemasan tradisional yang kembali populer.

Kunci keberhasilan ada pada kombinasi inovasi, regulasi, dan perubahan perilaku masyarakat. Dengan begitu, kita bisa mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai dan bergerak menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Bumi yang lebih bersih tidak hanya tanggung jawab pemerintah atau industri, tapi juga hasil dari pilihan kecil kita sehari-hari. 

Nah, itulah hal-hal yang dapat Anda ketahui mengenai plastik ramah lingkungan. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait tips gaya hidup berkelanjutan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

4.8
Hidup Berkelanjutan

Polusi Udara Jakarta Semakin Memburuk, Ini Tips Lindungi Diri

31 Agustus 2023

5.0
Hidup Berkelanjutan

Cara Mudah Mengurangi Sampah Plastik: Langkah Sederhana, Dampak Nyata

30 Juni 2025

5.0
Hidup Berkelanjutan

Cara Kreatif Hemat Energi, Kurangi Gas Rumah Kaca

18 Juli 2021

4.8
Hidup Berkelanjutan

Tips Menghemat Listrik di Rumah

11 Januari 2023

Berikan Pendapat Anda

0 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS