Atasi Tumor, Perbaiki Pola Hidup

Dirilis

14 Maret 2022

Penulis

Shaina Nabila

Narasumber

Elliet Rosalin

Pekerjaan

IRT dan Wiraswasta

Elliet Rosalin atau yang biasa dipanggil Tante Elliet oleh teman-temannya adalah seorang penyintas tumor di atas selaput otak dengan grade 2. Walaupun tumor ini termasuk kategori tumor jinak, tumor ini sudah masuk ke grade 2 yang artinya ada kemungkinan untuk tumbuh kembali. 

Baca Juga: 6 Makanan yang Mengandung Antioksidan untuk Melawan Radikal Bebas

 

Awalnya Hanya Sakit Kepala

Pada pertengahan tahun 2020, Elliet sering merasa sakit kepala, namun ia berpikir bahwa ini hanya sakit kepala biasa. Dan untuk menangani sakitnya ini ia hanya meminum obat sakit kepala yang biasa dijual bebas. 

Kemudian pada bulan Oktober 2020, Elliet merasa sakit kepala yang luar biasa kepalanya terasa seperti dicubit-cubit. Karena ini Elliet mulai memeriksakan diri ke rumah sakit. Dokter di rumah sakit hanya memberinya obat sakit kepala, dan saat obat tersebut habis Elliet harus balik lagi ke dokter untuk meminta obat lagi. 

Pada bulan November dan Desember 2020, sakit kepala Elliet terus menjadi-jadi. Dokter lalu memintanya rontgen dan CT scan, untuk melihat keadaan kepala Elliet. Namun, hasil dari tes itu masih belum menunjukan adanya tanda-tanda penyakit. Dokter akhirnya memintanya untuk melakukan MRI scan. Di saat-saat itu Elliet masih menganggap bahwa ini hanya sakit kepala biasa. Ia pikir bahwa selama masih ada obat andalan dari dokter ia tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit. 

Saat hasil scan MRI sudah keluar pun ia tetap tidak ingin ke dokter, dan ia masih melakukan hal-hal yang ia sukai seperti trekking, bersepeda, dan berolahraga lainnya. 

 

Berkat Dukungan Teman


Suatu saat Elliet berkumpul dengan teman-temannya, dan ada salah satu dari temannya berprofesi sebagai dokter, bernama Dokter Bram. Dokter Bram meminta untuk melihat hasil MRI dari Elliet. Setelah itu teman-teman Elliet membujuknya untuk segera pergi ke dokter. Karena dukungan dari teman-temannya ini akhirnya Elliet yang tadinya belum mau ke dokter untuk periksa lanjutan, pergi ke rumah sakit. Elliet datang ke rumah sakit keesokan harinya. 

Saat di rumah sakit, dokter langsung merujuk Elliet ke dokter saraf dan melarangnya untuk pulang. Dokter menyuruhnya untuk memberi tahu keluarga dan menyiapkan baju untuk dirawat di rumah sakit. Pada saat itu Elliet merasa takut dan bingung, ia tidak ingin menginap di rumah sakit.

“Pada saat itu hati saya masih bersikeras tidak mau dirawat. Saya berdoa agar saya tidak di operasi dan semoga saya tidak dapat kamar,” ujar Elliet, saat dilarang untuk pulang oleh dokter.
Pada malam itu semua kamar di rumah sakit penuh karena saat itu sedang ada first wave COVID-19 di Indonesia. Mau tidak mau dokter harus menyuruhnya untuk pulang dan memberikan obat untuk sakit kepalanya. Namun dokter berpesan jika obat habis dan sakit kepala itu muncul lagi segera datang dan masuk IGD.

Kemudian berjalanlah 6 hari, sampai di mana obat sakit kepala habis. Saat itu timbul sakit kepala yang luar biasa Elliet pikir ia akan mati di saat itu. Elliet pun langsung dibawa ke IGD oleh suaminya.

 

Malnutrisi Sampai Jalani Operasi

Elliet yang tadinya sangat takut kepalanya dibuka memilih untuk berani menjalani tindakan operasi. Keberanian ini timbul karena ia ingat muka anak-anak dan muka suaminya. Elliat berpikir nanti anak-anaknya akan bagaimana kalau ia terus sakit. Karena menurutnya jalan hidup anak-anaknya masih panjang dan Elliet lebih takut tidak bisa mendampingi anak-anaknya untuk ke depannya. 
Selain keluarga, teman-teman Elliet juga sangat mendukung dan membantunya di masa-masa sulit ini yang terus memotivasi ia untuk sembuh dan tidak patah semangat. 

Elliet harus menjalani tindakan operasi, tetapi operasi tidak bisa langsung dilakukan karena ia didiagnosis malnutrisi oleh ahli gizi rumah sakit. Elliet harus menjalani proses perbaikan gizi, dengan meningkatkan berat badan, persen lemak, hemoglobin darah, tekanan darah, dll untuk menjalani operasi. 

Elliet dengan tinggi badan 167 cm dan berat badan 54 kg memiliki perawakan yang kurus. Sebelumnya Elliet ini sangat takut kegemukan, ia sudah 8 tahun tidak makan nasi. Elliet takut sekali dengan karbohidrat dan masih ingin badan yang kurus seperti jari kelingking. Di usianya yang sudah menginjak 44 tahun ini, ia tidak makan karbohidrat dan berolahraga dua kali dalam sehari setiap harinya, paginya ia berolahraga 2 jam dan sorenya 3 jam. 

Elliet memang ingin kurus untuk kepuasan pribadinya. Menurutnya kurus merupakan suatu kebanggaan. Elliet sangat bermusuhan dengan karbohidrat, bahkan saat lebaran pun ia tidak pernah makan ketupat. Elliet juga tidak pernah makan gorengan, ia hanya memakan telor rebus, tahu kukus, dan dada ayam.

Elliet pernah memiliki persen lemak yang sangat kecil yaitu berada pada angka 13%, untuk perempuan persen lemak tubuh normal yaitu sekitar 20-30%. Karena perilaku ekstremnya, Elliet tidak menstruasi selama 2 tahun. Awalnya menstruasinya semakin sedikit lalu berkurang menjadi setiap 3 bulan dan pada bulan November tahun 2019 ia berhenti menstruasi. Menstruasi Elliet datang kembali setelah ia melalui operasi tumor ini, setelah semuanya yang ada di tubuhnya dikembalikan pada keadaan yang sehat oleh dokter dan ahli gizi di rumah sakit.

“Saat saya dirawat di rumah sakit saya mendapatkan banyak sekali pengetahuan dan ilmu mengenai kesehatan yang sebenarnya. Saya baru sadar ternyata kebiasaan saya sebelumnya itu salah, saya sampai malnutrisi dan tidak menstruasi selama 2 tahun,” ujarnya. 

Setelah menjalani operasi ini Elliet tetap harus menjalani terapi radiasi, karena tumor yang ia miliki adalah tumor grade 2, yang memiliki kemungkinan untuk tumbuh lagi. 

“Kejadian ini semua benar-benar mukjizat dari Allah, saya merasa saya telah diberikan kesempatan hidup untuk kedua kalinya,” ujar Elliet. 

 

Perbaiki Pola Hidup


Karena kejadian ini, Elliet baru menyadari makna yang sebenarnya dari sehat. Sehat itu tidaklah berlebihan, makanan yang sehat bukanlah tidak makan karbohidrat dan lemak, tetapi mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup. Tubuh juga memerlukan gula, nasi, dan lemak untuk berjalannya metabolisme yang baik.  

Kejadian ini memberikan pelajaran paling bermakna dalam hidup Elliet yaitu untuk menyayangi diri sendiri. Cara untuk menyayangi diri sendiri adalah dengan menjaga kesehatan pikiran, tubuh, dan jiwa. Makan makanan yang variatif dan sesuai kebutuhan, berolahraga pun sesuai dengan kebutuhan dan usia, melakukan apa pun yang membuat Anda merasa gembira, berteman dengan orang-orang yang akan memberikan dampak yang positif kepada kita dan selalu berpikiran positif terhadap apapun yang terjadi. Terakhir, perlu diingat bahwa semua yang berlebihan itu tidak baik.


Punya pertanyaan lebih lanjut? Segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Penilaian :

5.0

4 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS