Informasi Artikel

Penulis Artikel

Ariematea Kristiawan

Kondisi keuangan seseorang umumnya mengalami fluktuasi. Alhasil, Masyarakat sering menunggak cicilan KPR, kendaraan, atau pay later saat kondisi keuangan sedang buruk. Beruntungnya, cara negosiasi kredit macet yang tepat dapat meringankan pembayaran cicilan Anda. 

Selama ini, sebagian masyarakat mungkin tidak mau melakukan negosiasi hutang dengan bank atau leasing karena malas berurusan dengan birokrasi dan perundingan yang alot. Padahal, langkah ini sangat penting dilakukan untuk melunasi hutang yang terancam macet. 

 

Mengapa Harus Berunding dengan Kreditur Saat Menunggak Cicilan 

Saat Anda mulai mengalami kesulitan untuk membayar cicilan kredit, sebaiknya Anda segera menghubungi bank, kantor leasing, atau kreditur untuk negosiasi pinjaman. Cara negosiasi hutang tidaklah sesulit yang dibayangkan. Selain itu, langkah ini memberi banyak manfaat bagi peminjam. 

Berikut ini manfaat bernegosiasi dengan kreditur bagi para debitur. 

 

1.    Mencegah Status Kredit Macet 

Kredit macet akan memperburuk skor BI checking debitur. Kondisi ini akan membuat mereka kesulitan memperoleh pinjaman di masa mendatang. 

Oleh karena itu, negosiasi kredit macet penting untuk dilakukan. Jika negosiasi ini berhasil, status kredit macet tidak akan muncul pada BI checking. Sehingga, debitur tetap dapat memperoleh pinjaman dengan mudah di masa depan. 

 

2.    Pembayaran Kredit Pinjaman Menjadi Lebih Ringan 

Perundingan dengan pihak bank atau pemberi kredit dapat memberi Anda kesempatan untuk mendapat keringanan pembayaran hutang. Keringanan ini dapat berupa perpanjangan tenor, pengurangan bunga, atau penghapusan denda. 

 

3.    Stress Berkurang 

Dengan adanya negosiasi, debitur maupun kreditur akan memperoleh solusi yang dapat disetujui oleh kedua pihak. Solusi keuangan ini tentunya dapat memberi dampak positif pada debitur, contohnya pikiran lebih tenang dan kecemasan financial berkurang. 

 

Cara Negosiasi Kredit Macet 

Melakukan negosiasi hutang dengan pihak bank atau pemberi pinjaman tentu akan terasa sulit bagi mereka yang belum pernah melakukannya. Sebagian masyarakat bahkan tidak tahu bahwa mereka dapat melakukan negosiasi tersebut saat kesulitan membayar cicilan kredit. 

Berikut ini panduan cara negosiasi dengan bank atau kreditur saat debitur mengalami kesulitan membayar cicilan. 

 

1.    Pahami Kondisi Keuangan Saat Ini 

Sebelum mendatangi kreditur untuk negosiasi pinjaman, debitur sebaiknya mencoba untuk lebih memahami kondisi keuangan mereka terlebih dahulu. Untuk memahaminya, mereka cukup membuat anggaran bulanan. 

Dari anggaran ini, debitur akan mengetahui jumlah uang yang mampu digunakan untuk membayar cicilan tiap bulan. Prediksi kemampuan ini nantinya akan dibutuhkan saat debitur bernegosiasi dengan kreditur. 

 

2.    Siapkan Dokumen yang Diperlukan 

Negosiasi kredit macet tidak dapat dijalani tanpa dokumen-dokumen tertentu. Beberapa dokumen tersebut adalah perjanjian kredit awal, ID card, histori pembayaran cicilan, dan surat tagihan terakhir. 

Debitur sebaiknya juga membawa dokumen pendukung yang dapat membuktikan bahwa mereka sedang mengalami kesulitan keuangan. Bukti pendukung ini dapat berupa surat keterangan sakit parah, bukti PHK, atau arus kas usaha. 

 

3.    Ketahui Kebijakan Bank dalam Restrukturisasi Hutang 

Sebelum mempraktikkan cara negosiasi kredit macet, debitur sebaiknya mencari tahu kebijakan kreditur dalam memberi keringanan kredit. Bank mungkin akan menawarkan skema restrukturisasi. 

Skema yang ditawarkan kreditur ini ada beberapa macam, misalnya pengurangan bunga dan perpanjangan tenor. Dengan mengetahui kebijakan ini, debitur dapat memperoleh gambaran keringanan yang bisa didapat. 

 

4.    Tentukan Tujuan Negosiasi 

Setelah tahu kebijakan keringanan yang mungkin ditawarkan oleh bank, debitur perlu menentukan tujuan negosiasi. Beberapa tujuan negosiasi yang umum dipilih adalah penundaan pembayaran pokok pinjaman, penurunan bunga, dan perpanjangan tenor. 

Dalam menentukan tujuan negosiasi ini, debitur harus realistis dan mempertimbangkan kondisi keuangan mereka. Dengan demikian, bank akan lebih terbuka dalam bernegosiasi dengan debitur. Selain itu, tujuan ini juga memiliki kemungkinan besar untuk disetujui. 

 

5.    Buat Proposal Pengajuan Restrukturisasi Pinjaman 

Selain harus membawa dokumen terkait, pelaksanaan cara negosiasi hutang bank memerlukan proposal. Dokumen ini harus memuat poin-poin penting di bawah ini. 

  • Data diri peminjam, misalnya nama dan nomor NIK 
  • Detail pinjaman, contohnya jumlah hutang, tanggal akad, dan nomor akad 
  • Isi permohonan, contohnya jangka waktu tambahan yang diperlukan, bunga yang diharapkan dapat dikurangi, dan besarnya cicilan per bulan yang mampu dibayarkan
  • Pernyataan komitmen untuk tetap melunasi hutang. 


 

6.    Lakukan Pendekatan Persuasif 

Selama negosiasi dengan pihak kreditur, debitur harus melakukan pendekatan persuasif. Sehingga, pihak bank bersedia memberi keringanan pembayaran pinjaman. 

Pendekatan ini harus menekankan bahwa debitur berniat untuk melunasi hutang tapi kondisi keuangan sedang buruk. Selain itu, mereka harus memberi kesan bahwa mereka memiliki komitmen kuat untuk melakukan kewajiban mereka dan tidak berniat menghindar dari hutang. 

 

7.    Catat Semua Persetujuan Bank 

Pencatatan semua poin yang telah disepakati penting dilakukan oleh debitur. Sehingga, mereka selalu ingat dengan kewajiban baru mereka dan pihak bank tidak mempermasalahkan kesepakatan tersebut di masa depan. 

Jika perlu, debitur sebaiknya meminta bank untuk membuatkan perjanjian tertulis. Dengan demikian, kesepakatan antara debitur dan kreditur memiliki landasan hukum yang lebih kuat. 

 

8.    Tips Negosiasi Hutang dengan Kreditur 

Selain harus mengikuti langkah-langkah di atas, debitur juga perlu melakukan beberapa tips di bawah ini agar negosiasi berjalan lancar dan permohonan restrukturisasi pinjaman mereka diterima kreditur. 

  • Sopan dalam membicarakan tujuan dan alasan permohonan keringanan pinjaman 
  • Mengenakan pakaian bersih, rapi, dan sopan 
  • Bersikap fleksibel dalam menerima solusi dari kreditur 
  • Ajukan proposal keringanan pinjaman sesegera mungkin, jangan menunggu hingga cicilan menunggak dalam waktu lama. 

Masalah keuangan dapat membuat debitur terancam mengalami kredit macet. Untuk menghindarinya, segera terapkan cara negosiasi kredit macet agar debitur memperoleh keringanan pinjaman. Bank umumnya akan memberi keringanan ini jika debitur bersikap baik dan realistis selama perundingan Namun jika Anda merasa ada yang kurang dari artikel ini, Anda juga bisa membaca artikel keuangan lainnya dengan mengunjungi artikel di daya.id dan mendaftarkan diri Anda di sini secara gratis.

Jika Anda membutuhkan bantuan lainnya terkait usaha anda juga dapat langsung berdiskusi secara gratis dengan menggunakan fitur Tanya Ahli di daya.id.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Artikel Ahli
5.0
Pengelolaan Dasar

Investasi Properti sebagai Aset Warisan: Keuntungan dan Tantangan

26 Mei 2025

4.9
Distribusi Keuangan

Kapan Waktu yang Tepat Siapkan Dana Pensiun, dan Bagaimana Caranya?

14 Agustus 2023

5.0
Distribusi Keuangan

Keuangan Bergantung kepada Anak? Ini Strategi Pengelolaan Keuangan untuk Pensiunan

08 Juli 2024

5.0
Pengelolaan Dasar

Bank SMBC Indonesia dan PT Taspen Kolaborasi Dukung Persiapan Masa Pensiun Karyawan

02 Mei 2024

Berikan Pendapat Anda

0 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS