Pernahkah Anda dan pasangan bertanya, “kenapa sih kita harus mulai merencanakan investasi dan pensiun dari sekarang?” Pertanyaan sederhana ini sebenarnya menyimpan isu penting dalam kehidupan rumah tangga. Banyak pasangan menikah yang merasa keuangan berjalan “baik-baik saja”, sampai akhirnya muncul kebutuhan besar yang tidak terduga biaya medis, kejadian mendadak, atau bahkan merasa belum siap memasuki masa pensiun. Perencanaan finansial bersama bukan hanya soal angka, tetapi tentang menciptakan ketenangan, bersama, dan masa depan yang ingin dibangun berdua.
Dalam kehidupan rumah tangga, isu keuangan seringkali menjadi pemicu konflik. Padahal, dengan manajemen keuangan yang transparan dan terstruktur, pasangan dapat membangun pondasi finansial yang lebih stabil. Salah satu cara terpenting adalah menyusun strategi investasi dan pensiun secara bersama-sama. Langkah ini membantu kalian menentukan arah perjalanan hidup, memastikan setiap penghasilan keluarga digunakan dengan bijak, dan memaksimalkan peluang tumbuhnya aset jangka panjang.
Artikel ini merupakan bagian dari seri artikel Pengelolaan Penghasilan Suami-Istri.
- Seri 1: Harta Gono-Gini
- Seri 2: Penghasilan digabung total, sebagian, terpisah?
- Seri 3: Merencanakan investasi dan pensiun bersama
Merencanakan Investasi Bersama
Investasi bukan hanya aktivitas menaruh uang pada instrumen tertentu, tetapi bagian dari kerja jangka panjang antara suami dan istri. Agar proses ini berjalan efektif dan nyaman, ada beberapa hal penting yang bisa dilakukan:
1. Mulai dari Komunikasi yang Terbuka
Sebelum memiliki produk investasi, Anda dan pasangan perlu saling memahami kondisi finansial masing-masing. Bicarakan berapa penghasilan, tabungan, utang, serta kebiasaan pengeluaran. Transparansi membuat keputusan lebih mudah dari mengurangi potensi salah paham. Jika perlu, buat daftar kebutuhan rutin dan prioritas agar arah alokasi dana lebih jelas.
2. Tentukan Tujuan Bersama
Diskusikan tujuan besar keluarga: apakah ingin membeli rumah, mempersiapkan biaya pendidikan anak, atau merencanakan gaya hidup tertentu di masa pensiun?. Dengan menetapkan tujuan jelas, pasangan lebih mudah memahami arah perencanaan investasi dan apa yang ingin dicapai bersama. Pisahkan juga tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang agar strategi pengelolaan keuangan dapat disusun lebih terarah dan realitstis.
3. Pahami Profil Risiko Berdua
Setiap orang memiliki toleransi risiko berbeda. Ada yang nyaman dengan fluktuasi tinggi, ada juga yang lebih tenang dengan instrumen stabil. Profil risiko pasangan sering kali bersifat moderat, ingin bertumbuh agresif, tetapi tetap aman. Dengan memahami karakter masing-masing, Anda dapat menyusun komposisi investasi yang seimbang.
Contohnya:
- Profil moderat: fokus pada obligasi dan reksa dana pendapatan tetap dengan sedikit saham. Risikonya sedang.
- Profil agresif: dominan saham atau reksa dana saham. Potensi imbal hasil tinggi tetapi risiko juga besar.
- Profil konservatif: fokus pada deposito, emas, dan reksa dana pasar uang. Risikonya rendah dan lebih stabil
Pilihan profil ini tetap perlu disesuaikan dengan jangka waktu tujuan investasinya.
4. Mulai dari Instrumen Sederhana
Jika salah satu dari kalian belum terlalu paham dunia investasi, mulailah dari produk yang mudah dipahami seperti reksadana pasar uang, obligasi ritel pemerintah, atau emas. Setelah mulai terbiasa dan nyaman, baru tingkatkan ke instrumen yang lebih dinamis seperti saham atau reksadana campuran.
5. Konsisten dan Lakukan Evaluasi
Investasi hanya akan menghasilkan dampak jika dilakukan secara rutin dan disiplin. Sisihkan dana setiap bulan, bahkan dalam jumlah kecil. Lakukan evaluasi setiap 6 bulan atau setahun sekali untuk melihat apakah tujuan masih relevan, apakah ada perubahan penghasilan, atau perlu penyesuaian strategi.

Merencanakan Pensiun Bersama
Banyak pasangan fokus pada investasi jangka pendek, tetapi lupa bahwa masa pensiun adalah fase panjang yang memerlukan kesiapan bukan hanya finansial, tetapi juga emosional dan relasional. Merencanakan pensiun bersama berarti menata gaya hidup, tujuan, dan rutinitas saat tak lagi bekerja.
1. Hitung Kebutuhan Pensiun Sejak Dini
Tentukan berapa dana yang diperlukan untuk menjalani masa pensiun yang nyaman. Diskusikan gaya hidup yang diinginkan: apakah ingin tinggal di kota tertentu, sering bepergian, menjalani hobi baru, atau menikmati aktivitas sederhana di rumah. Perhitungan ini membantu menentukan berapa besar kontribusi bulanan yang perlu disiapkan.
2. Manfaat Program Pensiun
Anda bisa memanfaatkan program seperti:
- DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan)
- Program pensiun dari perusahaan
- Produk asuransi unit link dengan fitur pensiun.
Instrumen ini membantu memastikan ada pendapatan rutin yang dapat dinikmati ketika berhenti bekerja.
3. Siapkan Aspek Psikologis Masa Pensiun
Pensiun bukan hanya berhenti bekerja, melainkan perubahan ritme hidup. Tiba-tiba, suami-istri berada di rumah sepanjang hari. Agar tidak muncul gesekan kecil, penting untuk:
- Memberi ruang pribadi (“me time”)
- Mencari hobi bersama
- Tetap menghormati aktivitas masing-masing
- Serta menjaga komunikasi untuk menghindari salah paham.
Keselarasan emosional ini menjaga keharmonisan di masa tua.
4. Jaga Kesehatan dan Kesejahteraan
Kesehatan adalah aset paling mahal saat pensiun. Mendukung pasangan untuk hidup sehat seperti rutin olahraga, makan bergizi dan melakukan cek kesehatan berkala, akan membantu menikmati masa pensiun tanpa beban berlebih.
5. Kelola Keuangan secara Bijak
Diskusikan anggaran pensiun, kebiasaan belanja, serta alokasi dana darurat. Keuangan harus dikelola berdua agar tidak ada beban yang hanya dipikul satu pihak. Dengan kerja sama, pasangan dapat menjalani masa pensiun lebih tenang dan pasti.
Pada akhirnya, merencanakan investasi dan pensiun bukan hanya tugas finansial, tetapi proses membangun masa depan bersama. Ketika suami dan istri bekerja sebagai satu tim, saling terbuka, menetapkan tujuan, dan rutin mengevaluasi kondisi keuangan, stabilitas dan ketenangan menjadi lebih mudah tercapai setiap pasangan memiliki ritme dan gaya hidup berbeda, tetapi fondasinya tetap sama: komunikasi, kedisiplinan, dan komitmen untuk tumbuh bersama. Dengan rencana yang matang dan saling mendukung, masa depan yang lebih aman dan bahagia bukan hanya harapan, tapi sesuatu yang benar-benar bisa diwujudkan.
Jika Anda butuh saran lebih lanjut, Anda bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan pribadi di Tanya Ahli. Daftarkan diri Anda untuk akses gratis di Daya.id.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda