Informasi Artikel

Dirilis

22 September 2026

Penulis Artikel

Dian Savitri


Tag

Hal mendasar dalam pernikahan adalah konsep menyatukan dua manusia termasuk dari kebiasaan, latar belakang, keputusan dalam kehidupan termasuk dalam hal keuangan. Pernikahan sering dianalogikan sebagai jalan untuk mencapai impian-impian seperti gambaran memiliki rumah impian, kendaraan impian, liburan bersama. Masih banyak calon pengantin yang menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mendetailkan resepsi seperti gedung, gaun, dekorasi konsep foto. Sedangkan hal yang jauh lebih penting untuk masa depan, tidak dibicarakan.

Membicarakan uang sebelum pernikahan berlangsung bukan bermaksud hubungan yang materialistik. Akan tetapi keterbukaan mengenai kondisi dan kebiasaan finansial dapat membantu kita dan pasangan untuk membangun fondasi rumah tangga yang lebih realistis dan sehat.

 

Bicarakan Keuangan Sebelum Menikah

Mengapa sangat penting membicarakan keuangan sebelum menikah?

Kehidupan setelah menikah pasti sehari-harinya akan bertemu dengan segala keputusan finansial, baik keputusan kecil seperti mau makan dimana ataupun keputusan yang besar seperti membeli rumah dimana. Beberapa keputusan keuangan selama berumah tangga meliputi kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, dan masa pensiun.

Terkadang yang menjadi masalah adalah perbedaan kita dan pasangan dalam memandang uang dan kebiasaannya. Satu orang mungkin terbiasa menabung rutin sementara pasangannya lebih nyaman menikmati hasil kerja sekaligus. Ada juga perbedaan pandangan dalam mengambil hutang atau pinjaman, seseorang menganggap pinjaman adalah alat untuk mencapai tujuan keuangan misalnya membeli rumah secara KPR. Seseorang lagi berusaha untuk selalu menghindarinya. 

Perbedaan tersebut bisa menjadi masalah apabila tidak pernah dibicarakan. Masalah keuangan juga muncul saat kita atau pasangan kita tidak terbuka dan mengambil keputusan secara sepihak terkait dengan keuangan.

 

Topik Bahasan Keuangan Sebelum Menikah

Apa saja yang dibahas terkait keuangan sebelum menikah?

Bukan hanya gaji dan pendapatan, tapi ini adalah hal keuangan yang sebaiknya dibicarakan bersama calon pasangan sebelum menikah:

 

a.    Kondisi keuangan saat ini

Pasangan perlu mengetahui gambaran umum kondisi finansial masing-masing, termasuk penghasilan, tabungan, investasi, utang, cicilan, dan kewajiban finansial lainnya.

Tujuannya bukan untuk menghakimi siapa yang lebih kaya atau siapa yang memiliki lebih banyak utang. Informasi tersebut diperlukan agar pasangan dapat membuat rencana berdasarkan kondisi yang sebenarnya.

 

b.    Kebiasaan menggunakan uang

Cobalah membicarakan bagaimana masing-masing pasangan biasanya mengelola penghasilan. Apakah lebih banyak digunakan untuk kebutuhan, ditabung, diinvestasikan, atau dibelanjakan untuk keinginan?

Pembicaraan ini juga dapat membuka diskusi mengenai gaya hidup setelah menikah.

 

c.    Tujuan finansial

Setelah mengetahui kondisi saat ini, pasangan dapat mulai membicarakan tujuan bersama. Misalnya, membeli rumah, memiliki kendaraan, mempersiapkan dana pendidikan anak, menjalankan usaha, atau mempersiapkan dana pensiun.

Tujuan tersebut sebaiknya dibuat berdasarkan kemampuan finansial, bukan hanya berdasarkan keinginan.

 

d.    Pembagian peran

Pembagian peran dan kesepakatan pengelolaan keuangan syariah bagi yang membutuhkan. Bagi pasangan muslim, ada baiknya membicarakan pula kewajiban nafkah, pengelolaan harta bersama, hingga kewajiban zakat maal agar pengelolaan keuangan keluarga sejalan dengan prinsip syariah yang diyakini.

Diskusi ini bisa dianggap sebagai "prenup keuangan", bukan dalam pengertian hukum formal, melainkan kesepakatan tertulis atau lisan antara pasangan mengenai bagaimana uang akan dikelola setelah menikah. Kesepakatan ini idealnya ditinjau ulang secara berkala, misalnya setiap tahun, karena kondisi keuangan dan tujuan hidup pasangan bisa berubah seiring waktu.

 

Diskusi Saat Terjadi Perbedaan Pendapat

Bagaimana jika terjadi perbedaan pendapat?

Menikah adalah menyatukan dua insan dari latar belakang berbeda. Perbedaan kebiasaan sehari-hari, latar belakang pendidikan, pengasuhan adalah hal yang harus dihadapi dalam menjalin hubungan pernikahan dengan pasangan kita termasuk halnya perbedaan dalam melihat keuangan. Oleh karena itu, melakukan komunikasi atau ngobrol finansial dilakukan sebagai proses untuk mencari kesepakatan. 

Pasangan dapat mulai dengan mendiskusikan hal ini:

  1. Apa tujuan keuangan kita dalam satu, lima, dan sepuluh tahun ke depan?
  2. Apakah kita akan menggabungkan seluruh keuangan atau tetap memiliki sebagian rekening terpisah?
  3. Bagaimana pembagian biaya rumah tangga?
  4. Bagaimana keputusan mengenai utang dan cicilan dibuat?
  5. Berapa dana yang perlu disiapkan sebagai dana darurat?
  6. Bagaimana membantu orang tua atau keluarga besar jika diperlukan?
  7. Apa prioritas kita antara membeli rumah, berinvestasi, memiliki anak, atau tujuan lainnya?

Pembicaraan mengenai bantuan finansial kepada keluarga besar juga penting. Komunikasi yang tidak jelas mengenai pemberian atau pinjaman kepada keluarga dapat menimbulkan kesalahpahaman dan tekanan finansial.

 

Bangun Sistem Keuangan Bersama

Terakhir bangun sistem keuangan yang disepakati bersama.

Setelah menikah, pengelolaan keuangan sebaiknya tidak menjadi tanggung jawab satu orang secara eksklusif. Walaupun salah satu pasangan lebih banyak mengurus keuangan sehari-hari, keduanya tetap perlu mengetahui kondisi finansial keluarga.

Pasangan dapat membuat anggaran bersama, mencatat aset dan utang, menentukan tujuan keuangan, serta melakukan evaluasi secara berkala. Terbuka soal uang untuk kesiapan menjalani kehidupan dan menghadapi masa depan lebih terarah.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

4.0
Asuransi Pendidikan Anak: Perlukah?
Tabungan

Asuransi Pendidikan Anak: Perlukah?

15 September 2026

5.0
6 Kebiasaan Kecil untuk Bikin Tabungan Bertambah Lebih Cepat dibanding Sebelumnya
Tabungan

6 Kebiasaan Kecil untuk Bikin Tabungan Bertambah Lebih Cepat dibanding Sebelumnya

20 Agustus 2026

5.0
Penghasilan Naik Turun? Begini 6 Cara Mengelola Uang Saat Penghasilan Tidak Tetap
Tabungan

Penghasilan Naik Turun? Begini 6 Cara Mengelola Uang Saat Penghasilan Tidak Tetap

19 Agustus 2026

4.0
Cara Membuat Anggaran Bulanan Sederhana
Tabungan

Cara Membuat Anggaran Bulanan Sederhana

13 Agustus 2026

Berikan Pendapat Anda