Informasi Artikel

Penulis Artikel

Dian Savitri

Menyusun anggaran sering terdengar sebagai sesuatu yang ribet dan kaku, terutama di sebagian kalangan Gen Z. Anggaran sering dikaitkan dengan bentuk tabel panjang dalam spreadsheet, angka ideal dan target di atas kertas yang sekilas terlihat rapi. Namun, tidak semua orang bisa merealisasikannya bahkan menyerah sebelum memulai.

Padahal anggaran adalah peta dan rencana dalam menggunakan uang agar uang yang didapatkan bisa digunakan pada hal-hal yang penting dan bermakna dalam hidup. Masalah utamanya bukan tidak ada uangnya atau terlalu malas dalam menyusun anggaran, namun lebih kepada anggaran yang dibuat terlalu ideal, keinginan terlalu banyak dan tidak manusiawi.

 

Cara Menyusun Anggaran Tahunan

Jika Anda termasuk gen z dan ingin menyusun anggaran anggaran tahunan yang realistis, berikut ini cara-cara yang bisa Anda terapkan.

 

1.    Tetapkan mindset bahwa anggaran itu peta atau panduan

Anggaran bukan alat untuk mengontrol hidup seperti penuh aturan. Akan tetapi, sebagai alat panduan atau peta supaya penggunaan uang lebih jelas dan tidak panik bila menghadapi hal di luar dugaan. Banyak di antara kita terutama gen Z merasa gagal menyusun anggaran karena tidak boleh jajan, tidak boleh healing ataupun self reward. Padahal dalam anggaran bukan melarang akan tetapi boleh dengan batasan yang sehat.

Ingat akan prinsip ini, anggaran yang dijalani meski tidak sempurna jauh lebih baik daripada anggaran yang terlihat sempurna namun tidak pernah dijalani.

 

2.    Lihat pola pengeluaran 3 bulan terakhir

Sebelum menyusun anggaran untuk satu tahun dari Januari hingga Desember 2026, lihat terlebih dahulu pola pengeluaranmu di 3 bulan terakhir. Serta perhatikan ke mana saja uang paling sering habis? Pengeluaran apa yang selalu muncul? Apa pengeluaran yang sering tidak terasa namun totalnya ternyata besar. 

Selanjutnya, kita bisa menentukan angka layak dan manusiawi dalam menyusun anggaran di tahun 2026. Tetap bisa self reward namun tanpa meninggalkan hal penting dan prioritas.

 

3.    Gunakan sistem 3 pos besar

Untuk menghindari anggaran yang terlalu ketat, buat 3 rekening terpisah untuk 3 pos utama:

 

a.    Kebutuhan primer (biaya hidup)

Seperti makan, kos atau tempat tinggal, pulsa, internet dan lainnya.

Pembagiannya sekitar 50 - 60%.

 

b.    Kebutuhan sekunder (kesenangan)

Seperti hiburan, pengembangan diri, langganan streaming, dan self reward.

Pembagiannya sekitar 10 - 20%.

 

c.    Menabung dan investasi untuk masa depan

Pisahkan rekeningnya untuk dana darurat, tabungan jangka pendek dan investasi jangka panjang. 

Pembagiannya 20 - 30%. Namun jika masih berat untuk mulai menyisihkan menabung 20 - 30%, dicoba dari 10% tidak apa-apa. Konsistensi kecil lebih penting dibanding dengan target besar namun membuat kita stres dan tertekan.

 

4.    Anggaran tahunan sebagai peta

Anggaran tahunan tidak perlu mendetail agar bisa menjawab hal-hal kecil printilan. Namun, cukup tetapkan:

  1. Target tabungan misalnya Rp 10.000.000 dalam satu tahun.
  2. Dana darurat (berbeda dengan tabungan) misalnya 1 -2 pengeluaran bulanan terlebih dahulu dicapai.
  3. Investasi kecil di saham dari mulai Rp 500.000 masuk ke portofolio.

Tidak perlu memaksakan diri dengan target bulanan yang terlalu mengikat. Karena terkadang hidup tidak selalu lurus setiap bulannya. Terkadang kita menemukan bulan-bulan yang berat namun tidak sedikit juga kita bertemu dengan bulan yang longgar. 

Lihat dalam beberapa bulan ke depan dalam satu tahun apakah ada pengeluaran dengan nominal yang besar? Misalnya qurban, menikah liburan, membayar membership, mudik. Bagi yang sudah berkeluarga misalnya uang pangkal sekolah anak. Buat tujuan keuangan jangka pendek untuk kebutuhan-kebutuhan besar tersebut dan menabung setiap bulan agar terasa lebih ringan.

 

5.    Alokasikan untuk ruang jaga-jaga

Salah satu kunci supaya terhindar dari anggaran yang tidak realistis adalah sediakan buffer. Sekitar 10% dana jaga-jaga setiap bulan untuk dana darurat. Dana ini digunakan untuk acara dadakan (pernikahan teman, menengok teman lahiran dan lain sebagainya), kebutuhan tak terduga. Tanpa dana jaga-jaga ini, anggaran sering kali bocor. Yang salah bukan pada kita sebagai pelaku, tapi karena anggarannya yang terlalu ketat dan kaku. 

 

6.    Pay yourself first 

Strategi paling efektif untuk Gen Z dalam menyisihkan uang masa depan adalah sisihkan di awal. Begitu penghasilan masuk, langsung sisihkan tabungan dan investasi dengan mengaktifkan auto transfer terlebih dahulu. Sisanya baru dibagi antara kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder.

 

7.    Evaluasi secara konsisten

Anggaran tahunan bukan sesuatu yang mengikat, lakukan review dan evaluasi ringan setiap bulan dengan evaluasi pertanyaan-pertanyaan seperti apa pengeluaran yang terasa memberatkan? Apa yang ternyata penting dan bermanfaat? Apakah ada hal yang menjadi beban dan perlu disesuaikan? 

Bila merasa terlalu ketat, coba ubah anggarannya kembali dan sederhanakan. Gen z biasanya melibatkan emosi dan perasaan dalam menggunakan uang, bukan sekedar angka dan nominal. Agar tujuan keuangan dan mengelola keuangan lebih bermakna buat kesadaran seperti menabung akan meringankan pengeluaran dengan nominal besar menjadi lebih terjangkau, dana darurat penting supaya tidak panik saat terjadi kondisi di luar dugaan, dan investasi penting agar masa depan tidak terlalu menakutkan. 

Menyusun anggaran yang realistis terutama di kalangan gen Z, bukan membuat anggaran paling sempurna, namun mengenai konsisten dan disiplin dalam menjalankannya. Coba kenali diri sendiri dengan pola pengeluarannya, menerima kondisi hidup yang terkadang berubah-berubah, dan membangun sistem yang bisa dijalani. Tujuan menyusun anggaran tahunan bukan untuk membuat hidup lebih sempit akan tetapi memetakan uang kita agar lebih bermakna.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Pengelolaan Dasar

Sahabat Guru-Perilaku Konsumtif Sehat

12 Februari 2025

4.8
Pengelolaan Dasar

Konsumsi Berlebihan vs Konsumsi Minimalis, Mana Yang Lebih Buruk?

06 November 2024

4.8
Pengelolaan Dasar

Bersiap Hadapi Tantangan Keuangan 2025, Apa yang Bisa Anda Lakukan?

19 Desember 2024

5.0
Pengelolaan Dasar

4 Masalah Keuangan & Cara Mengatasinya

09 Maret 2018

Berikan Pendapat Anda

5 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS