Banyak orang menganggap bahwa kegagalan finansial disebabkan oleh kurangnya kecerdasan atau kemalasan. Namun, penelitian dari Dr. Brad Klontz dan Ted Klontz tahun 2011 dalam jurnal yang berjudul Money Beliefs and Financial Behaviors: Development of the Klontz Money Script Inventory menunjukkan bahwa perilaku keuangan kita lebih banyak dikendalikan oleh alam bawah sadar daripada logika matematika. Di sinilah peran Money Scripts menjadi penting.
Apa Itu Money Scripts?
Money Scripts adalah keyakinan bawah sadar yang kita miliki tentang uang. Keyakinan ini biasanya terbentuk pada masa kanak-kanak melalui observasi terhadap orang tua, pengalaman emosional terkait uang, atau pesan-pesan yang ditanamkan oleh lingkungan sosial dan masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita.
Menurut Klontz, terdapat empat kategori besar Money Scripts:

1. Money avoidance (menghindari uang)
Bagi seseorang yang memiliki money script ini, uang dianggap sesuatu yang negatif, kotor, atau sumber kejahatan. Mereka percaya bahwa orang kaya pasti serakah atau tidak jujur, dan memiliki terlalu banyak uang adalah sebuah kegagalan moral karena mendapatkannya dengan cara-cara yang tidak benar.
Ciri-ciri dari seseorang dengan money avoidance adalah sering sering merasa bersalah saat memiliki uang, enggan membicarakan anggaran, atau secara tidak sadar menyabotase kesuksesan finansial agar tetap berada dalam kondisi kekurangan uang.
Dampaknya, mereka mungkin mengalami financial denial seperti terus-menerus memberikan uang kepada orang lain sampai dirinya sendiri kesulitan, hanya agar tidak perlu memegang uang tersebut. Meskipun membenci uang, mereka sering kali tetap merasa stres karena masalah keuangan.
2. Money worship (memuja atau mendambakan uang)
Bagi seseorang dengan money script ini, mereka percaya bahwa kunci menuju kebahagiaan dan solusi dari segala masalah adalah uang yang lebih banyak. Atau keyakinan yang mendalam bahwa semua akan selesai bila saya memiliki uang lebih banyak.
Ciri-cirinya adalah terobsesi untuk mengejar kekayaan namun merasa tidak pernah cukup. Mereka sering mengutamakan pekerjaan di atas hubungan sosial atau kesehatan.
Dampaknya mereka selalu mengejar kebahagiaan dari memiliki benda atau barang, sehingga mereka sering terjebak dalam utang konsumtif. Mereka percaya barang baru akan memberikan kepuasan yang lebih, padahal kebahagiaan tersebut hanya sesaat atau dikenal dengan istilah hedonic treadmil. Meski memiliki banyak uang, mereka sering kali merasa kosong karena ekspektasinya yang dijanjikan uang tidak pernah terwujud.
3. Money status (uang sebagai status)
Money script ini mengaitkan harga diri (self worth) dengan net-worth (kekayaan bersih). Bagi mereka, uang merupakan simbol status dan kehormatan.
Ciri-ciri seseorang dengan money script money status, mereka cenderung membeli barang bermerek dan mewah untuk menunjukan kesuksesan kepada orang lain.
Dampaknya yang paling berisiko adalah kondisi keuangan yang tidak sehat. Hal ini disebabkan mereka tidak ragu untuk menggunakan utang di balik penampilan untuk memberikan kesan mampu dan mewah. Mereka memaksakan berbelanja demi memperlihatkan image mampu secara sosial. Keinginannya tersebut justru sering kali menjadi penghalang utama bagi mereka untuk menjadi benar-benar kaya secara aset,
4. Money Vigilance (bersikap waspada terhadap uang)
Money script yang keempat adalah money vigilance yaitu seseorang yang paling sering dikaitkan dengan stabilitas finansial akan tetapi di dalam tetap memiliki permasalahan finansial. Biasanya, orang dengan money vigilance sangat hemat dan rajin menabung. Mereka percaya bahwa uang harus dijaga dan selalu ada saat-saat darurat yang tidak terduga yang bisa datang kapan saja.
Ciri-ciri seseorang dengan money vigilance adalah orangnya cukup tertutup mengenai masalah keuangan, jarang berhutang, dan selalu membandingkan harga sebelum membeli. Namun, mereka terkadang merasa cemas jika tidak memiliki tabungan yang cukup.
Dampaknya, mereka dengan money vigilance sering merasa cemas berlebihan walaupun aman secara finansial. Mereka bisa merasa sangat bersalah bila menikmati hasil kerja keras karena takut uangnya habis. Kewaspadaan yang terlalu berlebihan bisa merusak kualitas hidup dan hubungan dengan orang terdekat yang memiliki gaya hidup yang berbeda.
Bagaimana cara menyeimbangkann money script dalam kehidupan kita?
Kabar baiknya, money script bukanlah sesuatu yang tidak bisa diubah. Berikut adalah beberapa strategi untuk bisa memperbaikinya:
- Observasi pada kebiasaan dan pola pengeluaran kita. Jika kita merasa cemas saat melihat saldo (money avoidance) atau merasa harus membeli tas mewah agar bisa lebih dihargai (money status), maka akui terlebih dahulu tanpa perlu menyalahkan diri sendiri.
- Identifikasi kira-kira apa latar belakang yang mendorong kita memiliki money script demikian. Apakah dari pola asuh semasa kecil, perkataan orang tua yang seperti “cari uang susah, uang tidak tumbuh dari pohon”, “orang kaya pasti pelit”. Pesan-pesan ini terkadang terekam di alam bawah sadar kita.
- Membuat tantangan dari keyakinan tersebut, misalnya jika kita memiliki money vigilant yang takut mengeluarkan duang coba tanya diri sendiri dengan pertanyaan berikut “apakah pengeluaran kecil ini akan menghancurkan masa depan kita?”. Apabila kita seorang money worshiper coba tanyakan “Apakah barang ini benar-benar akan membuat saya bahagia bulan depan?”/
- Tulis ulang money script kita misalnya dari “uang adalah hal yang menyakitkan” bagi money avoidance menjadi “uang adalah alat, di tangan orang baik uang bisa melakukan banyak kebaikan”.
Memahami money script adalah kunci untuk berhenti berperang dengan diri sendiri terkait dengan uang. Kekayaan dan kesejahteraan yang berkelanjutan harus selaras dengan kesehatan mentah financial. Hal tersebut hanya bisa dicapai bila kita berhenti membaca money script masa lalu dan mulai menuliskan kembali bagi masa depan finansial kita sendiri.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah atau informasi keuangan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda