Informasi Artikel

Penulis Artikel

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Faktanya, kasus cuci darah pada usia muda di Indonesia memang sedang meningkat. Penyebabnya beragam. Tetapi salah satu faktor yang paling sering disebut adalah konsumsi gula berlebihan, terutama dari minuman manis.

Baca Juga: Menu Sarapan Sehat Untuk Keluarga

Mungkin Anda termasuk orang yang berpikir, “Saya masih muda, badan masih kuat.” Sayangnya, tubuh tidak selalu bekerja seideal yang kita bayangkan. Konsumsi gula yang tampak sepele, jika dilakukan terus-menerus, dapat memicu gangguan kesehatan serius—bahkan sejak usia produktif.

Rasa manis memang menggoda. Tapi, di balik sensasi menyenangkan itu, ada ancaman kesehatan yang kerap luput dari perhatian.

 

Minuman Manis: Ancaman yang Terlihat Sepele

Coba lihat sekeliling Anda. Gerai minuman kekinian ada di mana-mana. Mulai dari kopi susu, teh boba, jus kemasan, hingga minuman berenergi—semuanya hadir dengan tampilan menarik dan harga yang terjangkau.

Tanpa disadari, inilah yang membuat konsumsi minuman manis terus meningkat.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, Indonesia termasuk negara dengan konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Rata-rata, satu kemasan minuman (250 ml) mengandung sekitar 22,8 gram gula, atau hampir setengah dari batas konsumsi gula harian yang dianjurkan.

Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 juga menunjukkan fakta yang cukup mengkhawatirkan:

  • 47,5% masyarakat Indonesia usia 3 tahun ke atas mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali sehari.
  • 43,3% lainnya mengonsumsi minuman manis 1–6 kali dalam seminggu.

Angka ini menunjukkan bahwa minuman manis telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Beberapa jenis minuman dengan kandungan gula tinggi yang perlu Anda waspadai antara lain:

 

1.    Minuman Bersoda

Satu kaleng soda bisa mengandung gula setara 9 sendok teh atau lebih.

 

2.    Minuman Berenergi

Meski sering dikaitkan dengan aktivitas fisik dan stamina, banyak produk minuman energi mengandung pemanis tambahan dalam jumlah tinggi.

 

3.    Jus Buah dalam Kemasan

Berbeda dengan jus buah segar, produk kemasan sering kali mengandung gula tambahan untuk memperkuat rasa.

 

4.    Teh dan Kopi Kekinian

Tambahan sirup, krim, jelly, hingga boba membuat kadar gula melonjak tajam.

Jika dikonsumsi terus-menerus, gula darah berlebih akan menumpuk dalam tubuh. Beberapa tanda awal kelebihan gula yang sering diabaikan antara lain:

  • Mudah lelah dan cepat lapar
  • Penglihatan kabur
  • Gerak tubuh terasa lebih lambat
  • Keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis
  • Luka sulit sembuh


 

Apa yang Terjadi Saat Gula Masuk Terlalu Banyak?

Pada dasarnya, tubuh memang membutuhkan gula sebagai sumber energi. Namun, jumlahnya harus dibatasi.

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram per hari, atau sekitar 4 sendok makan. Kelebihan dari angka ini akan disimpan sebagai lemak dan memicu berbagai gangguan kesehatan.

Berikut beberapa dampak serius dari konsumsi gula berlebihan:

 

1.    Obesitas

Gula berlebih membuat tubuh sulit mengenali rasa kenyang. Akibatnya, Anda cenderung makan lebih banyak dan berat badan naik secara perlahan.

 

2.    Penyakit Jantung

Kadar gula tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, trigliserida, dan peradangan kronis—semua faktor risiko penyakit jantung.

 

3.    Diabetes Melitus Tipe 2

Asupan gula berlebih dalam jangka panjang dapat merusak kerja insulin dan memicu resistensi insulin.

 

4.    Gigi Berlubang

Bakteri di mulut mengubah sisa gula menjadi asam yang merusak enamel gigi.

 

5.    Penyakit Hati Berlemak (NAFLD)

Fruktosa berlebih akan dibebankan ke hati, menyebabkan penumpukan lemak dan kerusakan fungsi hati.

 

6.    Penuaan Dini pada Kulit

Gula dapat mengikat protein di kulit dan mengurangi elastisitas, membuat kulit tampak lebih cepat menua.

 

7.    Risiko Kanker

Peradangan kronis dan obesitas akibat gula berlebih meningkatkan risiko beberapa jenis kanker.

 

8.    Kerusakan Ginjal

Inilah yang paling mengkhawatirkan. Kadar gula darah tinggi yang berlangsung lama dapat merusak sistem penyaringan ginjal dan berujung pada gagal ginjal bahkan di usia muda.

 

Cara Praktis Mengurangi Konsumsi Gula

Setelah memahami risikonya, langkah berikutnya adalah mulai mengontrol asupan gula. Berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan:

 

1.    Biasakan Membaca Label Nutrisi

Perhatikan kandungan gula per sajian. Waspadai istilah lain dari gula seperti fruktosa, sukrosa, sirup, atau gula tebu.

 

2.    Pilih Pemanis Alami

Utamakan makanan dan minuman tanpa pemanis tambahan, seperti buah segar, oatmeal, atau susu kedelai tanpa gula.

 

3.    Kombinasikan dengan Protein dan Serat

Mengonsumsi gula bersama protein, serat, dan lemak sehat membantu menjaga kestabilan gula darah dan membuat kenyang lebih lama.

 

4.    Terapkan Pola Makan Rendah Gula

Kurangi karbohidrat sederhana, perbanyak sayur, buah, dan protein rendah lemak.

Selain pola makan, aktivitas fisik teratur dan gaya hidup sehat juga berperan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap normal.

Pada akhirnya, semua kembali pada pilihan kita sehari-hari. Mengurangi gula bukan berarti menghilangkan rasa nikmat, melainkan investasi agar tubuh tetap sehat bukan hanya hari ini, tetapi juga di masa depan.

Jika Anda butuh saran lebih lanjut terkait topik ini, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli gizi di Tanya Ahli. Silakan daftarkan diri Anda untuk akses gratis di Daya.id.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Nutrisi & Kesehatan

Fakta dan Manfaat Minyak Kelapa yang Wajib Diketahui

11 April 2021

5.0
Nutrisi & Kesehatan

9 Manfaat Buah Tarap Bagi Kesehatan Tubuh Lengkap

05 Desember 2021

Artikel Ahli
5.0
Nutrisi & Kesehatan

Turunkan Berat Badan dengan 6 Diet Ini

12 Februari 2020

5.0
Nutrisi & Kesehatan

5 Tips dan Cara Diet Keto yang Benar untuk Pemula

30 April 2021

Berikan Pendapat Anda

0 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS