Makan di luar rumah sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Selain dianggap praktis, aktivitas ini juga sering menjadi sarana bersosialisasi, bekerja, hingga mencari hiburan. Namun tanpa disadari, kebiasaan makan di luar dapat menjadi salah satu sumber pengeluaran terbesar setiap bulan jika tidak dikelola dengan baik.
Fenomena ini terlihat dari berbagai hasil survei terbaru. Berdasarkan survei Jakpat yang dirilis oleh Databoks pada 2025, sebagian besar anak muda Indonesia terbiasa makan di luar rumah, terutama saat makan siang dan makan malam. Bahkan sekitar satu dari lima responden mengaku makan di luar lebih dari satu kali dalam sehari. Sementara itu, survei lain menunjukkan bahwa kebutuhan dasar seperti makanan masih menjadi komponen pengeluaran terbesar bagi generasi muda Indonesia.
Di sisi lain, GoodStats mencatat bahwa makan di luar bukan hanya dilakukan di restoran besar. Sebanyak 79% masyarakat Indonesia justru lebih memilih street food dan kedai kaki lima ketika makan di luar rumah. Faktor harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu alasan utama mengapa pilihan ini begitu populer. Selain itu, sekitar 43% responden mengaku makan di luar beberapa kali dalam seminggu, menunjukkan bahwa aktivitas ini sudah menjadi kebiasaan rutin bagi banyak orang.
Meskipun makan di luar memberikan kenyamanan dan pengalaman yang menyenangkan, pengeluaran yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kondisi keuangan jangka panjang. Banyak orang merasa uang mereka cepat habis tanpa mengetahui bahwa sebagian besar kebocoran keuangan berasal dari pembelian makanan dan minuman yang dilakukan secara spontan. Oleh karena itu, diperlukan strategi sederhana agar tetap bisa menikmati makan di luar tanpa membuat kondisi keuangan terganggu.

Strategi Hemat Makan di Luar Rumah
Untuk membantu Anda, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan.
1. Tetapkan Anggaran Khusus untuk Makan di Luar
Langkah pertama yang paling penting adalah menentukan batas pengeluaran bulanan untuk aktivitas makan di luar. Dengan adanya anggaran khusus, Anda dapat lebih mudah mengontrol frekuensi dan nominal pengeluaran. Cara ini juga membantu menghindari penggunaan uang kebutuhan pokok untuk kebutuhan konsumtif yang tidak direncanakan.
Baca juga: Tips Menabung Paling Tepat untuk Diri Sendiri dan Keluarga
2. Pilih Tempat Makan yang Sesuai Kebutuhan
Tidak semua pertemuan harus dilakukan di restoran mahal. Data GoodStats menunjukkan bahwa street food dan kedai kaki lima menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia. Selain menawarkan harga yang lebih ramah di kantong, banyak pilihan kuliner lokal yang memiliki cita rasa tidak kalah menarik dibanding restoran besar.
3. Hindari Membeli Minuman Tambahan yang Tidak Perlu
Sering kali pengeluaran membengkak bukan karena makanan utama, melainkan karena tambahan minuman, dessert, atau camilan. Membiasakan diri membawa tumbler atau memilih air putih dapat membantu mengurangi pengeluaran setiap kali makan di luar.
4. Manfaatkan Promo dan Program Loyalitas
Saat ini banyak aplikasi pembayaran digital, e-wallet, maupun aplikasi pemesanan makanan yang menawarkan diskon dan cashback. Namun, pastikan promo digunakan untuk kebutuhan yang memang sudah direncanakan, bukan menjadi alasan untuk membeli lebih banyak makanan yang sebenarnya tidak diperlukan.
5. Kurangi Frekuensi Impulsif
Karena banyak anak muda terbiasa makan di luar beberapa kali dalam seminggu, penting untuk mulai mengevaluasi frekuensi tersebut. Cobalah menetapkan hari tertentu untuk makan di luar dan sisanya mempersiapkan makanan dari rumah. Cara sederhana ini dapat memberikan penghematan yang signifikan dalam satu bulan.
Baca juga: Menyisihkan Uang Sejak Awal Bulan Tips Menabung untuk Pemula
6. Bandingkan Harga Sebelum Memutuskan Tempat Makan
Jangan terburu-buru memilih tempat makan hanya karena sedang populer di media sosial. Luangkan waktu untuk melihat menu dan harga terlebih dahulu. Sering kali terdapat pilihan lain dengan kualitas yang setara tetapi memiliki harga yang jauh lebih terjangkau.
7. Prioritaskan Pengalaman, Bukan Gaya Hidup FOMO
Banyak orang mengeluarkan uang lebih besar karena ingin mengikuti tren kuliner yang sedang viral. Padahal tujuan utama makan adalah memenuhi kebutuhan tubuh dan menikmati waktu bersama orang terdekat. Dengan mengurangi tekanan untuk selalu mengikuti tren, pengeluaran dapat menjadi lebih sehat dan terkendali.
Pada akhirnya, menghemat pengeluaran makan di luar bukan berarti harus berhenti menikmati kuliner favorit. Kuncinya adalah membangun kebiasaan yang lebih sadar terhadap pengeluaran. Dengan perencanaan yang baik, memilih tempat makan secara bijak, dan mengendalikan pembelian impulsif, seseorang tetap dapat menikmati pengalaman makan di luar sekaligus menjaga kondisi keuangan tetap stabil. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi kesehatan finansial dalam jangka panjang.
Daftar di Daya.id untuk mengakses berbagai tips keuangan sehari-hari lainnya.
Atau jika Anda ingin berdiskusi langsung, manfaatkan fitur Tanya Ahli dan dapatkan masukan dari praktisi berpengalaman.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda