Informasi Artikel

Penulis Artikel

Oky Setiarso

Masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pada tahap ini, anak membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang untuk mendukung perkembangan fisik, kecerdasan, serta daya tahan tubuh. Namun, menyiapkan makanan bergizi seimbang untuk anak sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. 

Anak cenderung pilih-pilih makanan, mudah bosan, atau lebih tertarik pada makanan instan dan jajanan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat agar kebutuhan gizi anak terpenuhi tanpa paksaan.

 

1. Memahami Konsep Gizi Seimbang

Langkah awal adalah memahami apa yang dimaksud dengan gizi seimbang. Makanan bergizi seimbang mencakup karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan, lemak sehat, vitamin, mineral, serta air. 

Konsep “Isi Piringku” dapat dijadikan panduan sederhana dan dikembangkan Kementerian Kesehatan RI, yaitu setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat piring karbohidrat, dan seperempat lainnya protein. 

Dengan pemahaman ini, orang tua dapat lebih mudah menyusun menu harian anak.

Baca juga : Makanan Gizi Seimbang untuk Karyawan

 

2. Variasikan Menu Makanan agar Anak Tidak Bosan

Anak mudah merasa jenuh jika menu yang disajikan itu-itu saja. Variasi menu makanan sangat penting, baik dari segi bahan, warna, maupun cara pengolahan. Misalnya, sumber karbohidrat tidak hanya nasi, tetapi juga kentang, jagung, ubi, atau pasta. 

Protein pun bisa divariasikan dari ayam, ikan, telur, daging, tahu, tempe, hingga kacang-kacangan. Semakin beragam menu, semakin besar peluang anak mendapatkan zat gizi yang lengkap.

 

3. Perhatikan Cara Memasak

Cara memasak sangat memengaruhi nilai gizi makanan. Sebisa mungkin, pilih metode memasak yang minim minyak dan tidak merusak kandungan zat gizi seperti merebus, mengukus, menumis dengan sedikit minyak, atau memanggang. 

Hindari terlalu sering menggoreng makanan karena dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh. Selain itu, jangan memasak sayuran terlalu lama agar vitamin dan mineralnya dalam sayuran tidak banyak hilang.

 

4. Sajikan Makanan dengan Tampilan Menarik

Anak sering menilai makanan dari tampilannya. Warna-warni alami dari sayur dan buah dapat membuat makanan terlihat lebih menggugah selera. Anda bisa membentuk nasi, lauk, atau buah menjadi bentuk lucu, menggunakan cetakan, atau menyusun makanan menyerupai karakter favorit anak. Tampilan yang menarik dapat meningkatkan minat anak untuk mencoba makanan baru, terutama sayuran yang sering mereka hindari.

Baca juga : Tips Cegah Anak Obesitas Sejak Dini

 

5. Libatkan Anak dalam Proses Menyiapkan Makanan

Melibatkan anak dalam proses menyiapkan makanan sampai melakukan pemasakan dapat menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap makanan sehat. Ajak anak memilih bahan makanan saat berbelanja, mencuci sayur, atau menata makanan di piring. 

Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang makanan dan gizi untu anak. Anak akan merasa dilibatkan dan harapannya bisa lebih antusias untuk mencicipi hasil masakannya sendiri.

 

6. Atur Pola Jadwal Makan yang Teratur

Pola makan yang teratur membantu anak mengenali rasa lapar dan kenyang. Usahakan anak makan tiga kali sehari dengan dua kali camilan sehat di sela-selanya setiap hari. Hindari kebiasaan ngemil berlebihan, terutama makanan tinggi gula dan garam, karena dapat mengurangi nafsu makan saat jam makan utama. 

Pilih camilan sehat seperti buah potong, yogurt, atau roti gandum bisa menjadi pilihan.

 

7. Batasi Makanan Olahan dan Gula Berlebih

Makanan olahan, cepat saji, serta minuman manis sebaiknya dibatasi karena umumnya tinggi gula, garam, dan lemak, tetapi rendah zat gizi. Konsumsi makanan yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan anak, seperti risiko obesitas dan gangguan metabolisme.

Biasakan anak mengonsumsi makanan rumahan dengan bahan segar agar asupan gizinya lebih terkontrol.

 

8. Berikan Contoh yang Baik Kepada Anak

Anak cenderung meniru kebiasaan orang tua. Jika orang tua terbiasa makan sayur dan buah, anak pun akan lebih mudah mengikuti. Sebaliknya, sulit mengharapkan anak makan sehat jika orang tua sendiri sering mengonsumsi makanan tidak sehat. Oleh karena itu, jadilah contoh (role model) dengan menerapkan pola makan gizi seimbang dalam keluarga.

 

9. Jangan Memaksa Makan Anak, tetapi Tetap Konsisten

Memaksa anak menghabiskan makanan sering kali justru menimbulkan penolakan. Jika anak menolak makanan tertentu, cobalah menyajikannya kembali di lain waktu dengan cara berbeda. Dibutuhkan kesabaran dan konsistensi untuk membentuk kebiasaan makan sehat anak. 
Banyak tulisan mengungkapkan bahwa anak mungkin perlu mencoba makanan baru beberapa kali sebelum akhirnya menerimanya.

Menyiapkan makanan bergizi seimbang untuk anak memang membutuhkan usaha, kreativitas, dan kesabaran. Namun, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini akan memberikan dampak positif hingga anak dewasa. Dengan memahami prinsip gizi seimbang, menyajikan makanan yang bervariasi dan menarik, serta menciptakan lingkungan makan yang positif, orang tua dapat membantu anak tumbuh sehat, aktif, dan cerdas. 

Ingatlah bahwa proses ini adalah perjalanan jangka panjang, bukan hasil instan, dan setiap langkah kecil yang konsisten sangat berarti bagi masa depan anak.

Jika masih memiliki pertanyaan tekait informasi keuangan, jangan ragu berkonsultasi dengan ahlinya melalui fitur Tanya Ahli dan untuk mendapatkan saran yang tepat. Dengan mendaftar di daya.id, seluruh informasi terkait kesehatan dapat diakses dengan gratis dan mudah. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda di daya.id sekarang juga!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Nutrisi & Kesehatan

Banyak Makanan Manis, Ini Trik Makan Sehat saat Natal Tiba

24 Desember 2019

5.0
Nutrisi & Kesehatan

5 Manfaat Buah Bidara dan Kandungan Didalamnya

13 September 2021

4.5
Nutrisi & Kesehatan

Manfaat Jahe Untuk Kesehatan dan Obat Berbagai Penyakit

03 November 2020

5.0
Nutrisi & Kesehatan

Wajib Tahu! 5 Manfaat Jus Pare Bagi Kesehatan Tubuh

20 November 2021

Berikan Pendapat Anda

5 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS