Punya tumpukan daun kering, plastik bekas, atau sampah rumah tangga yang bikin risih? Kebiasaan yang umum terjadi adalah langsung dibakar saja di halaman atau lahan kosong sekitar rumah. Praktis, cepat, dan nggak ribet. Tapi, apakah aman?
Baca Juga: Bahaya Pemanasan Global: Ancaman Nyata di Sekitar Kita
Faktanya, meski tampak sepele, membakar sampah bisa berdampak besar terhadap kesehatan, lingkungan, bahkan bisa menimbulkan masalah hukum. Yuk, kita bahas bersama apa saja dampaknya dan kenapa kita sebaiknya menghentikan kebiasaan ini.
Baca Juga: Apa Itu Jejak Karbon? Yuk, Kenali dan Kurangi Bersama
Kenapa Membakar Sampah Itu Berbahaya?
Bakar sampah, terutama di area permukiman padat, bukan solusi yang ramah lingkungan maupun aman. Ini beberapa risiko yang bisa muncul:
1. Asapnya Meracuni Udara
Sampah plastik, karet, atau bahan kimia bisa menghasilkan asap berbahaya seperti dioksin, karbon monoksida, dan partikel halus (PM2.5). Partikel ini bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan sesak napas, batuk, bahkan memperparah asma.
2. Gangguan Kesehatan Jangka Panjang
Menurut WHO, paparan asap dari pembakaran sampah bisa meningkatkan risiko kanker, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan. Anak-anak dan lansia adalah kelompok paling rentan.
3. Memicu Kebakaran
Api yang ditinggal atau terbawa angin bisa dengan mudah menjalar ke rumput kering atau rumah sekitar. Setiap tahun, kebakaran lahan dan rumah sering kali dipicu dari hal sederhana seperti ini.
4. Mengganggu Lingkungan Sekitar
Asap dan bau tidak sedap bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi tetangga. Kalau sudah begini, bukan nggak mungkin muncul konflik atau teguran dari warga lain.
Sudah Ada Aturannya, Lho!
Mungkin belum banyak yang tahu, tapi membakar sampah sembarangan sebenarnya melanggar hukum. Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, membakar sampah yang tidak sesuai teknis itu dilarang. Pelanggar bisa dikenakan sanksi denda hingga Rp50 juta atau pidana kurungan.
Beberapa pemerintah daerah juga punya peraturan khusus (Perda) yang melarang praktik ini, terutama di kawasan perumahan. Jadi, ini bukan sekadar masalah kebiasaan, tapi sudah menyangkut aturan resmi.
Kalau Nggak Boleh Bakar, Lalu Gimana?
Tenang, ada banyak cara lain untuk mengelola sampah di rumah dengan lebih sehat dan bertanggung jawab. Ini beberapa alternatif yang bisa Anda coba:
• Pilah Sampah Sejak Awal
Pisahkan sampah organik (seperti sisa makanan dan daun) dengan anorganik (plastik, logam, kertas). Ini langkah pertama yang penting banget!
• Manfaatkan Sampah Organik untuk Kompos
Kalau punya taman kecil atau tanaman hias, kompos dari sisa dapur bisa jadi pupuk alami.
• Gunakan Layanan Angkut Sampah Resmi
Pastikan lingkungan tempat tinggalmu terhubung dengan sistem pengelolaan sampah dari RT/RW atau pemerintah kota.
• Jual atau Sumbangkan Sampah Daur Ulang
Kardus, botol, dan barang bekas lainnya bisa dijual ke bank sampah atau disumbangkan ke pelaku usaha daur ulang.
Bijak Mengelola Sampah, Sehat untuk Semua
Kesehatan lingkungan dimulai dari kebiasaan kecil di rumah. Bakar sampah mungkin terasa praktis, tapi dampaknya bisa panjang dan serius. Yuk, mulai dari sekarang kita ubah kebiasaan lama dan pilih cara yang lebih sehat untuk kita dan sekitar.
Ingat, lingkungan yang bersih bukan cuma tanggung jawab petugas kebersihan, tapi tugas kita semua.
Nah, itulah hal-hal yang dapat Anda perhatikan dalam mengelola sampah. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait gaya hidup atau kesehatan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda