Informasi Artikel

Penulis Artikel

Sky Karya Kasih


Pengusaha

Irfan Fauzan

Jenis Usaha

Fotografer freelance

Salah satu faktor terpenting dalam menjaga kesehatan pribadi adalah lingkungan yang sehat. Selain kebersihan fisik, kesehatan mental pun sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitar kita. Irfan meyakini bahwa lingkungan yang tidak sehat atau yang sering disebut toxic adalah tantangan serius dalam menjaga keseimbangan diri.

Berdasarkan pengalamannya di dunia kerja, Irfan menyadari bahwa lingkungan toxic memiliki dampak negatif jangka panjang yang tidak bisa diabaikan. Ia pun membagikan kisahnya dalam menghadapi lingkungan kerja yang tidak sehat, serta bagaimana ia menemukan hikmah dari situasi tersebut.

 

Hidup di Lingkungan Kerja yang Toxic

Sesuai dengan namanya, lingkungan toxic dapat meracuni berbagai aspek kehidupan, termasuk hal-hal yang sebelumnya kita nikmati. Dalam perjalanan karier Irfan, lingkungan semacam ini ia temui dalam beberapa tahun terakhir.

Pada awal bekerja, Irfan masih mencoba memahami dinamika antar rekan kerja dan memaklumi berbagai hal yang terjadi. Ia percaya penting untuk memberi waktu pada diri sendiri agar bisa beradaptasi dan menilai situasi secara objektif, sebelum menyimpulkan bahwa suatu lingkungan memang beracun bagi kesehatan mental.

Namun, seiring waktu, Irfan mulai merasakan ketidaknyamanan yang makin nyata. Miskomunikasi antar rekan, serta penolakan terhadap ide-ide yang ia usulkan, menciptakan atmosfer yang tidak suportif dan membuatnya merasa tidak dihargai. Ditambah lagi, kurangnya ketegasan pimpinan dalam mengambil keputusan menyebabkan stres yang meningkat dari hari ke hari.

Situasi ini membuat Irfan merasa semakin letih dan tertekan dalam menjalani kesehariannya di kantor sebuah gambaran jelas dari lingkungan kerja yang toxic.

Baca Juga: Punya Tim yang Kompeten, Tapi Bingung Cara Memimpinnya?

 

Titik Balik: Keputusan untuk Mengubah Lingkungan

Hidup dalam lingkungan toxic tidak bisa berlangsung selamanya. Pada akhirnya, seseorang harus memilih: bertahan dan menanggung akibatnya, atau mundur demi mencari tempat yang lebih sehat dan mendukung.

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini terus menggelayuti pikiran Irfan: Apakah ia harus bertahan? Apakah berhenti merupakan keputusan yang tepat? Apakah dampaknya sepadan?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu tak selalu mudah, namun waktu pada akhirnya mendesaknya untuk memilih. Titik balik Irfan muncul ketika seorang rekan baru datang dan justru membawa lebih banyak drama serta keributan ke dalam rutinitas kerja. Saat itulah Irfan mantap untuk mulai merencanakan perubahan baik pada lingkungan kerja, maupun pekerjaannya secara keseluruhan. Ia mempertimbangkan kesehatan mental serta performanya sebagai pelari marathon, dan akhirnya mengambil langkah berani.

 

Kehidupan Irfan Sekarang

Saat ini, Irfan berprofesi sebagai fotografer lepas untuk dokumentasi berbagai acara. Pekerjaan ini berawal dari hobi yang ia tekuni sejak masa pandemi, dan hingga kini masih menjadi aktivitas yang ia nikmati.

Dengan menjadi freelancer, Irfan merasa lebih bebas dalam memilih lingkungan kerja. Ia bisa menentukan proyek dan klien sesuai dengan kenyamanan serta nilai-nilai yang ia pegang. Meski begitu, ia menyadari bahwa perubahan selalu membawa tantangan. Dunia freelance menuntut adaptasi, namun dibandingkan dengan lingkungan kerja sebelumnya, Irfan merasa hidupnya kini jauh lebih ringan dan sehat secara mental.

Baca Juga: Pekerjaan atau Lingkungan Kerja Baru? Tips Beradaptasi dengan Perubahan

 

Tips dari Irfan: Selalu Pertimbangkan Tujuan Hidup Anda

Menurut Irfan, hal terpenting dalam menghadapi lingkungan yang toxic adalah bagaimana kita memilih untuk meresponsnya. Hubungan antara tujuan hidup dan lingkungan tempat kita berada harus jelas dan sejalan. Jika lingkungan toxic tidak mendukung bahkan menghambat tujuan hidup, layakkah ia untuk dipertahankan?

Bagi Irfan, lingkungan kerja lama tidak lagi mendorong produktivitas maupun kreativitasnya. Ia berharap siapa pun yang berada dalam situasi serupa bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan penting ini dengan jujur dan matang, sebelum mengambil keputusan besar seperti yang telah ia lakukan.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai pengelolaan investasi atau topik keuangan lainnya, segera login ke Daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

Berbagai cerita sukses member Daya lainnya

5.0
Damba Eko Budi Yuliyanto

Menginspirasi Lewat Langkah, Kisah Damba Yulianto Aktif Jadi Pacer Maraton

10 Januari 2025

5.0
Putu Sutha

Bingung Cara Turunkan Berat Badan? Yuk, Ikuti Diet Versi Sutha

08 Februari 2023

4.5
Trisnadi

Sembuhkan Osteoatritis dengan Program Latihan Khusus

28 Oktober 2019

4.8
Irene Febrina

Bangkit dari Patah Hati dengan Charity Run

05 Juli 2023