Dirilis

16 Agustus 2022

Penulis

Muliany Istanto

Plastik yang akrab dengan kehidupan kita sehari-hari, merupakan material yang mudah sekali ditemukan, dan akan berakhir menjadi sampah. Masalahnya, sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik, akan berakhir di laut dan mencemari lingkungan dan seluruh biota laut dan ekosistemnya.

Baca Juga: Eco-Anxiety, Tren Ramah Lingkungan yang Menyebabkan Kecemasan

Plastik memang bisa hancur. Tetapi hati-hati, komponen kecilnya masih tetap ada. Komponen kecil ini biasa disebut dengan mikroplastik. Ukuran mikroplastik yang sangat kecil, yaitu kurang dari 0,2 inch atau sekitar 5 milimeter terbagi menjadi 2 tipe, yaitu primer dan sekunder. 

Mikroplastik primer dengan ukuran yang sangat kecil, biasa digunakan untuk produk kecantikan. Sedangkan mikroplastik sekunder adalah serpihan plastik yang berasal dari degradasi sampah plastik atau limbah industri atau limbah rumah tangga.

Mengingat ukurannya yang sangat kecil dan tidak mudah terlihat oleh mata, keberadaaan mikroplastik ini sering kali tidak disadari. Padahal mikropastik ini sangat berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup. Semakin kecil ukurannya, maka mikroplastik akan semakin mudah untuk masuk ke dalam tubuh makhluk hidup.

 

Bahaya Mikropastik 


Apabila kita menghirup udara, mengonsumsi air atau hewan yang telah tercemar mikroplastik, maka ini akan menjadi jalan masuk mikroplastik ke dalam tubuh manusia, dan sangat berbahaya, karena sifatnya yang sulit untuk terurai dan mengandung berbagai bahan kimia, seperti Bispenol A, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan BPA, dan juga berbagai bahan kimia lainnya yang biasanya digunakan sebagai bahan dasar pembuat plastik dan bersifat racun.

Di bawah ini adalah beberapa dampak negatif bagi tubuh apabila kita mengonsumsi mikroplastik : 

 

1.    Rusaknya sel tubuh

Rusaknya sel tubuh akan berdampak kepada kerusaan organ tubuh dalam jangka panjang, hormon yang tidak stabil, sel tubuh yang mengalami gangguan bahkan kematian sel.

 

2.    Alergi 

Mengingat mikropastik ini sesuatu yang asing bagi tubuh dan mengandung zat berbahaya, maka dapat memunculkan alergi pada tubuh degan tingkat alergi yang berbeda-beda pada setiap orang.

 

3.    Gangguan Hormon 

Kandungan BPA yang ada di dalam berbagai produk plastik akan menganggu aktivitas hormon alami dalam tubuh manusia yang akan berdampak kepada reproduksi laki-laki dan perempuan.

 

4.    Kekebalan tubuh terganggu 

Partikel di dalam mikroplastik dapat menyebabkan perubahan DNA yang berakibat pada penurunan kekebalan tubuh dan mudah terserang berbagai penyakit.

 

5.    Meningkatkan resiko kanker

Berbagai bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh seperti Styrene dan polychlorinated biphenyl (PCB) yang terakumulasi di dalam tubuh dapat memicu kanker dan berbagai gangguan kesehatan serius lainnya.

 

6.    Terganggunya metabolisme tubuh 

Mikroplastik juga menyebabkan gangguan pada sistem endorkin. Endorkin ini bertugas untuk mengatur berbagai fungsi dai tubuh melalui pelepasan berbagai hormon yang berguna untuk metabolisme tubuh

 

Cara Meminimalisasi Mikroplastik Masuk ke Dalam Tubuh


Berbagai pencemaran mikroplastik yang sering tidak kita sadari adalah mikroplastik yang berasal dari serat pakaian yang terlepas saat mencuci baju, plastik yang berasal dari produk kosmetik, debu yang berasal dari industri cat, debu akibat gesekan ban dan aspal.
 
Paparan mikroplastik tentunya tidak dapat kita hindari sepenuhnya, di bawah ini adalah beberapa tips sederhana untuk menghindari mikroplastik masuk ke dalam tubuh: 

  • Hindari minum dan makan dengan wadah plastik, karena akan meningkatkan terpaparnya makanan atau minuman dengan mikroplastik
  • Hindari memanaskan makanan dengan wadah plastik 


Mikroplastik yang tersebar di lingkungan kita, sebetulnya juga tidak lepas dari peran kita yang selalu menggunakan produk berbahan dasar plastik. Belum lagi limbah plastik yang kita hasilkan. Untuk itu, mari kita bersama mengurangi penggunaan plastik untuk lingkungan dan hidup yang lebih sehat dan menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan tujuan untuk memperpanjang usia produk dan tidak berakhir menjadi sampah di lautan.

Baca juga : Program Refill dan Recycle yang Dilakukan Oleh Beberapa Merk Ternama

Itulah bahayanya mikroplastik bagi kesehatan, Anda juga dapat berkonsultasi mengenai kesehatan dengan mitra ahli tepercaya kami melalui fitur Tanya Ahli. Selain itu, untuk informasi lain terkait wirausaha, Anda bisa membacanya di daya.id. Dengan mendaftar di daya.id semua informasi terkait kesehatan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, yuk kunjungi daya.id sekarang juga! sekarang juga!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Ardiansyah Bahar

Dokter Umum

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS