Puasa bukan merupakan alasan untuk menghentikan rutinitas latihan di gym atau di rumah. Meskipun kondisi fisik sedang dalam keadaan defisit cairan dan kalori, menerapkan tips aman angkat beban saat puasa akan membantu tubuh tetap bugar dan mencegah penyusutan otot (katabolik).
Dengan menerapkan strategi yang tepat mulai dari penyesuaian waktu latihan hingga pengaturan intensitas beban – Anda tetap bisa melatih otot dengan efektif tanpa harus merasa lemas atau berisiko mengalami cedera.
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat latihan angkat beban selama bulan Ramadhan:
1. Intensitas Latihan
Intensitas latihan beban saat puasa sebaiknya diturunkan ke level pemeliharaan (maintenance) dengan menggunakan beban sekitar 60-70% dari kemampuan maksimal dan menjaga skala usaha di angka RPE 6-7, yang artinya Anda berhenti saat masih merasa sanggup melakukan 3-4 repetisi tambahan. Strategi ini dilakukan dengan cara mengurangi set menjadi 2-3 set saja per gerakan, memperpanjang durasi istirahat antar-set menjadi 2-3 menit untuk menstabilkan detak jantung, serta menghindari teknik intensitas tinggi agar terhindar dari dehidrasi ekstrem dan kelelahan otot yang berlebihan.
2. Durasi Latihan
Durasi latihan beban saat puasa sebaiknya dipersingkat menjadi antara 30-60 menit. Dengan durasi latihan yang singkat, Anda bisa tetap menjaga kualitas kontraksi otot tanpa menguras cadangan glikogen secara berlebihan atau menyebabkan dehidrasi berlebihan. Fokus pada 3-4 gerakan utama agar sesi latihan tetap efektif meski waktunya terbatas.
Durasi latihan yang pendek juga memudahkan tubuh memulihkan energi dan mencegah penurunan kadar gula darah secara drastis. Sebaliknya, durasi latihan yang terlalu lama saat puasa akan meningkatkan kelelahan, menurunkan fokus, dan memperbesar risiko dehidrasi.
3. Pemilihan Jenis Latihan
Pilih latihan compound , yaitu gerakan yang melibatkan beberapa kelompok otot bersamaan, seperti squat, deadlift, bench press, overhead press dan rows. Latihan ini akan menjaga massa otot di seluruh tubuh tanpa harus melakukan banyak variasi gerakan yang menguras energi. Dalam durasi latihan yang singkat, pilih 3 hingga 4 gerakan untuk mempertahankan kekuatan otot.
Hindari latihan yang terlalu memacu jantung seperti circuit training atau crossfit intensitas tinggi agar terhindar dari dehidrasi yang berlebihan.
4. Perhatikan Signal Tubuh

Saat puasa, tubuh akan memberikan signal apabila cadangan gula darah (glikogen) dan cairan mulai menipis. Beberapa signal tubuh yang wajib Anda ketahui, dimana jika salah satu signal muncul, makan Anda harus segera berhenti latihan, yaitu:
- Pusing (pandangan berkunang-kunang) : tanda bahwa gula darah rendah (hipoglikemia) atau tekanan darah yang turun drastis.
- Mulut sangat kering dan haus berlebihan : tanda bahwa dehidrasi tingkat tinggi.
- Mual atau rasa ingin muntah : tanda bahwa oksigen ke otak berkurang atau pertanda tubuh sedang mengalami stress berlebihan.
- Detak jantung tidak beraturan : tanda bahwa sistem kardiovaskular bekerja terlalu keras dalam kondisi minim cairan.
- Kram otot yang mendadak : tanda bahwa terjadi ketidakseimbangan elektrolit akibat puasa seharian.
Tips Aman Olahraga Angkat Beban Saat Puasa
Agar latihan angkat beban tetap aman saat puasa, beberapa tips berikut ini bisa Anda terapkan:
1. Pilih waktu yang tepat
Waktu latihan yang disarankan adalah :
- 90 menit sebelum berbuka
- Setelah berbuka puasa
2. Mulai dengan pemanasan
Untuk meningkatkan aliran darah ke otot dan mencegah cedera otot akibat dehidrasi selama seharian puasa, lakukan pemanasan dinamis seperti arm swings, bodyweight squats, atau lunges selama 5-10 menit.
3. Fokus pada teknik
Hindari memaksakan beban berat, gunakan beban yang lebih ringan dan fokus pada teknik yang benar.
4. Hidrasi yang cukup
Otot manusia terdiri dari 75% air. Oleh karena itu, pertimbangkan menambah sedikit garam atau minuman elektrolit saat malam hari atau mengganti ion tubuh yang hilang, agar terhindar dari kram otot saat latihan. Terapkan strategi minum air – 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari (termasuk saat latihan).
5. Konsumsi makanan bergizi
![]()
Nutrisi adalah bahan bakar untuk memperbaiki kerusakan otot setelah latihan angkat beban. Oleh karena itu, konsumsi:
- Karbohidrat kompleks (saat sahur) : nasi merah atau oat
- Protein (saat sahur & buka) : ayam, ikan, telur, tempe
- Serat & lemak sehat : brokoli, bayam, apel, pisang, alpokat, kacang almond, ikan tuna, ikan kembung
Menjalankan latihan beban saat puasa memang menantang, tapi bukan berarti harus berhenti total. Ubah strategi latihan ke tahap pemeliharaan otot (maintenance) dengan memperhatikan pilihan waktu yang tepat, menjaga hidrasi, dan asupan nutrisi yang seimbang antara protein, serat, dan lemak. Prioritaskan teknik yang benar dan peka terhadap signal tubuh, agar massa otot tetap optimal dan tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa.
Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana olahraga di saat puasa, Anda bisa konsultasi secara gratis dengan memanfaatkan fitur Tanya Ahli atau dengan menemukan berbagai artikel tips gaya hidup sehat lainnya. Pastikan Anda mendaftar terlebih dahulu agar bisa memanfaatkan website ini dengan optimal!
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda