Sebentar lagi liburan sekolah, anak-anak bakal lebih banyak di rumah nih. Sudah siapkan apa saja untuk mengisi waktu bersama mereka?
Tapi, di balik keseruan itu, sepertinya bakal ada potensi pengeluaran keluarga yang meningkat ya. Misalnya biaya makan, jajan, listrik, sampai biaya hiburan tambahan yang bisa membuat anggaran rumah tangga membengkak.
Makanya, bersamaan dengan rencana yang sedang Anda siapkan, sangat penting untuk memiliki strategi agar kondisi keuangan tetap aman tanpa harus membuat anak merasa serba dibatasi.
Tips Mengontrol Pengeluaran Rumah saat Anak Libur Sekolah
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar pengeluaran tetap terkontrol saat anak-anak berada di rumah, bisa langsung praktek saat liburan sekolah mendatang nih!
1. Buat anggaran khusus
Pola pengaturan keuangan saat anak-anak lebih banyak berada di rumah tentu berbeda dengan hari-hari biasanya. Anda perlu menyiapkan anggaran khusus untuk antisipasi tambahan pengeluaran, misalnya dengan memisahkan kebutuhan menjadi beberapa kategori:
- Makan dan camilan
- Hiburan anak
- Kuota atau internet
- Jajan mingguan
Dengan pembagian ini, Anda lebih mudah mengetahui pos mana yang pengeluarannya paling besar sehingga bisa mengaturnya lebih baik dan mengantisipasi jika ada kebocoran. Catat semua pengeluaran di buku catatan atau di ponsel Anda.
2. Bantu anak membedakan kebutuhan dan keinginan
Saat anak lebih banyak berada di rumah, mereka cenderung lebih sering meminta sesuatu. Mulai dari makanan viral, mainan baru, langganan layanan video ataupun game, hingga hiburan. Alih-alih menuruti semua yang mereka inginkan dengan dalih “mumpung libur”, Anda bisa membantu anak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sejak dini. Selain mengajarkan anak menggunakan uang dengan bijak, hal ini juga bermanfaat untuk mencegah budget liburan membengkak.
![]()
Bukan berarti semua keinginan anak harus ditolak, sekalipun Anda mampu membelinya namun anak perlu belajar bahwa tidak semua hal harus dibeli saat itu juga. Berikut cara sederhana yang bisa dilakukan:
- Terapkan sistem menunggu 2–3 hari sebelum membeli barang non-prioritas
- Minta anak memilih satu dari beberapa keinginan
- Gunakan uang jajan mingguan agar anak belajar mengatur sendiri
3. Kurangi kebiasaan jajan berlebihan
Saat ini, untuk jajan anak-anak tidak lagi pergi ke warung terdekat, karena dari aplikasi online bisa dengan mudah menemukan banyak pilihan jajanan dengan layanan delivery yang langsung diantar sampai rumah. Di satu sisi, hal ini memudahkan dan memungkinkan membeli jajanan yang diinginkan walaupun jaraknya jauh dari rumah. Namun, di sisi lain, menjadi salah satu penyebab pengeluaran cepat membengkak. Pengeluaran kecil yang terlihat sepele, berdampak sangat besar jika dilakukan terus-menerus kan..
Contoh:
![]()
Contoh perhitungan tersebut jika yang jajan hanya 1 orang anak, belum kalau jajannya bareng untuk sekeluarga. Wah, kebayang kan….
Solusi:
- Sepakati hari khusus untuk jajan
- Sediakan stok cemilan di rumah, cemilan sehat lebih baik
- Libatkan anak dalam memasak atau membuat cemilan, selain hemat juga menjadi aktivitas keluarga yang menyenangkan
- Buat menu mingguan agar lebih bervariasi dan tidak sering impulsif membeli makanan
![]()
4. Manfaatkan hiburan gratis atau murah
Banyak orang tua merasa harus selalu mengajak anak keluar agar mereka tidak bosan. Kalau dipersiapkan dengan baik, misalnya sudah menabung dari jauh-jauh hari untuk rencana rekreasi saat liburan, tentu tidak menjadi masalah karena sudah ada sejumlah dana yang disiapkan. Namun, bagiamana jika tidak?
Pada dasarnya, mengisi waktu dengan hiburan tidak harus selalu mahal lho! Berikut beberapa aktivitas alternatif yang bisa dilakukan segera, di masa lilburan ini:
-
Manfaatkan fasilitas perumahan tempat tinggal
Seperti olah raga ringan di lapangan bulu tangkis, kolam renang, atau bersantai di taman
-
Bersepeda bersama keluarga
Gowes bersama keluarga di sekitar lingkungan rumah atau tentukan tempat tujuan yang jaraknya masih bisa dijangkau. Ajak bestie anak Anda untuk ikut serta agar lebih seru
-
Movie night di rumah
Manfaatkan langganan platform film untuk nobar alias nonton bareng. Setting ruang keluarga menjadi bioskop ala-ala: redupkan lampu, gelar karpet atau kasur lantai, jangan lupa cemilannya!
-
Memasak bersama anak
Memasak bersama anak bisa jadi seru namun juga menantang. Anda bisa pilih menu sederhana agar anak-anak aman untuk terlibat.
-
Silaturahmi ke rumah keluarga lain
Ajak anak berkunjung ke rumah sepupunya, atau menginap singkat di rumah kakek-nenek. Selain untuk mengajarkan nilai silaturahmi, hal ini juga menjadi suasana baru untuk Anda sekeluarga.
5. Batasi penggunaan gadget dan media sosial
Meski sedang libur, aturan terkait gadget tentu tetap harus disepakati agar anak tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadget dan media social. Selain agar anak bisa menikmati aktivitas lain yang menyenangkan, juga mencegah terpengaruh dari tren konsumtif dari paparan konten atau iklan digital.
Yang bisa dilakukan:
- Buat kesepakatan berapa lama anak bisa screen time dalam sehari
- Damping anak saat menggunakan media social
- Ajarkan anak berpikir sebelum membeli sesuatu
- Ajak anak melakukan aktivitas offline yang menyenangkan
Semakin sedikit paparan konsumtif, semakin kecil kemungkinan pengeluaran impulsif terjadi.
6. Berikan uang jajan yang nilainya konsisten
Banyak orang tua akhirnya boros karena tidak memiliki aturan yang jelas soal uang jajan anak. Hari ini diberi Rp20 ribu, besok Rp50 ribu, keesokan harinya dibelikan mainan tambahan. Lama-lama anak terbiasa meminta lebih. Cobalah membuat aturan jajan sederhana:
- Batasi uang jajan harian atau mingguan
- Biasakan anak harus menghabiskan barang lama sebelum membeli baru
- Tidak semua permintaan langsung dipenuhi
- Ajarkan menabung dari jatah uang jajan jika ingin membeli sesuatu
7. Libatkan anak dalam mengelola pengeluaran
Sebenarnya Anak bisa diajak belajar soal keuangan sejak kecil, terlebih saat momen libur sekolah dan mereka lebih banyak di rumah.
Kegiatan mengelola pengeluaran yang bisa melibatkan anak :
- Membuat daftar belanja
- Membandingkan harga barang
- Menghitung pengeluaran mingguan
- Menabung bersama untuk tujuan tertentu
Selain membantu anak lebih bijak, hal ini juga membuat mereka lebih memahami kondisi keuangan keluarga.
8. Evaluasi Pengeluaran Setiap Minggu
Jangan tunggu ada kebocoran untuk mengecek kondisi keuangan. Lakukan evaluasi mingguan agar lebih efektif dan bisa mengidentifikasi adanya kebocoran lebih awal.
Hal yang perlu di cek:
- Pengeluaran terbesar minggu ini
- Pengeluaran impulsif
- Pengeluaran yang menurut Anda bisa dihemat
- Aktivitas yang terlalu sering menghabiskan uang
Menghindari pengeluaran berlebih saat anak lebih banyak berada di rumah bukan berarti pelit atau membuat suasana rumah menjadi penuh larangan. Kuncinya adalah mengelola prioritas. Anak tetap bisa menikmati waktu di rumah, sementara keuangan keluarga tetap aman dan terkontrol.
Banyak keluarga justru merasa lebih tenang ketika memiliki aturan pengeluaran yang jelas. Selain mengurangi stres finansial, anak juga belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu harus datang dari membeli sesuatu
Nah, itu 8 hal yang bisa dipraktekkan untuk mengendalikan pengeluaran saat anak berada di rumah, khususunya di masa liburan sekolah mendatang.
Masih ada yang pertanyaan? Diskusikan dengan ahli keuangan kami di kolom Tanya Ahli! Daftarkan juga diri Anda di daya.id untuk tahu berbagai tips dan info menarik lainnya.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda