Informasi Artikel

Penulis Artikel

Linda Budiyarti

Beberapa tahun terakhir, angka perceraian di Indonesia cukup tinggi. Dilansir dari situs Kementrian Agama, angka perceraian di Indonesia pada tahun 2025 berkisar 35% dari 2,2 juta pernikahan. Angka yang cukup tinggi bukan? Ada banyak masalah yang menjadi faktor penyebab perceraian, salah satunya adalah masalah keuangan.

Saat ini, membangun rumah tangga baru memang bukan sekadar menyatukan dua hati, melainkan juga menyelaraskan dua ekosistem keuangan Anda dan pasangan. Permasalahan keuangan dalam rumah tangga  yang banyak ditemui adalah konflik yang berakar dari ketidakjelasan dalam pembagian kewajiban keuangan. Lalu, bagaimana cara membagi kewajiban keuangan antara suami dan istri?

Nah, bagi Anda pasangan baru menikah atau sudah lama menikah namun masih bingung cara membagi kewajibab keuangan dalam rumah tangga, Berikut ini akan dibahas strategi manajemen keuangan dalam rumah tangga.

 

Fondasi Hukum dan Etika Keuangan Keluarga


Di Indonesia, landasan utama pembagian peran keuangan merujuk pada Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menegaskan bahwa suami memikul tanggung jawab utama untuk menjaga keberlangsungan rumah tangga. Namun dalam dinamika ekonomi saat ini, perspektif equal partner atau kemitraan setara semakin relevan. 

X`Berdasarkan riset dalam Journal of Family Business Management (JFBM)  yang diterbitkan oleh Emerald Publishing Limited di situs www.emerald.com, pasangan yang membangun sistem kemitraan setara tanpa memandang siapa yang memiliki pendapatan lebih tinggi cenderung memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang lebih stabil.

 

5 Cara Membagi Kewajiban Keuangan Suami–Istri


Berikut cara membagi kewajiban keuangan suami dan istri dalam rumah tangga:

 

1. Transparansi: Membuka "Kotak Pandora" Keuangan

Langkah pertama yang perlu Anda dan pasangan lakukan sebelum membagi kewajiban keuangan adalah melakukan keterbukaan total. Anda dan pasangan wajib mendiskusikan:

 

•    Total Penghasilan Bersih

Anda dan pasangan terbuka dalam semua penghasilan yang dimiliki, bukan hanya gaji pokok, tetapi juga bonus atau pendapatan lainnya.

 

•    Riwayat Utang

Anda dan pasangan saling mengungkapkan utang yang dimiliki, misalnya kartu kredit, cicilan kendaraan, atau pinjaman pendidikan. Hal ini sangat krusial agar tidak ada "kejutan" di masa depan.

 

•    Tujuan Jangka Panjang

Anda dan pasangan diskusikan apa tujuan jangka panjang rumah tangga, misalnya apakah Anda dan pasangan ingin mencicil rumah di tahun ke-2 atau menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini?.

 

2. Memilih Model Pembagian Kewajiban

Setiap pasangan memiliki kenyamanan yang berbeda. Dalam praktik umum, terdapat tiga model utama yang bisa Anda dan pasangan pilih:

 

•    Model Rekening Bersama (Joint Account)

Seluruh penghasilan Anda dan pasangan digabungkan ke dalam satu wadah untuk membiayai semua kebutuhan. Model ini sangat efektif untuk meningkatkan rasa kebersamaan, namun memerlukan kepercayaan yang sangat tinggi.

 

•    Model Kontribusi Proporsional

Anda dan pasangan menyetor persentase tertentu dari gaji ke rekening bersama (misalnya masing-masing 60% dari gaji), sementara sisanya tetap menjadi hak pribadi masing-masing.

 

•    Model Pembagian Pos Pengeluaran

Suami bertanggung jawab atas pos-pos besar, misalnya cicilan rumah, sementara istri mengelola pos konsumsi harian dan tabungan jangka panjang.

 

3. Menggunakan Formula Anggaran 50%:30%:20%

Untuk memastikan keuangan rumah tangga Anda tetap sehat, Anda dan pasangan disarankan menerapkan formula penganggaran berikut ini:

 

•    50% Kebutuhan Pokok

Anggaran ini bisa Anda gunakan misalnya untuk ewa/cicilan rumah, bahan makanan, listrik, air, dan transportasi.

 

•    30% Keinginan (Gaya Hidup)

Anggaran ini bisa Anda gunakan untuk hiburan, makan di luar, hobi, dan langganan layanan streaming.

 

•    20% Masa Depan dan Utang

Sisanya, bisa Anda anggarkan untuk investasi, tabungan dana pensiun, atau pelunasan utang.

 

4. Membangun Jaring Pengaman: Dana Darurat dan Asuransi


Bagi Anda pasangan muda, ketidakpastian keuangan adalah risiko terbesar. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda dan pasangan segera menyiapkan dana darurat sebesar 3 hingga 6 bulan biaya pengeluaran bulanan rumah tangga. Dana ini perlu ditempatkan pada instrumen yang likuid agar mudah dicairkan saat terjadi kondisi darurat seperti sakit atau kehilangan pekerjaan.

Selain itu, proteksi melalui asuransi jiwa (terutama bagi pencari nafkah utama) dan asuransi kesehatan adalah investasi wajib untuk melindungi kekayaan yang sedang Anda dan pasangan bangun.

 

5. Strategi Investasi Berbasis Tujuan

Saat ini, pilihan investasi semakin beragam. Anda dan pasangan, bisa memulai mengalokasikan minimal 10% dari total pendapatan. Anda bisa memilih investasi sesuai jangka waktunya. Misalnya:

  • Jangka Pendek (<2 tahun): Reksa dana pasar uang atau deposito.
  • Jangka Menengah (2-5 tahun): Obligasi negara atau reksa dana pendapatan tetap.
  • Jangka Panjang (>5 tahun): Saham, emas, atau properti untuk dana pendidikan anak dan hari tua.

Nah, itulah 5 cara membagi kewajiban keuangan suami dan istri dalam rumah tangga. Namun yang perlu Anda dan pasangan ketahui adalah membagi kewajiban keuangan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tentang komitmen dan empati. Anda dan pasangan juga sebaiknya mengevaluasi anggaran secara berkala (minimal sebulan sekali), untuk menyesuaikan rencana jika terjadi perubahan kondisi ekonomi atau prioritas hidup. Dengan sistem yang jelas, transparansi yang jujur, dan perencanaan yang matang, keuangan rumah tangga Anda akan menjadi pilar penguat, bukan perusak harmoni rumah tangga Anda.

Selain tips keuangan, Anda juga bisa membaca tips lainnya di website daya.id. Tidak hanya itu, Anda juga bisa konsultasi dengan ahli keuangan di fitur Tanya Ahli. Caranya sangat mudah, yaitu daftar dan masuk ke website untuk mendapatkan semua manfaatnya. Tunggu apa lagi, kunjungi website daya.id sekarang juga.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Pengelolaan Dasar

10 Sumber Penghasilan untuk Meningkatkan Pendapatan

23 Januari 2026

4.8
Pengelolaan Dasar

Hindari Pinjol, Ayo Buat Anggaran Keuangan Keluarga!

16 Februari 2025

5.0
Pengelolaan Dasar

Pengelolaan Penghasilan Suami-Istri: Harta Gono-Gini

23 Desember 2025

5.0
Pengelolaan Dasar

Tren Rp10 Ribu di Tangan Istri yang Tepat: Antara Kreatif atau Nafkah Tidak Cukup?

06 Oktober 2025

Berikan Pendapat Anda

5 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS