Informasi Artikel

Penulis Artikel

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Merokok bisa menyebabkan kanker serviks. Sayangnya, sebagian wanita tidak menyadari risiko ini. 

Baca Juga: Apa Hubungan antara Merokok dan Berolahraga?

Mungkin Anda berpikir, “Bukankah kanker serviks lebih berkaitan dengan infeksi virus?” Jawabannya benar. Tapi, tahukah Anda bahwa merokok dapat memperbesar risiko infeksi tersebut berkembang menjadi kanker?

Baca Juga: Apakah Rokok Elektrik Aman Untuk Perokok?

Inilah alasan mengapa kebiasaan merokok baik aktif maupun pasif perlu mendapat perhatian serius.

 

Mengenal Kanker Serviks Lebih Dekat

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh di leher rahim, bagian paling bawah rahim yang menghubungkannya dengan vagina. Penyakit ini merupakan salah satu kanker paling umum pada wanita dan menjadi penyebab kematian yang cukup tinggi, terutama di negara berkembang.

Masalahnya, kanker serviks sering berkembang secara perlahan dan tanpa gejala pada tahap awal. Banyak penderita baru menyadari kondisinya saat kanker sudah memasuki stadium lanjut.

Lalu, apa penyebab utama kanker serviks?

 

Peran Virus HPV dalam Kanker Serviks

Hampir semua kasus kanker serviks berawal dari infeksi Human Papillomavirus (HPV). Virus ini menyebabkan perubahan sel di leher rahim menjadi abnormal. Jika tidak terdeteksi dan ditangani, sel-sel abnormal tersebut dapat berkembang menjadi kanker.

HPV umumnya menular melalui:

  • Hubungan seksual
  • Kontak kulit dengan area yang terinfeksi, termasuk di luar organ intim


Infeksi HPV sebenarnya cukup umum dan sering kali bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, pada kondisi tertentu misalnya saat daya tahan tubuh melemah virus ini bisa bertahan lebih lama dan menyebabkan kerusakan sel.

Di sinilah peran merokok menjadi sangat signifikan.

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, seiring perkembangan penyakit, beberapa tanda berikut dapat muncul:

  • Perdarahan vagina yang tidak normal, terutama setelah berhubungan intim
  • Nyeri pada area panggul atau vagina
  • Keputihan tidak normal, berbau, atau disertai rasa gatal
  • Nyeri saat buang air kecil

Karena gejalanya bisa samar, pemeriksaan pap smear secara rutin menjadi langkah penting untuk deteksi dini.

 

Perilaku yang Meningkatkan Risiko Kanker Serviks

Ada beberapa kebiasaan dan faktor gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks, antara lain:

 

1.    Hubungan Seksual Tidak Aman

Sering berganti pasangan atau berhubungan intim di usia terlalu muda meningkatkan risiko tertular HPV.

 

2.    Pola Makan Tidak Seimbang

Kurangnya konsumsi buah dan sayur serta kelebihan berat badan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

 

3.    Kebersihan Organ Intim yang Kurang Terjaga

Kurangnya kebersihan dapat mempermudah infeksi berkembang.

 

4.    Merokok

Inilah faktor yang sering diabaikan. Zat kimia dalam rokok bersifat karsinogenik dan dapat merusak sistem pertahanan tubuh.

 

Mengapa Merokok Meningkatkan Risiko Kanker Serviks?

Wanita yang merokok memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena kanker serviks dibandingkan yang tidak merokok. Mengapa demikian?

 

1.    Merokok Melemahkan Sistem Imun

Tubuh membutuhkan sistem kekebalan yang kuat untuk melawan virus HPV. Zat kimia dalam rokok dapat menurunkan kemampuan sel imun dalam melawan infeksi.

 

2.    Merokok Merusak Materi Genetik

Zat karsinogenik dalam rokok dapat merusak DNA sel. Akibatnya, sel normal bisa berubah menjadi sel abnormal yang berpotensi menjadi kanker.

Perlu diingat, dampak ini tidak hanya berlaku pada perokok aktif. Perokok pasif yang sering terpapar asap rokok juga memiliki risiko kesehatan yang sama.

 

Berhenti Merokok: Langkah Nyata Mengurangi Risiko

Kabar baiknya, risiko kanker serviks dapat menurun secara signifikan setelah seseorang berhenti merokok. Semakin lama Anda berhenti, semakin besar manfaatnya.

Bahkan, wanita yang telah berhenti merokok selama 20 tahun atau lebih memiliki risiko kanker serviks yang hampir sama dengan mereka yang tidak pernah merokok.

Bagi penderita kanker serviks, berhenti merokok juga dapat:

  • Meningkatkan respons terhadap pengobatan
  • Memperbesar peluang kesembuhan
  • Memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan


 

Pencegahan dan Pengobatan Kanker Serviks

Selain berhenti merokok, kanker serviks juga dapat dicegah melalui vaksinasi HPV, yang dianjurkan bagi wanita usia 9–26 tahun, terutama sebelum aktif secara seksual.

Jika kanker serviks sudah terdiagnosis, beberapa pilihan pengobatan yang tersedia antara lain:

  • Kemoterapi untuk membunuh sel kanker
  • Terapi target yang bekerja lebih spesifik pada sel kanker
  • Imunoterapi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh
  • Operasi, seperti histerektomi atau trakelektomi
  • Radioterapi, terutama pada stadium lanjut

Merokok bukan hanya soal kebiasaan, tetapi keputusan yang berdampak panjang bagi kesehatan. Jika Anda masih merokok, tidak ada kata terlambat untuk berhenti.

Berhenti merokok bukan hanya menurunkan risiko kanker serviks, tetapi juga memberi tubuh kesempatan untuk pulih dan hidup lebih sehat hari ini dan di masa depan.

Jika Anda butuh saran lebih lanjut terkait topik ini, Anda bisa berkonsultasi di Tanya Ahli. Silakan daftarkan diri Anda untuk akses gratis di Daya.id.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Nutrisi & Kesehatan

Manfaat Telur Asin yang Belum Banyak Diketahui Masyarakat

23 November 2020

4.3
Nutrisi & Kesehatan

Kandungan dan Manfaat Kopi Hitam yang Jarang Diketahui

12 November 2020

4.8
Nutrisi & Kesehatan

Tips Turunkan Berat Badan dengan Gaya Hidup Sehat

01 Januari 2024

Artikel Ahli
5.0
Nutrisi & Kesehatan

Makan Tepat Imun Kuat

19 November 2020

Berikan Pendapat Anda

0 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS