Apakah tagihan kartu kredit, cicilan paylater, atau sisa biaya mudik Lebaran mulai “mengetuk” notifikasi ponsel Anda ini?
Apakah THR sudah lewat, namun saldo justru menipis dan cicilan baru akan jatuh tempo?
Jika iya, Anda tidak sendirian.
Tren pembiayaan konsumtif memang cenderung naik menjelang dan setelah Lebaran. OJK berulang kali mengingatkan bahwa permintaan pinjaman online (pinjol) dan Pay Later/ BNPL (Buy Now, Pay Later) meningkat pada periode ini dan perlu dikendalikan agar tidak berujung pada tumpukan cicilan di bulan-bulan berikutnya.
Bagi Anda yang sudah akrab dengan transaksi digital, promo, belanja online, periode setelah Lebaran adalah stress test arus kas. Data dan pengamatan regulator menunjukkan bahwa permintaan pem-biayaan/ kredit cenderung naik jelang Lebaran, terutama multiguna, kendaraan bermotor, Pay Later, dan pinjol. OJK meminta industri dan konsumen lebih berhati hati agar lonjakan pembiayaan/ kredit tidak berujung kenaikan risiko gagal bayar/ kredit macet
Utang konsumtif yang berbunga tinggi terutama kartu kredit, Pay Later, atau pinjol akan cepat menumpuk/ menggulung bila hanya dibayar minimum. Biaya bunga kredit juga dapat menggerus pen-dapatan, mengganggu tujuan keuangan lain Anda seperti dana darurat, investasi dan dapat memicu siklus “gali lubang tutup lubang” yang semakin sulit diputus.
Maka itu, perlu menjadi perhatian kita bersama bahwa perilaku konsumtif jelang Lebaran ini rentan menjerat masyarakat dan masuk ke dalam kategori beban utang pasca libur.
Baca juga: Tips Mengatur Keuangan Untuk Sahur dan Berbuka Keluarga
Dampak Jika Utang Tidak Dikelola Dengan Baik
Berikut dampak yang dapat menimpa Anda:

• Biaya Bunga Menumpuk/ Mencekik
Kartu kredit/ Pay Later/ pinjol konsumtif berbunga lebih tinggi dari imbal hasil investasi rata rata. Menunda pelunasan kredit berarti Anda kehilangan peluang menabung/ investasi
• Risiko Gagal Bayar dan Skor Kredit Memburuk
Kualitas kredit Anda bisa naik dan memburuk jika pembayaran cicilan tidak dikelola. Akhirnya mem-batasi akses pembiayaan/ kredit produktif ke depan. Yang paling parah adanya risiko gagal bayar hingga menyebabkan kredit macet
• Keuangan Terganggu
Karena pengelolaan keuangan yang kurang tepat, dana darurat yang harusnya sebagai penolong di kala kondisi tidak terduga bisa jadi korban untuk membayar utang yang menggulung. Selain itu An-da bisa jadi mengambil dana investasi karena dipakai untuk bayar bunga utang.
• Stres dan Penurunan Kualitas Hidup
Rendahnya literasi dan perilaku keuangan buruk dapat menurunkan kualitas hidup Anda. Contohnya stres dan rasa cemas karena terus memikirkan cicilan, depresi, menyesal dan rasa bersalah karena pengelolaan arus kas yang tidak baik
Langkah Mengelola Utang Setelah Lebaran
Berikut langkah yang dapat Anda lakukan:
1. Inventarisir dan Evaluasi Utang
Data semua utang Anda dimulai dari: jenis utang (kartu kredit, Pay Later, pinjol, KTA), besar cicilan, jumlah outstanding/ sisa utang, bunga, tanggal jatuh tempo dan biaya keterlambatan. Evaluasi pengeluaran Lebaran dan buat anggaran pasca libur yang realistis
2. Lunasi Utang dengan Bunga Tinggi Dahulu
Prioritaskan untuk melunasi utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu agar biaya bunga total utang turun cepat. Atau sebagai alternatif, mulailah pelunasan utang dari saldo terkecil dahulu untuk efek psikologis
3. Alternatif Restrukturisasi Utang
Hubungi bank/perusahaan pembiayaan/ kredit untuk beberapa opsi restrukturisasi utang seperti jumlah cicilan tetap, penurunan bunga, atau rescheduling utang. Pada kartu kredit, opsi untuk mem-bayar di atas minimum atau minta program installment berbunga lebih rendah bisa Anda ajukan ke Perusahaan pembiayaan/ pemberi kredit (bila diperlukan)
4. Batasi Pinjaman Konsumtif
Fokus Anda saat ini adalah mengurangi jumlah utang. Oleh karena itu usahakan untuk tidak menam-bah utang/ pinjaman lagi. Anda juga bisa memangkas pengeluaran yang tidak perlu dan bila diper-lukan carilah pendapatan tambahan untuk mempercepat pelunasan utang Anda
5. Manfaatkan “Sisa THR” (Jika Ada)
Jika Anda masuk memiliki sisa THR, salurkan ke utang berbunga tertinggi terlebih dahulu dan alo-kasikan sebagian untuk cicilan utang dengan jatuh tempo/ jangka pendek agar kondisi keuangan pasca Lebaran lebih stabil.
Baca juga: Strategi Mengelola Uang THR Untuk Investasi
6. Batasi Pengeluaran Konsumtif
Batasi agenda bukber/ hiburan, kurangi pembelian impulsuf/ tidak terencana, dan biasakan masak di rumah. Selain lebih hemat dan sehat, memasak di rumah saat Ramadan menjaga agar arus kas Anda tetap terkendali bahkan setelah Lebaran.
Lebaran adalah momen syukur dan penuh rahmat namun bukan berarti momen untuk pemborosan hingga membuat dompet cekak/ mencekik . Meskipun pemasukan agak berlebih di bulan Ramadan karena hadirnya THR, pengelolaan arus kas dan disiplin bayar cician tetap harus dilakukan sehingga tar-get finansial Anda (dana darurat/ investasi) tetap sesuai rencana dan on track.
Apakah Anda memiliki pertanyaan atas tips dalam artikel ini? Jika ya, Anda bisa log in pada website daya.id serta berkonsultasi dengan Ahli di Fitur Tanya Ahli. Atau Jika Anda membutuhkan tips Keuangan lainnya ada banyak artikel serta video e-learning yang akan membantu Anda dalam proses pengel-olaan keuangan dan anggaran.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda