Informasi Artikel

Dirilis

23 Oktober 2026

Penulis Artikel

Anastasia Ekachandra


Tag

Masa pensiun bukan berarti berhenti produktif. Setelah tidak lagi bekerja penuh waktu, pensiunan tetap bisa memiliki penghasilan tambahan dari cara yang lebih ringan dan sesuai kemampuan. Salah satunya melalui passive income, yaitu penghasilan yang tetap bisa berjalan meskipun tidak dikerjakan setiap hari seperti pekerjaan utama.

Bagi pensiunan, passive income bisa membantu menambah pemasukan bulanan. Uang tambahan ini dapat dipakai untuk kebutuhan harian, biaya kesehatan, kegiatan sosial, atau sekadar membuat masa pensiun terasa lebih tenang.

Namun, memilih sumber passive income tetap perlu hati-hati. Jangan mudah tergiur keuntungan besar dalam waktu singkat.

Baca juga: Pengelolaan Aset Kekayaan bagi Keluarga dengan High Networth di Indonesia

 

Kenapa Pensiunan Perlu Mempertimbangkan Passive Income?

Ada beberapa alasan kenapa pensiunan perlu mempertimbangkan passive income.

 

1. Membantu menambah pemasukan bulanan

Saat pensiun, pemasukan bisa berubah. Ada yang masih mendapat dana pensiun, ada yang mengandalkan tabungan, ada juga yang mendapat bantuan dari keluarga. Namun, kebutuhan tetap berjalan setiap bulan.

Kebutuhan yang tetap perlu disiapkan antara lain:

  • makan dan kebutuhan rumah tangga;
  • listrik, air, pulsa, dan transportasi;
  • obat dan pemeriksaan kesehatan;
  • kegiatan keluarga;
  • dana cadangan.

Jika ada passive income, pensiunan punya tambahan ruang keuangan. Jumlahnya tidak harus besar. Tambahan Rp 300.000,- sampai Rp 1.000.000,- per bulan tetap bisa membantu jika dikelola dengan baik.

 

2. Membantu menjaga kemandirian keuangan

Banyak pensiunan ingin tetap mandiri dan tidak terlalu bergantung kepada anak atau keluarga. Passive income bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kemandirian tersebut.

Contohnya:

  • hasil sewa kamar kosong
  • keuntungan dari investasi yang aman
  • hasil usaha kecil yang sudah berjalan
  • royalti dari karya sederhana
  • pendapatan dari aset yang dimiliki.

Yang penting, sumber penghasilan ini tidak membuat pensiunan terlalu lelah atau mengambil risiko besar.

 

Ide Passive Income untuk Pensiunan

Berikut ini ide passive income untuk pensiunan.

 

1. Menyewakan aset yang dimiliki

Jika memiliki kamar kosong, rumah kecil, tanah, atau kendaraan yang jarang dipakai, aset tersebut bisa dipertimbangkan sebagai sumber penghasilan.

Contohnya:

  • menyewakan kamar kosong untuk kos
  • menyewakan rumah kontrakan
  • menyewakan lahan untuk usaha kecil
  • menyewakan kendaraan dengan sistem yang aman
  • menyewakan perlengkapan tertentu yang masih layak pakai

Sebelum menyewakan aset, pastikan ada perjanjian yang jelas. Tulis harga sewa, jangka waktu, aturan penggunaan, dan tanggung jawab jika ada kerusakan. Cara ini membantu menghindari masalah di kemudian hari.

 

2. Memilih investasi yang risikonya sesuai

Investasi bisa menjadi sumber passive income, tetapi perlu dipilih dengan hati-hati. Pensiunan sebaiknya tidak menaruh seluruh uang pada instrumen yang risikonya tinggi.

Pilihan yang bisa dipelajari terlebih dahulu:

  • deposito
  • obligasi pemerintah
  • reksa dana pasar uang
  • reksa dana pendapatan tetap
  • saham dividen untuk yang sudah memahami risikonya.

Sebelum memilih investasi, pahami dulu tujuan, risiko, dan jangka waktunya. Jangan memakai dana kebutuhan pokok untuk investasi. Gunakan uang yang benar-benar tidak mengganggu kebutuhan harian.

 

3. Membuat usaha ringan yang bisa berjalan rutin

Tidak semua passive income harus berasal dari investasi besar. Pensiunan juga bisa membuat usaha ringan yang tidak terlalu menguras tenaga.

Contohnya:

  • menitipkan kue ke warung
  • menjual makanan rumahan dengan sistem pesanan
  • membuka jasa kecil dari rumah
  • menjual tanaman hias
  • membuat produk kerajinan sederhana

Agar tidak melelahkan, pilih usaha yang sesuai minat dan kondisi kesehatan. Jika memungkinkan, libatkan keluarga untuk membantu bagian yang lebih berat, seperti pengantaran, pembelian bahan, atau promosi.

 

4. Memanfaatkan pengalaman dan keterampilan

Pensiunan sering memiliki pengalaman panjang dari pekerjaan sebelumnya. Pengalaman ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.

Contohnya:

  • memberi les sesuai keahlian;
  • menjadi mentor kecil-kecilan;
  • menulis materi sederhana;
  • membuat kelas singkat;
  • menjadi konsultan untuk bidang yang dikuasai.

Misalnya, pensiunan guru bisa memberi les beberapa kali seminggu. Pensiunan pegawai administrasi bisa membantu usaha kecil merapikan catatan. Pensiunan yang suka memasak bisa membuat kelas memasak rumahan.

Baca juga: Cara Cerdas Melindungi Nilai Kekayaan dengan Investasi Mata Uang Asing

 

Perhatikan Sebelum Memilih Passive Income

Sebelum memulai, pensiunan perlu mengecek beberapa hal:

  • Apakah modalnya aman?
  • Apakah risikonya bisa diterima?
  • Apakah kegiatan tersebut sesuai kondisi Kesehatan?
  • Apakah waktunya tidak terlalu mengikat?
  • Apakah penghasilannya realistis?

Hindari tawaran yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Jika ada ajakan investasi yang tidak jelas izinnya, tidak transparan, atau terlalu memaksa, lebih baik ditolak. Masa pensiun sebaiknya dijalani dengan tenang, bukan dengan tekanan karena salah memilih investasi.

 

Penutup

Ide passive income untuk pensiunan bisa dimulai dari langkah sederhana:

  1. Manfaatkan aset yang sudah dimiliki;
  2. Pilih investasi yang risikonya sesuai;
  3. Buat usaha ringan yang tidak melelahkan;
  4. Gunakan pengalaman dan keterampilan;
  5. Hindari tawaran keuntungan besar yang tidak jelas.

Passive income dapat membantu pensiunan menambah pemasukan dan menjaga kemandirian keuangan. Namun, setiap pilihan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, kebutuhan bulanan, dan kemampuan mengelola risiko.

Dengan perencanaan yang hati-hati, masa pensiun tetap bisa dijalani dengan produktif, tenang, dan lebih mandiri.

Jika masih memiliki pertanyaan tekait informasi keuangan, jangan ragu berkonsultasi dengan ahlinya melalui fitur Tanya Ahli dan untuk mendapatkan saran yang tepat. Dengan mendaftar di daya.id, seluruh informasi terkait kesehatan dapat diakses dengan gratis dan mudah. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda di daya.id sekarang juga!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Bisa Untung Saat Saham Turun, Tapi Apakah Short Selling Cocok untuk Anda?
Artikel Ahli
Investasi

Bisa Untung Saat Saham Turun, Tapi Apakah Short Selling Cocok untuk Anda?

18 Oktober 2026

5.0
Kapan Saat yang Tepat Membuat Surat Keterangan Ahli Waris?
Investasi

Kapan Saat yang Tepat Membuat Surat Keterangan Ahli Waris?

25 Januari 2026

5.0
Investasi yang Cocok untuk Calon Pensiunan? Pertimbangkan Pilihan Ini
Investasi

Investasi yang Cocok untuk Calon Pensiunan? Pertimbangkan Pilihan Ini

10 Januari 2026

5.0
Keuntungan dan Risiko Investasi Kredit Emas: Waspada Tapi Tak Perlu Takut
Investasi

Keuntungan dan Risiko Investasi Kredit Emas: Waspada Tapi Tak Perlu Takut

29 Desember 2025

Berikan Pendapat Anda