Informasi Artikel

Dirilis

10 September 2026

Penulis Artikel

Franchisepedia


Pengusaha

Keyshia Valgriselie

Jenis Usaha

Franchisee Bingxue

Tag

Ingin memulai bisnis tetapi masih ragu karena belum memiliki pengalaman? Keyshia Valgriselie pernah berada di posisi yang sama. Berawal dari seorang akuntan yang sehari-hari bekerja sambil membantu usaha keluarga, ia memberanikan diri mengambil lisensi kemitraan Bingxue pada 2023. Keputusan tersebut menjadi langkah awalnya terjun ke dunia franchise F&B.

Kini, gerai Bingxue miliknya yang berlokasi di Poris, Tangerang, mampu mencatat omzet sekitar Rp5–6 juta per hari pada hari kerja dan mencapai Rp8–10 juta per hari saat akhir pekan.

 

Awal Ketertarikan pada Bisnis Franchise Bingxue

Ketertarikan Keyshia terhadap Bingxue bermula dari pengamatannya terhadap pertumbuhan brand tersebut yang sangat pesat.

“Saya melihat perkembangan brand Bingxue yang sangat cepat dan memiliki konsep bisnis yang menarik serta diminati banyak orang,” ujarnya.

Selain melihat potensi pasar yang besar, Keyshia juga menginginkan bisnis yang telah memiliki sistem operasional yang jelas dan teruji.

“Saya ingin memiliki usaha yang stabil, berkembang, dan memiliki sistem bisnis yang sudah tepercaya,” tambahnya.

Sebelum bergabung dengan Bingxue, Keyshia pernah mencoba menjalankan usaha kecil secara online. Namun, bisnis tersebut belum berkembang secara maksimal. Dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga pada pemilihan lokasi dan pemahaman target pasar.

Menurutnya, dukungan dari brand besar dengan sistem manajemen yang terstruktur menjadi faktor penting bagi pebisnis pemula yang ingin meminimalkan risiko saat memulai usaha.

 

Belajar Menjalankan Bisnis Franchise dari Nol

Bingxue merupakan bisnis franchise pertama yang dijalankan Keyshia. Untuk memahami model bisnis ini, ia banyak belajar dari kerabat yang telah lebih dulu menjalankan usaha franchise di bidang F&B.

“Awalnya saya belajar dari kerabat saya yang juga membuka franchise F&B, lalu akhirnya saya memilih Bingxue untuk bisnis franchise pertama saya,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk memahami operasional bisnis sehari-hari, ia mengikuti pelatihan yang disediakan oleh pihak franchisor.

“Untuk keterampilan lainnya seperti SOP dan operasional, saya belajar langsung dari training dan sistem yang diberikan oleh tim Bingxue,” jelasnya.
 
 

Persiapan Membuka Gerai: Riset Lokasi hingga Perencanaan Modal

Sebelum membuka gerainya pada 2023, Keyshia melakukan berbagai persiapan secara matang. Ia mempelajari konsep bisnis Bingxue, melakukan survei lokasi, menganalisis target pasar, hingga memperkirakan potensi penjualan di area yang dipilih.

“Sebelum memulai, saya mempelajari konsep franchise Bingxue, lokasi usaha, target pasar sekitar lokasi, hingga potensi penjualan di daerah yang saya pilih,” ujarnya.

Gerainya akhirnya dibuka di kawasan Poris, Tangerang, dengan target pasar utama pelajar, mahasiswa, dan keluarga.

Untuk modal awal, Keyshia menginvestasikan dana sekitar Rp200–300 juta di luar biaya sewa lokasi, renovasi, dan aktivitas promosi. Modal tersebut berasal dari tabungan pribadi serta dukungan keluarga.

Dari sisi operasional, seluruh bahan baku, mesin, dan peralatan disuplai langsung oleh Bingxue guna menjaga standar kualitas produk.

“Bahan baku, peralatan, mesin, dan alat lainnya berasal dari Bingxue langsung agar semua produk terjamin kualitasnya,” jelasnya.

 

Strategi Awal Saat Memulai Operasional

Setelah lokasi siap dan proses renovasi selesai, Keyshia mulai merekrut karyawan dan mengikuti pelatihan bersama tim pusat Bingxue.

Untuk memperkenalkan gerainya kepada masyarakat sekitar, ia menjalankan berbagai aktivitas promosi, antara lain:

  • Promosi soft opening dan grand opening melalui media sosial.
  • Pembagian flyer dan brosur di sekitar lokasi.
  • Promo khusus pembukaan gerai.
  • Penawaran khusus bagi warga sekitar.
  • Aktivasi promosi digital secara rutin.

Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk membangun awareness sekaligus menarik pelanggan pertama.

 

Tantangan Awal: Menjalankan SOP dan Menarik Pelanggan

Di masa awal operasional, tantangan terbesar yang dihadapi Keyshia adalah memastikan seluruh karyawan mampu menerapkan hasil pelatihan dan menjalankan operasional sesuai standar.

“Tantangan terbesar di awal adalah memastikan SDM mempelajari training dengan baik dan dapat diterapkan di store, menjalankan operasional sesuai SOP, serta membuat pelanggan nyaman dan menjadi pelanggan tetap,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menghadapi kesulitan dalam pemasaran.

“Awalnya saya kurang paham cara menarik pelanggan baru dan hanya mengandalkan pelanggan yang lewat saja,” akunya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Keyshia mulai memanfaatkan media sosial secara lebih aktif, memasang banner di depan gerai, serta menjalankan berbagai program promosi. Perlahan, jumlah pelanggan pun mulai meningkat.

 

Omzet Mencapai Rp10 Juta per Hari dan Proyeksi Balik Modal

Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, performa bisnis Keyshia menunjukkan perkembangan yang positif.

Saat ini, gerainya mampu menghasilkan omzet sekitar:

  • Rp5–6 juta per hari pada hari kerja.
  • Rp8–10 juta per hari pada akhir pekan.

Meski angka tersebut dapat berubah tergantung kondisi pasar, performa bisnisnya masih berada dalam jalur yang sesuai dengan target awal.

Untuk mencapai titik balik modal (BEP), Keyshia memperkirakan waktu sekitar 8–12 bulan.

Menurutnya, beberapa faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan usaha antara lain dukungan keluarga, pemanfaatan teknologi, pelatihan dari franchisor, serta dukungan promosi dari brand.

“Support promosi dari brand yang semakin hari semakin baik juga membantu meningkatkan traffic,” ujarnya.

 

Fokus Membangun Pengalaman Pelanggan dan Citra Brand

Seiring berjalannya waktu, Keyshia menyadari bahwa keberhasilan bisnis kuliner tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga pengalaman pelanggan.
Awalnya, ia hanya mengandalkan lokasi strategis dan kekuatan brand Bingxue. Namun kemudian ia memahami bahwa loyalitas pelanggan terbentuk dari pengalaman yang mereka rasakan setiap kali berkunjung.

“Pelanggan setia itu terbentuk dari pengalaman dan kesan, bukan sekadar produk,” jelasnya.

Karena itu, ia mulai memberikan perhatian lebih pada berbagai aspek operasional, seperti:

  • Kebersihan gerai.
  • Keramahan pelayanan.
  • Konsistensi kualitas produk.
  • Kenyamanan suasana store.

Di sisi pemasaran, ia juga aktif membangun kehadiran digital melalui media sosial. Konten yang dibagikan tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga suasana gerai, proses penyajian, dan interaksi pelanggan.

“Di bisnis kuliner, brand yang kuat adalah aset jangka panjang. Produk bisa ditiru, tapi pengalaman dan kepercayaan pelanggan tidak bisa,” tegasnya.

 

Menjaga Konsistensi Pelayanan dan Kesehatan Keuangan

Saat ini, tantangan terbesar yang dihadapi Keyshia adalah menjaga kualitas pelayanan agar tetap konsisten di tengah perubahan tren dan persaingan pasar.

“Saya ingin setiap pelanggan yang datang selalu mendapat pengalaman yang konsisten dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia juga terus berupaya mempertahankan pelanggan tetap, meningkatkan penjualan melalui platform online seperti GoFood dan ShopeeFood, serta menjaga kenyamanan suasana gerai.

Untuk mendukung operasional, Keyshia memanfaatkan aplikasi kasir digital yang membantu pencatatan transaksi, pengelolaan stok, serta pemantauan laporan penjualan secara real-time.

Dari sisi keuangan, ia rutin memonitor arus kas, mengontrol stok bahan baku agar tidak terbuang, dan menyiapkan dana cadangan untuk kebutuhan tak terduga seperti perawatan peralatan maupun perbaikan fasilitas.

 

Rencana Pengembangan Bisnis ke Depan

Ke depan, Keyshia berencana memperkuat pemasaran digital agar jangkauan brand semakin luas dan mampu menarik lebih banyak pelanggan.

Dalam jangka panjang, ia juga memiliki target untuk membuka gerai tambahan di lokasi-lokasi strategis lainnya.

Bagi calon mitra yang tertarik bergabung dengan Bingxue, Keyshia menyarankan untuk mengikuti seluruh prosedur dan ketentuan resmi yang ditetapkan oleh pihak pusat Bingxue Indonesia.

 

Pesan untuk Calon Pengusaha Pemula

Menutup kisahnya, Keyshia memberikan pesan bagi siapa saja yang masih ragu memulai bisnis karena merasa belum memiliki pengalaman.

“Jangan takut untuk memulai, meskipun belum memiliki pengalaman bisnis yang besar. Yang terpenting adalah mau belajar, konsisten, dan berani mencoba.”

Menurutnya, riset yang matang dan sikap pantang menyerah merupakan modal penting dalam membangun usaha.

“Setiap proses dalam bisnis adalah pengalaman yang bisa menjadi pembelajaran untuk berkembang lebih baik lagi.”

Kisah Keyshia membuktikan bahwa pengalaman bukanlah syarat utama untuk memulai bisnis. Dengan kemauan belajar, dukungan sistem yang tepat, dan konsistensi dalam menjalankan usaha, peluang untuk berkembang tetap terbuka lebar.

Tertarik mengikuti jejak Keyshia bermitra dengan Bingxue? Daftar di sini.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan Pakar Waralaba di Fitur Tanya Ahli untuk mendukung rencana kemitraan Anda. Baca kisah sukses pengusaha inspiratif lainnya di Daya.id. Yuk daftar dan kunjungi Daya.id sekarang juga!

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

Berbagai cerita sukses member Daya lainnya

4.9
Utang Kamaludin

Belajar dari Pengalaman, Mantan Kuli Ini Sukses Bisnis Jual Beli Ikan

23 Juli 2019

4.9
Yantje Wongso

Menyulap Depo Air Minum Menjadi Bisnis Franchise Bertaraf Internasional

26 Desember 2019

4.9
Ahmad Mustofa

Meraup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Depo Air Minum Isi Ulang

09 September 2022

4.9
Yudi Mintoro Sumali

Niat Dukung Pendidikan di Indonesia, Jadi Sukses di Bisnis Robotika

31 Desember 2021

Berikan Pendapat Anda