Informasi Artikel

Dirilis

03 Juli 2026

Penulis Artikel

Indra Bdi Kurniawan


Tag

Apakah Anda memperhatikan bagaimana tren harga emas terus meroket dalam beberapa waktu terakhir, terutama di tengah fluktuasi ekonomi global saat ini? Di tengah ketidakpastian tersebut, saat Anda melewati toko perhiasan, apakah Anda sempat berpikir bahwa membeli kalung, gelang, cincin ataupun perhiasan emas lain yang cantik adalah langkah mudah dan menyenangkan untuk mengamankan kekayaan sekaligus mempercantik diri? 

Namun, benarkah emas perhiasan adalah instrumen investasi yang benar-benar mendatangkan keuntungan finansial yang optimal bagi portofolio Anda?

 

Mengapa Memahami Karakteristik Emas Perhiasan Sangat Penting?

Emas telah lama dikenal sebagai aset aman (safe haven). Namun, mencampuradukkan antara fungsi "gaya hidup" (lifestyle) dengan "investasi murni" pada emas perhiasan sering kali menjadi hal yang merugikan. Melalui topik ini, Anda akan jernih memahami kemampuan mengalokasikan dana secara presisi, memahami kapan harus membelanjakan uang untuk aset produktif, serta bagaimana memproteksi nilai kekayaan keluarga dari gerusan inflasi tanpa mengorbankan likuiditas.

Berikut ini dampak akibat kesalahan dalam memilih emas perhiasan sebagai investasi yang perlu Anda perhatikan, yaitu:

 

•    Tergerus Biaya Pembuatan

Saat Anda membeli emas perhiasan, Anda membayar harga emas ditambah ongkos pembuatan/ desain. Sialnya, saat Anda menjualnya kembali, toko emas pada umumnya hanya menghitung berat murni emas dan menghapus biaya pembuatan perhiasan tersebut. Akibatnya, ada potensi kerugian instan (spread harga yang tinggi) antara 10% hingga 20% di harga awal pembelian.

 

•    Penyusutan Nilai Akibat Kadar Karat

Perhiasan jarang sekali menggunakan emas murni 24 karat karena sifatnya yang terlalu lunak. Campuran logam lain (yaitu perak atau tembaga) membuat kadar kemurniannya turun (misal menjadi 18 karat atau 70%). Jika Anda tidak teliti menyimpan nota pembelian, nilai potongan saat buyback (dijual kembali) bisa lumayan mencekik.

 

•    Risiko Kerusakan Fisik

Goresan, hilangnya permata hiasan, atau pudarnya warna perhiasan akibat pemakaian sehari-hari dapat menurunkan taksiran harga jual secara signifikan di mata kolektor atau toko emas.

Namun, akan ada dampaknya juga bila Anda menolak berinvestasi pada emas sama sekali, yaitu:

 

•    Kehilangan Pelindung Inflasi

Jika Anda sepenuhnya enggan memegang emas (baik perhiasan maupun batangan) dan memilih menyimpan seluruh dana darurat dalam bentuk uang tunai di tabungan konvensional, nilai daya beli uang Anda dipastikan akan terus tergerus oleh inflasi tahunan.

 

•    Portofolio yang Tidak Terdiversifikasi

Tanpa adanya aset safe haven, portofolio keuangan keluarga Anda akan menjadi sangat rentan dan berisiko tinggi saat pasar saham atau sektor properti sedang mengalami guncangan mendadak.

 

Jadi, Apakah Emas Perhiasan Bisa Menguntungkan?

Jawaban singkatnya “BISA”. Tapi tentu saja tidak akan seoptimal emas batangan (logam mulia), dan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk mencapai titik menguntungkan. Dan untuk melihatnya secara objektif, Anda harus membagi potensinya ke dalam dua kondisi nyata berikut:

  1. Kondisi yang mendatangkan keuntungan (jangka sangat panjang): Emas perhiasan baru akan menguntungkan jika disimpan dalam jangka waktu di atas 5 hingga 10 tahun. Mengapa? Karena inflasi dan kenaikan harga emas dunia biasanya sudah cukup tinggi dalam periode sepanjang itu, untuk menutup "biaya pembuatan" yang dibayarkan di awal pembelian, sekaligus memberikan selisih keuntungan bersih saat dijual kembali. Selain itu, emas akan sukses berfungsi sebagai pelindung nilai daya beli dibanding jika uang Anda hanya mengendap di rekening bank.
  2. Kondisi yang membawa kerugian (jangka pendek & model rumit): Jika Anda membeli emas perhiasan hari ini lalu terpaksa menjualnya 1 atau 2 tahun kemudian, maka hampir dipastikan akan mengalami kerugian secara matematis. Kenaikan harga emas tahunan belum mampu mengejar selisih harga jual-beli (spread) dan hilangnya biaya pembuatan. Hal ini diperparah jika Anda memilih model perhiasan yang terlalu rumit atau bertabur banyak permata non-emas; toko perhiasan hanya akan menimbang berat emas murninya saja.

Para perencana keuangan independen terkemuka di Indonesia kerap memberikan batasan yang tegas mengenai fungsi perhiasan. Salah satu prinsip dasar dalam literasi keuangan menekankan bahwa investasi seharusnya adalah instrumen yang nilainya bertumbuh tanpa dibebani oleh biaya penyusutan utilitas.

Baca juga: Takut Rugi Saat Harga Emas Naik? Ini Strategi Investasi Aman untuk Pemula

 

Langkah Strategis Membeli Emas Perhiasan Secara Bijak dan Menguntungkan

Jika Anda termasuk kelompok yang tetap ingin menikmati keindahan perhiasan sekaligus memanfaatkannya sebagai instrumen pelapis keuangan darurat, berikut adalah tahapan sistematis yang baik, aman, dan sesuai ketentuan literasi keuangan modern:

 

1. Pisahkan Anggaran Gaya Hidup dan Investasi Murni

Sebelum melangkah ke toko perhiasan, tetapkan batas psikologis keuangan Anda. Golden rule-nya: Maksimal hanya 5% hingga 10% dari total aset Anda yang ditempatkan pada emas perhiasan. Jika Anda memiliki dana menganggur yang murni ditujukan untuk investasi masa depan (seperti dana pendidikan anak atau persiapan pensiun), alihkan dana tersebut untuk membeli logam mulia batangan bersertifikat (seperti Antam atau UBS) karena memiliki spread harga jual-beli yang jauh lebih rendah dan tanpa ongkos cetak yang memotong nilai buyback.

 

2. Pilih Kadar Emas yang Ideal dan Model yang Sederhana

Jika ingin potensi penyusutan nilainya kecil, pilihlah perhiasan dengan kadar emas yang tinggi (minimal 17 Karat atau kadar 70% ke atas). Selain itu, pilihlah model perhiasan yang polos atau klasik (seperti gelang rantai atau cincin polos) tanpa banyak ukiran rumit atau hiasan batu permata/ berlian tiruan. Model yang rumit meningkatkan biaya pembuatan di awal, namun tidak bernilai tinggi saat dijual kembali.

Prinsip penilaian aset ini mengacu pada standar taksir emas yang digunakan oleh lembaga keuangan formal seperti PT Pegadaian (Persero) dalam menentukan nilai taksiran barang jaminan.

 

3. Selalu Simpan Nota Pembelian Resmi dan Sertifikat

Nota pembelian adalah "nyawa" dari emas perhiasan Anda. Di dalam nota tersebut tertera berat bersih, kadar karat, dan harga beli dasar. Membawa nota asli saat ingin menjual kembali ke toko tempat Anda membeli akan menghindarkan Anda dari potongan harga yang tidak masuk akal atau penolakan akibat keraguan atas keaslian barang.

 

4. Rawat Fisik Perhiasan Secara Berkala

Hindari menggunakan emas perhiasan saat melakukan aktivitas berat, berenang di air mengandung klorin, atau terkena bahan kimia keras (seperti parfum dan krim kulit) secara langsung. Fisik perhiasan yang kusam, cacat, atau berubah warna akan memicu penurunan harga taksir yang signifikan oleh pihak pembeli.

 

5. Pahami Tempat Terbaik untuk Likuidasi

Saat membutuhkan dana darurat secara cepat, ketahuilah opsi terbaik Anda. Menjual kembali ke toko asal adalah opsi pertama untuk mendapatkan harga terbaik. Namun jika toko tersebut tutup atau Anda membutuhkan dana tanpa ingin kehilangan perhiasan tersebut, memanfaatkan fitur gadai di lembaga resmi tepercaya adalah langkah mitigasi yang bijak.

Panduan perlindungan konsumen dan daftar lembaga gadai berizin dapat diverifikasi secara berkala melalui situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Investasi pada emas perhiasan tidak sepenuhnya buruk, bahkan dapat memberikan kepuasan emosional karena keindahannya sekaligus menawarkan fungsi sebagai jaring pengaman finansial darurat yang cair (liquid). Namun, sebagai investor yang melek finansial, Anda harus mampu melihat sebuah aset secara objektif dan proporsional.

Mulai hari ini, mari evaluasi kembali kotak perhiasan dan portofolio keuangan keluarga Anda. Jika Anda ingin berbelanja kecantikan, belilah emas perhiasan dengan penuh kesadaran akan biaya pembuatannya dan tempatkanlah sebagai investasi jangka sangat panjang. 

Namun, jika Anda berniat membangun benteng kekayaan yang kokoh dari inflasi secara agresif, mulailah menyisihkan sebagian pendapatan Anda secara konsisten untuk berinvestasi pada logam mulia batangan, dan juga instrument investasi lain untuk meningkatkan peluang keuntungan investasi Anda.

Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang cara memperbaiki performa penjualan Anda atau membutuhkan saran lebih lanjut, silakan berkonsultasi rencana investasi Anda bersama Perencana Keuangan Pribadi melalui website daya.id ini. 

Daya.id adalah platform gratis untuk pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, dan juga gaya hidup sehat yang tepercaya. Buat akun sekarang, dan dapatkan akses informasi yang lengkap dan sesuai kebutuhan Anda. Gratis!

Jika Anda memiliki pengalaman lain, sampaikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini, dan bila menurut Anda artikel ini bermanfaat, bagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat Anda ya!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

Premium sparkles
4.0
Saham Sebagai Mas Kawin dan Seserahan Pernikahan di Era Modern
Artikel Ahli
Investasi

Saham Sebagai Mas Kawin dan Seserahan Pernikahan di Era Modern

03 Maret 2026

5.0
Panduan Lengkap Cairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan
Investasi

Panduan Lengkap Cairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan

15 Desember 2025

5.0
Investasi Emas dan Investasi Perak: Pengertian, Keunggulan, dan Risiko
Investasi

Investasi Emas dan Investasi Perak: Pengertian, Keunggulan, dan Risiko

10 Desember 2025

5.0
Mengenal Reksa Dana, Panduan Praktis untuk Investor Pemula
Investasi

Mengenal Reksa Dana, Panduan Praktis untuk Investor Pemula

25 November 2025

Berikan Pendapat Anda

0 dari 100 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS