Informasi Artikel

Penulis Artikel

Jenny Amanda

Menjelang Ramadan dan Lebaran, banyak bank dan toko menawarkan promo gadget dan cicilan 0% agar konsumen tergoda membeli perangkat baru. OJK bahkan meramalkan lonjakan transaksi paylater hingga 13% selama Ramadan kali ini. Namun OJK juga memperingatkan bahwa tren konsumtif seperti itu bisa memerangkap masyarakat dalam utang yang menumpuk. Sebagaimana diingatkan Friderica dari OJK, membeli gadget baru demi menemui keluarga di Lebaran “itu bahaya” karena setelahnya orang harus “membayar utang dengan bunga terus bergerak”. Bila penawaran cicilan baru tidak dikendalikan, keluarga pun bisa terjebak dalam siklus utang-pinjaman (gali lobang tutup lobang).
 
Baca Juga: Cara Mengelola Bonus atau THR dengan Bijak agar Tidak Habis Percuma

Terlalu banyak cicilan saat Lebaran nyata-nyata bisa membuat keuangan keluarga kesulitan. Banyak cicilan berarti gaji habis lebih cepat bahkan sebelum pertengahan bulan sehingga sulit menyisihkan dana darurat. Sebagai contoh, kata OJK, pengguna fintech lending sering kali sudah memiliki utang lama dan malah mengambil utang baru hanya untuk menutup yang lama. Akibatnya, bunga yang terus berjalan justru semakin memperburuk kondisi keuangan. Bahkan dengan beragam promo, membeli gadget baru tanpa dana tunai bisa menjadi pengeluaran konsumtif yang menambah beban finansial pasca-Lebaran.

 

Gadget Baru vs Utang Lama

Sebelum memutuskan membeli gadget baru dengan cicilan di saat banyak promo, pertimbangkan kondisi keuangan Anda. Gadget baru mungkin tampak penting (misalnya untuk komunikasi dengan keluarga), namun menambah utang berarti total biaya yang lebih tinggi karena bunga. Jika rumah tangga Anda sudah memiliki utang (cicilan kendaraan, KPR, atau pinjaman lain), logikanya lebih bijak melunasi utang-utang tersebut terlebih dahulu. Melunasi utang lama (terutama yang bunga tinggi) tidak hanya mengurangi beban di masa datang, tetapi juga memutus kemungkinan gali lobang tutup lobang yang disarankan OJK. Misalnya, alihkan dana yang ada pada pembelian gadget ke pelunasan kartu kredit atau pinjaman online dengan bunga tinggi. Sebaliknya, jika kebutuhan gadget sangat mendesak, usahakan menggunakan uang tunai atau cicilan jangka pendek tanpa bunga. Intinya, belilah hanya jika benar-benar perlu dan Anda sudah siap secara keuangan.

 

Tips Menghindari Cicilan Baru

  • Buat anggaran Ramadhan yang rinci. Susun anggaran sejak awal: catat semua sumber pemasukan dan rencanakan pengeluaran utama (makan sahur/berbuka, belanja pokok, zakat, serta cicilan yang sedang berjalan). Dengan anggaran jelas, Anda dapat melihat berapa uang tersisa untuk kebutuhan lain. Pastikan mengalokasikan dana khusus untuk melunasi utang lama sebelum mempertimbangkan cicilan baru. Jika setelah menutup kewajiban utama uang sisa hampir habis, lebih baik tunda atau batalkan pembelian gadget. Konsultan keuangan menekankan bahwa “discipline dalam membuat dan mematuhi anggaran adalah kunci” untuk menjaga stabilitas finansial.
  • Prioritaskan bayar utang lama. Tingkatkan fokus untuk melunasi utang-utang yang ada ketimbang tambah utang baru. Hindari kebiasaan “gali lobang tutup lobang” dengan cara meminjam untuk bayar utang. Metode efektif seperti snowball (selesaikan utang kecil dulu) atau avalanche (selesaikan utang dengan bunga tertinggi dulu) dapat digunakan untuk mempersingkat masa pelunasan. Dengan mengurangi utang lama, bunga yang terakumulasi berkurang dan porsi cicilan di masa depan menurun. Investasikan dana tambahan (misalnya THR) untuk melunasi utang lebih awal: misalnya alokasikan sebagian THR ke pembayaran cicilan sehingga beban bunga di bulan-bulan selanjutnya makin ringan.
  • Batasi total cicilan maksimal 30% penghasilan. Pastikan pengeluaran cicilan Anda tidak melebihi sepertiga dari pendapatan bulanan. Bila sudah dekat batas ini, sebaiknya tahan diri untuk tidak mengambil cicilan gadget baru. Total cicilan yang terlalu tinggi (termasuk cicilan gadget baru) akan menyedot sebagian besar pemasukan, sehingga sisa uang untuk kebutuhan lain dan tabungan darurat menyusut. Cara praktis: pisahkan dana untuk cicilan begitu menerima gaji, lalu gunakan sisanya dengan hati-hati.
  • Hindari belanja impulsif saat diskon Ramadan. Manfaatkan promo hemat, tetapi hanya untuk kebutuhan yang memang direncanakan. Buatlah daftar belanja dan patuhi anggaran tersebut agar tidak tergoda membeli gadget hanya karena diskon menarik. OJK dan ahli keuangan mengingatkan pentingnya menahan diri: “lebih utamakan kebutuhan pokok terlebih dahulu dan hindari belanja impulsif” selama Ramadan. Misalnya, tahan diri saat melihat iklan flash sale atau flash deal dan pertimbangkan kembali apakah smartphone baru tersebut benar-benar perlu.

Baca Juga: Strategi Bijak Agar Uang THR Berdampak Lebih Lama
 
  • Gunakan dana cadangan atau bonus dengan bijak. Jika mendapatkan THR atau bonus lainnya, manfaatkan untuk keperluan finansial utama seperti pelunasan utang atau menambah tabungan darurat, bukan untuk cicilan baru. SEVA menyarankan agar bonus atau THR dialokasikan untuk melunasi cicilan lebih awal, sehingga pembayaran selanjutnya menjadi lebih ringan. Selain itu, usahakan memiliki cadangan dana darurat (minimal 3–6 bulan pengeluaran) agar kebutuhan mendesak tidak memaksa Anda mengambil utang baru.
  • Manfaatkan promo secara cermat. Bila ada promo cicilan 0%, bacalah syarat dan perhatikan total biaya akhir. Hindari menambah cicilan jika tidak mampu membayar penuh tagihan nantinya. Gunakan promo hanya pada barang kebutuhan yang memang telah direncanakan. Dengan begitu, diskon atau cashback benar-benar mengurangi beban pengeluaran rutin, bukan mengundang utang baru.


Kunci menghindari siklus utang baru jelang Lebaran adalah disiplin dan perencanaan keuangan yang matang. Meskipun banyak promo gadget menggoda, ingatlah bahwa menambah cicilan berarti mengikat diri pada utang konsumtif dan bunga di masa depan. Sebaiknya prioritaskan menutup utang lama terlebih dahulu dan hanya membeli gadget baru bila kebutuhan memang mendesak. Susun anggaran yang detail, batasi total cicilan (misalnya maksimal 30% gaji), dan tahan diri dari belanja impulsif meski diskon menjebak. Dengan strategi seperti ini mengalokasikan THR untuk utang dan mengelola pengeluaran secara bijak keuangan keluarga dapat tetap sehat selama Ramadan dan Lebaran. Kelola utang dengan bijak, utamakan lunas utang lama; gadget baru boleh, asal tidak menambah beban cicilan yang merugikan.

Jika Anda masih mempunyai pertanyaan yang lain, jangan ragu silahkan berkonsultasi dengan yang Ahlinya di Fitur Tanya Ahli untuk mendapatkan saran yang tepat. Daftar kan diri Anda segera dan Login di Daya.id untuk mendapatkan infomasi dan tips-tips yang bermanfaat secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

4.8
Pengelolaan Dasar

Hindari Pinjol, Ayo Buat Anggaran Keuangan Keluarga!

16 Februari 2025

4.5
Pengelolaan Dasar

Upah Minimum Provinsi Tahun 2023

28 Januari 2023

5.0
Pengelolaan Dasar

Cara Membuat Anggaran Bulanan yang Realistis untuk Mahasiswa

30 Juni 2025

4.8
Pengelolaan Dasar

Apa itu Inflasi? Ini Pengertian yang Perlu Anda Tahu

15 Oktober 2022

Berikan Pendapat Anda

5 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS