Dirilis

21 Juli 2021

Penulis

dr.Zeth Boroh, Sp.KO

Berlanjutnya pandemi COVID-19 di tahun 2021 membuat banyak orang tua mengajukan pertanyaan, “Apakah aman bagi anak saya untuk kembali berolahraga?” 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, orang tua perlu memahami beberapa aturan yang harus dipatuhi berkenaan dengan tata cara melakukan aktivitas fisik atau berolahraga bagi anak dan remaja.

 

Tips Menentukan Apakah Anak dan Remaja Boleh Berolahraga Saat Pandemi

Berikut adalah beberapa hal penting yang mempermudah orang tua dalam menentukan apakah anak dan remaja dapat kembali berpartisipasi dalam kegiatan olahraga:

 

1. Ketahui Tipe Olahraga atau Aktivitas Fisik yang Akan Dilakukan

Olahraga dan aktivitas fisik yang bersifat individual dan menjaga jarak seperti golf atau tenis, akan memiliki risiko lebih kecil dibandingkan dengan olahraga dengan kontak fisik dan berkelompok seperti basket atau sepakbola.

 

2. Apakah Anak Akan Berbagi atau Bertukar Alat Olahraga

Olahraga tanpa menggunakan alat akan menimbulkan risiko lebih sedikit terkena COVID-19, dibandingkan dengan olahraga menggunakan alat yang dipakai bersama seperti gym atau softball. Jika ingin berolahraga menggunakan alat, usahakan mengunakan alat olahraga sendiri.

Baca juga: Tingkatkan Efektivitas Penggunaan Masker untuk Cegah COVID-19 dengan Cara Berikut

 

3. Seberapa Lama Anak Akan Kontak Dekat Dengan Satu Sama Lainnya

Olahraga dengan paparan minimal terhadap pemain lain adalah pilihan teraman. Lari di jogging track akan memiliki risiko lebih kecil apabila dibandingkan dengan olahraga yang memerlukan pemainnya dalam kontak dekat selama ½ atau 1 permainan.

 

4. Apakah Olahraga Tersebut Dilakukan Indoor atau Outdoor

Virus COVID-19 akan lebih mudah menyebar dalam ruangan tertutup dengan ventilasi yang kurang baik, contohnya ice hockey atau gulat. Sebisa mungkin lakukan olahraga dalam lingkungan terbuka untuk mengurangi risiko paparan.


 

5. Ketahui Berapa Banyak Pemain Dalam Olahraga

Risiko paparan COVID-19 akan semakin besar pada olahraga dengan pemain yang banyak. Kelas kecil atau grup latihan kecil yang berolahraga rutin dengan anggota yang sama akan lebih baik dibandingkan grup atau kelompok yang bertukar-tukar anggota dan latihan dalam jumlah angota kelompok yang lebih besar.

 

6. Hindari Pertandingan Antar Daerah Atau Anggota Kelompok yang Bepergian

Dengan mengurangi bepergian ke area dengan angka infeksi COVID-19 yang tinggi, akan mengurangi risiko paparan dan menjaga anggota tim tetap sehat.

 

7. Pastikan Semua Orang Mematuhi Protokol Kesehatan

Menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, adalah protokol dasar yang harus dipatuhi dalam setiap kegiatan olahraga dan latihan fisik. Budayakan hal ini dalam kegiatan olahraga anak Anda dan juga dalam komunitasnya untuk membangun budaya sehat yang disiplin.



 

8. Lakukan Tes COVID-19 Rutin 

Melakukan tes rutin akan membantu anak, orang tua, pelatih dan anggota tim untuk berolahraga dengan aman dan tenang juga memutus rantai penularan sebisa mungkin. 

 

9. Tingkatkan Imunitas Anak 

Dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup, tidak stres, hidrasi yang cukup, serta berjemur, akan membantu anak meningkatkan imunitas mereka. Terutama tetap melakukan olahraga sesuai dengan tips di atas.


Apabila ada hal yang ingin Anda konsultasikan mengenai berolahraga di masa pandemi, manfaatkan fitur Tanya Ahli untuk berkonsultasi langsung dengan saya, dokter Spesialis Kedokteran Olahraga. Dan untuk mendapatkan manfaat penuh dari website daya.id, Anda cukup mendaftar sebagai pengguna daya.id.

Baca juga: 6 Tips Mengatasi Perut Kembung yang Baik dan Benar

Mari kembali mulai bergerak. Patuhi protokol kesehatan dan jaga imunitas tubuh dengan berolahraga. Dengan melakukan disiplin diri, anak dan keluarga Anda dapat berolahraga dengan baik dan manfaatnya bagi imunitas tubuh akan dapat dirasakan bersama. Salam Olahraga!


 

Sumber:

Indonesia Sports Medicine Center
 

Penilaian :

5.0

5 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Zeth Boroh, Sp.KO

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS