Siapa bilang menjadi ibu rumah tangga dengan beragam kesibukan tidak akan memiliki waktu untuk berolahraga? Hal ini tidak berlaku untuk Dewi, di tengah-tengah rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga dan mengurus usaha. Lalu bagaimana cara Dewi mengatur waktunya agar tetap bisa berolahraga tanpa meninggalkan kesibukannya? Mari kita simak di artikel ini.
Disiplin dengan waktu
Sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak remaja, Dewi berusaha untuk disiplin dengan waktu. Selain mengurus anak-anak, Dewi memiliki usaha kantin di salah satu gedung perkantoran di daerah Bintaro, yang sudah berjalan lebih dari 5 tahun. Pastinya kedua hal ini sangat menyita waktu Dewi. Untuk itu, Dewi selalu berusaha konsisten dalam melakukan rutinitasnya.
Di padatnya rutinitas yang dijalanin, mulai dari menyiapkan olahan masakan untuk usaha, menyiapkan anak-anak sekolah,mengurus urusan rumah, hingga membeli kebutuhan lain yang diperlukan kantin, semua berusaha dilakukan Dewi sesuai dengan jadwalnya, agar terkelola dengan baik.
Dari segala rutinitas yang dijalanin,mencari waktu untuk berolahraga merupakan salah satu hal yang membuatnya menjaga kedisiplin waktu dan komitmen melakukannya.
![]()
Motivasi untuk menjaga bentuk tubuh yang ideal
Semenjak di bangku sekolah Dewi sudah menyukai berolahraga di pusat kebugaran dan juga bersepeda. Kebiasaan ini tidak berhenti sampai Dewi berkeluarga dan memiliki dua orang anak. “Namanya juga cewek, siapa sih yang gak pengen punya badan yang bagus?”, ujar Dewi. Setelah melahirkan, Dewi sempat mengalami kelebihan berat badan, tetapi tetap berusaha mengembalikan bentuk tubuh yang diinginkan dengan berolahraga.
Pandemi 2020 di tengah sulitnya fasilitas dan ruang untuk berolahraga, Dewi tetap berusaha mencari cara berolahraga. Dewi tetap konsisten untuk tetap berolahraga dengan bersepeda dan berlari. Tidak disangka, berlari menjadi olahraga yang paling konsisten dilakukan sampai sekarang. Ketika ditanya mengapa Dewi suka olahraga lari, “soalnya lari olahraga yang simple!”, katanya.
Olahraga lari sebagai sarana relaksasi diri
Bagi Dewi, lari tidak hanya sebagai olahraga untuk menjaga berat badan tetap ideal. Lari adalah waktu untuk merelaksasikan diri dan juga healing dari aktivitas sehari-hari yang dia lakukan. Bisa dikatakan lari adalah me time-nya Dewi. Itulah mengapa Dewi lebih menikmat waktu lari sendirian.
Tidak berhenti di situ saja, karena berlari, Dewi mendapatkan kesempatan menjadi pacer (pacemaker) di beberapa event lari, untuk membantu peserta lari mencapai target finish yang ditentukan. Bagi Dewi kesempatan menjadi pacer adalah suatu kebanggaan bagi diri sendiri, mendapat jangkauan teman yang luas dan juga berkesempatan mendapatkan coaching lari dari coach hebat yang menangani event lari tersebut. Dengan program coaching yang diberikan, Dewi merasa mendapatkan progress yang baik untuk mendukung performa larinya.

Motivasi dalam berolahraga
Bagi Dewi, olahraga sudah menjadi bagian dari dirinya, terutama lari. Berlari tidak hanya baik untuk kesehatan, tapi juga membuat mood menjadi lebih bagus sehingga lebih bahagia dalam menjalani hari. Selain itu, Dewi ingin memberikan contoh yang baik untuk anak-anaknya. “Kalau aku kasih contoh ke anak-anak mindset rajin olahraga, supaya mereka juga bisa ikutan olahraga’. Terbukti, terkadang Dewi berolahraga bersama anaknya seperti main sepeda, berlari, atau basket.
Dewi juga sempat dilanda cidera yang membuat program latihannya berantakan dan moodnya hancur. Namun pelan-pelan Dewi mulai latihan lagi sehingga menjadi semangat. Hal lain yang menjadi penyemangat adalah TIMBANGAN. Kalau timbangan naik, bisa jadi motivasi untuk lebih giat lagi berolahraga.
Motivasi lainnya adalah dukungan dari suami dan anak-anak. Kebetulan suami Dewi juga senang berolahraga. ‘Suami aku aja rajin berolahraga menjaga badan, masa aku istrinya gak sih?, begitu ujarnya. Apalagi anak-anak Dewi juga suka memuji kalau mamanya awet muda dan terlihat jauh lebih muda dari usianya. hal ini membuat Dewi lebih termotivasi lagi untuk berolahraga.
Buat sobat Daya yang baru mau mulai olahraga, Dewi berpesan, “mulai aja dulu, semua juga akan berprogress. Yang penting disiplin dan konsisten.”
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait informasi kesehatan lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.
Hanus
26 May 2026
sangat membantu
Balas
.1