Informasi Artikel

Dirilis

08 November 2026

Penulis Artikel

Nazhif Gifari


Tag

Snack merupakan makanan dalam porsi lebih kecil yang dikonsumsi di antara waktu makan utama, seperti sarapan, makan siang, dan makan malam. Di Indonesia, berbagai jenis snack mudah ditemukan dan sudah menjadi bagian dari kebiasaan makan sehari-hari, mulai dari gorengan, jajanan pasar, seblak, batagor, hingga cilok.

Namun, tidak semua snack memiliki kandungan gizi yang seimbang. Beberapa jenis snack cenderung tinggi energi, lemak, karbohidrat, atau natrium, tetapi relatif rendah protein dan serat. Kandungan tersebut tentu perlu diperhatikan, terutama jika snack dikonsumsi dalam porsi besar atau terlalu sering.
Meski begitu, makanan selingan tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Snack dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian, terutama ketika Anda membutuhkan tambahan energi di antara waktu makan utama.

Masalahnya bukan semata-mata pada kebiasaan ngemil, tetapi pada jenis, jumlah, frekuensi, dan total asupan makanan dalam sehari. Karena itu, menjalani program penurunan berat badan bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsi snack.

Yang lebih penting adalah memahami snack yang sebaiknya dibatasi, memilih makanan yang lebih bergizi, memperhatikan porsinya, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda. Dengan cara tersebut, Anda tetap dapat menikmati snack tanpa mengganggu tujuan pengelolaan berat badan.

 

Apakah Ngemil Bisa Membuat Berat Badan Naik?

Kebiasaan ngemil tidak selalu menyebabkan berat badan meningkat. Hal yang lebih penting adalah melihat keseluruhan pola makan Anda.

Jenis snack yang dipilih, jumlah yang dikonsumsi, seberapa sering Anda ngemil, serta total asupan energi dalam sehari semuanya perlu diperhatikan.

Sebagai contoh, satu buah gorengan dapat mengandung sekitar 150 kalori. Jika Anda mengonsumsi tiga buah, jumlahnya menjadi sekitar 450 kalori. Angka tersebut tentu perlu diperhitungkan sebagai bagian dari total asupan energi harian.

Karena itu, saat memilih snack, jangan hanya mempertimbangkan rasa. Perhatikan juga kandungan gizi dan porsinya.

Anda tetap dapat mengonsumsi snack saat menjalani program diet, selama jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, buah, yogurt, susu, atau kacang-kacangan dapat menjadi pilihan yang lebih bergizi dibandingkan makanan yang tinggi kalori tetapi rendah zat gizi.

Pada akhirnya, perubahan berat badan tidak ditentukan oleh satu jenis makanan saja. Pola makan secara keseluruhan, jumlah energi yang dikonsumsi, kualitas makanan, dan aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menentukan apakah berat badan meningkat, menurun, atau tetap.

 

Terapkan “Snack yang Direncanakan”

Mengonsumsi snack saat diet bukan berarti Anda harus makan setiap kali melihat makanan. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah membuat “snack yang direncanakan”.

Artinya, Anda menentukan terlebih dahulu kapan membutuhkan snack, apa yang akan dimakan, dan berapa banyak porsinya. Dengan cara ini, Anda dapat mengurangi kebiasaan ngemil secara spontan atau tanpa sadar sepanjang hari.

Waktu mengonsumsi snack juga perlu disesuaikan dengan kondisi Anda. Jika masih merasa kenyang setelah makan utama, Anda mungkin tidak membutuhkan snack tambahan. Sebaliknya, jika jarak antara dua waktu makan cukup panjang atau aktivitas Anda membutuhkan energi tambahan, snack dapat menjadi pilihan.

Intinya, jangan memaksakan diri untuk makan snack hanya karena menganggap ngemil harus dilakukan. Perhatikan rasa lapar dan kebutuhan tubuh Anda.

 

Pilih Snack yang Bergizi dan Sesuai Kebutuhan

Snack sehat tidak harus mahal, rumit, atau berupa makanan khusus. Anda dapat memilih makanan yang mudah ditemukan sehari-hari, seperti buah, yogurt, susu, kacang-kacangan, jagung, ubi, atau makanan lokal lainnya.

Yang perlu diperhatikan adalah jenis makanan dan porsinya. Pilih makanan yang dapat memberikan zat gizi yang dibutuhkan tubuh dan sesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan energi Anda.

Selain itu, mengatur konsumsi snack bukan berarti Anda harus menghindari makanan favorit. Makanan seperti gorengan, keripik, atau makanan manis tetap dapat dinikmati sesekali dalam jumlah yang wajar.

Kuncinya adalah makan dengan sadar, memilih makanan dengan lebih bijak, dan menjaga keseimbangan pola makan secara keseluruhan.

 

Belajar dari Kebiasaan Ngemil di Indonesia dan Jepang

Setiap negara memiliki kebiasaan dan pilihan makanan selingan yang berbeda. Di Indonesia, makanan ringan yang mudah ditemukan antara lain gorengan, jajanan pasar, seblak, batagor, cilok, keripik, dan berbagai makanan berbasis tepung.

Sementara itu, di Jepang, makanan selingan yang umum dijumpai antara lain buah, yogurt, kacang-kacangan, senbei atau kerupuk beras, serta makanan manis tradisional seperti wagashi, dango, dan daifuku.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu jenis snack yang otomatis lebih sehat hanya karena berasal dari negara tertentu. Makanan tetap perlu dilihat dari kandungan gizi, porsi, frekuensi konsumsi, dan pola makan secara keseluruhan.

Gorengan, misalnya, tetap dapat menjadi bagian dari pola makan jika dikonsumsi sesekali dan dalam porsi yang sesuai. Begitu pula makanan manis. Anda tidak harus menghindarinya sepenuhnya, tetapi perlu mengatur jumlah dan frekuensinya.

Hal yang dapat dipelajari adalah bagaimana memilih makanan selingan dengan lebih sadar. Perhatikan porsinya, sesuaikan dengan makanan utama dan aktivitas fisik, serta jangan menjadikan snack sebagai sumber utama asupan energi sehari-hari.

 

3 Aturan Sederhana Memilih Snack Saat Diet

Untuk membantu diet Anda, berikut ini 3 aturan sederhana memilih snack yang bisa Anda pertimbangkan.

 

1. Perhatikan Porsi, Bukan Hanya Jenis Makanan

Memilih makanan yang bergizi memang penting, tetapi porsinya juga perlu diperhatikan.

Buah, kacang-kacangan, atau yogurt dapat menjadi pilihan snack yang baik. Namun, mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan tetap dapat menambah asupan energi harian.

Selain itu, keinginan untuk ngemil tidak selalu muncul karena lapar. Rasa bosan, stres, kebiasaan, atau sekadar melihat makanan juga dapat memicu keinginan untuk makan.

Karena itu, sebelum mengambil snack, coba kenali terlebih dahulu apakah Anda benar-benar lapar atau hanya ingin makan karena kebiasaan. Dengan mengenali rasa lapar, Anda dapat menentukan apakah tubuh memang membutuhkan snack atau tidak.

 

2. Pilih Snack yang Membantu Menahan Lapar

Jika Anda memang membutuhkan snack, pilih makanan yang mengandung protein dan serat. Kedua zat gizi tersebut dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Anda dapat mencoba beberapa kombinasi sederhana, seperti:

  • Buah dengan yogurt;
  • Buah dengan kacang-kacangan;
  • Roti dengan telur.

Kombinasi tersebut memberikan beberapa zat gizi penting dan dapat menjadi pilihan yang lebih mengenyangkan dibandingkan snack yang hanya tinggi gula atau lemak.

 

3. Sesuaikan dengan Aktivitas Fisik

Kebutuhan snack setiap orang dapat berbeda, salah satunya karena tingkat aktivitas fisik.

Jika Anda rutin berolahraga dengan durasi atau intensitas tertentu, makanan selingan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi, terutama ketika jarak antara waktu makan cukup panjang.

Sebaliknya, jika sebagian besar aktivitas Anda dilakukan sambil duduk dan kebutuhan energi relatif rendah, Anda mungkin tidak membutuhkan snack tambahan.

Karena itu, sesuaikan konsumsi snack dengan aktivitas fisik dan kebutuhan energi Anda. Tidak perlu memaksakan diri untuk ngemil jika memang tidak lapar atau tidak membutuhkannya.

 

Tetap Bisa Ngemil Saat Diet, Asalkan Bijak

Menjalani diet bukan berarti Anda harus berhenti ngemil atau menghindari semua makanan favorit.

Hal yang lebih penting adalah memilih snack dengan bijak, memperhatikan porsinya, mengenali rasa lapar, dan menyesuaikannya dengan aktivitas fisik serta kebutuhan energi Anda.

Dari kebiasaan makan di berbagai negara, termasuk Jepang, kita dapat melihat bahwa makanan ringan dan makanan manis tetap dapat menjadi bagian dari pola makan selama dikonsumsi secara wajar dan seimbang.

Jadi, Anda tidak perlu menganggap snack sebagai sesuatu yang harus dihindari selama diet. Mulailah dengan memilih makanan yang lebih bergizi, mengatur porsinya, menikmati makanan favorit secukupnya, dan tetap aktif bergerak.

Diet yang baik bukan tentang membuat sebanyak mungkin pantangan, melainkan membangun kebiasaan makan yang sehat dan dapat Anda jalankan secara konsisten dalam jangka panjang.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan mengenai gizi, kesehatan dan gaya hidup, jangan ragu untuk konsultasi dengan ahlinya dalam fitur Tanya ahli dan akan mendapatkan saran dan jawaban yang sesuai dan tepat.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda di daya.id sekarang juga!.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Perbedaan Maag dan GERD: Penyebab dan Pencegahan untuk Karyawan Kantor
Makanan Sehat

Perbedaan Maag dan GERD: Penyebab dan Pencegahan untuk Karyawan Kantor

06 Oktober 2026

5.0
Latihan Otot Kaki: Gerakan Sederhana untuk Karyawan Kantoran
Makanan Sehat

Latihan Otot Kaki: Gerakan Sederhana untuk Karyawan Kantoran

13 September 2026

5.0
Beauty Food Ala Jepang: Rahasia Kulit Sehat, Awet Muda, dan Bercahaya dari Dalam
Artikel Ahli
Makanan Sehat

Beauty Food Ala Jepang: Rahasia Kulit Sehat, Awet Muda, dan Bercahaya dari Dalam

31 Agustus 2026

5.0
Tips Menaikkan Berat Badan Secara Sehat
Makanan Sehat

Tips Menaikkan Berat Badan Secara Sehat

23 Agustus 2026

Berikan Pendapat Anda