Niat Dukung Pendidikan di Indonesia, Jadi Sukses di Bisnis Robotika

Dirilis

31 Desember 2021

Penulis

Majalah Franchise Indonesia, Mitra Strategis Program Daya Sejak 2014

Pengusaha

Yudi Mintoro Sumali

Jenis Usaha

Pemilik Bisnis Pendidikan Informal "Robotics"

Memiliki background pendidikan di bidang IT Programmer, Yudi Mintoro Sumali yakin untuk membuka bisnis pendidikan Robotics. 15 tahun telah terlewati, dan bisnis ini masih tetap eksis dan bertahan di industri franchise, lho. Hebat ya!

 

Keinginan Untuk Mendukung Pendidikan Di Indonesia

Didasari keinginan yang kuat untuk membantu sekolah formal di Indonesia agar tidak kalah dengan luar negeri, Yudi Mintoro Sumali terpikir untuk merintis bisnis di bidang robotika. Harapannya, apa yang ia bangun kelak akan memberikan manfaat bagi anak-anak di Indonesia. Tidak heran, karena Yudi sendiri memiliki latar belakang pendidikan yang tidak jauh dari bidang robotika yaitu IT Programmer sehingga membuatnya mudah beradaptasi dan mempersiapkan bisnis pendidikan dibidang ini. 

Hal pertama yang Yudi lakukan adalah mendatangi beberapa sekolah ternama untuk memasarkan pelatihan yang ia buat. “Respon dari sekolah sangat positif, sehingga membuat saya yakin bahwa bisnis ini punya prospek yang bagus,” ujarnya. Ia memperkenalkan robotika sebagai pendidikan yang dapat mengasah keterampilan dan kemampuan anak-anak dalam menghadapi permasalahan di masa mendatang. 

“Lewat robotika anak-anak akan mengasah kemampuan motorik, berpikir logis, berlatih menjadi problem solver dan memiliki kepercayaan diri untuk bisa bekerja baik itu secara individu maupun di tim. Inilah yang menjadi alasan saya memulai bisnis pendidikan informal kursus robotika,” ucap Yudi. Di samping itu, ia juga melengkapi dirinya secara matang dengan mengikuti berbagai pelatihan, seminar, dan workshop agar bisnis ini semakin sempurna. Benar saja, bisnis yang dirintisnya kini terus berkembang dan tetap eksis meski sudah melewati satu dekade. 

 

Berawal dari Ruko, Hingga Memiliki 42 Center di Indonesia

Untuk memulai bisnis pendidikan robotika yang diberi nama Robotics ini, Yudi memerlukan Rp200 juta sebagai modal awal. Dengan ruko 1 lantai di kawasan Kelapa Gading, ia merasa bahwa ini merupakan garis start yang cukup bagus. 

 “Saya merasa yakin bahwa lokasi itu penting. Selain itu dalam berbisnis jasa seperti ini, kita haruslah mengutamakan kualitas dan pelayanan yang bagus agar masyarakat bisa puas dan mempercayakan anak-anaknya kepada kami” jelasnya.

Menurut Yudi, karena bisnisnya berbentuk jasa, maka analisa perhitungan biayanya pun lebih mudah karena memiliki tingkat risiko kerugian lebih kecil dibandingkan bisnis barang. Ia mengharapkan, selain memberikan keuntungan penjualan minimal 30%, bisnis pendidikan ini juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan sekitarnya.

Sampai saat ini, Robotics sudah memiliki 42 center di seluruh Indonesia. Dari Jabodetabek, Riau, Sumatera, Bali, Jawa, Kalimantan, bahkan Sulawesi. Kedepannya ia berharap dapat memiliki center di Papua. Tidak tanggung-tanggung, omzet dari bisnis ini pun tergolong tinggi yaitu berkisar Rp40 juta sampai Rp150 juta per bulannya. Terlebih, ia memiliki jumlah murid aktif mulai dari 50 murid hingga 250 murid per center dalam 1 bulan. Yudi mengatakan bahwa setiap daerah training centre memiliki pencapaian BEP yang berbeda. Ada yang bisa mencapai sebelum 2 tahun, ada juga yang memelukan waktu sedikit lama lagi.

 

Sistem Administrasi Online yang Memudahkan dan Memberikan Kepuasan Kepada Pelanggan

Yudi mengakui, kemudahaan mengakses sistem menjadi salah satu faktor pendukung kesuksesan dari Robotics. Dengan mengintegrasi sistem administrasi secara online melalui program web based, pelanggan dapat melakukan transaksi secara online yang dapat di akses kapan saja dan dimana saja. 

“Jadi semua database kami bisa diakses langsung lewat jalur internet, sistem hosting. Membangun relasi dengan media sosial juga sangatlah efektif kami jalankan, selain lewat komunikasi langsung kepada customer,” jelasnya.  

Sistem Administrasi Online yang Memudahkan dan Memberikan Kepuasan Kepada Pelanggan

Perkembangan Robotics saat ini juga semakin baik, mengingat demand dalam 3 tahun terakhir cukup besar. “Ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi di bidang pendidikan khususnya di bidang otomasi, robot, coding dan bidang-bidang lain yang berkaitan dengan usaha kami. Kami optimis di 10 tahun mendatang, usaha ini akan mampu berkembang lebih baik lagi,” ujarnya optimis.

Untuk memasarkan bisnis pendidikannya, Yudi melakukan marketing dan branding yang berkelanjutan lewat berbagai media. “Yang kami utamakan di sini adalah bagaimana customer bisa puas dan mendapat benefit yang maksimal dalam pendidikan yang kami ajarkan,” tuturnya.  
 
Meskipun digital marketing sedang marak, namun menurut Yudi hasil dari pemasaran melalui media tidak sebagus jika dilakukan dari mulut ke mulut. Sehingga marketing yang dilakukan saat ini dimulai dari customer sendiri, karena ia percaya faktor internal memberikan pengaruh yang besar dalam tombak kesuksesan bisnis ini.

 

Tantangan di Dunia Pendidikan dan Teknologi Bergerak Dengan Sangat Cepat

Bisnis pendidikan robotika ini sendiri memiliki sejarah yang sangat panjang sebelum dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya sosialisasi yang cukup banyak kepada masyarakat sehingga mereka dapat melihat bahwa bisnis ini sangat diperlukan di generasi sekarang.

Jika dulu saat Yudi memulai bisnis pendidikan ini ia tidak memiliki banyak pesaing bisnis, maka berbeda dengan jaman sekarang yang justru persaingannya cukup ketat. 

Selain itu, salah satu yang menjadi kendala adalah walaupun masyarakat sudah mulai melek informasi tentang pendidikan robotika, tapi tidak semua orang menganggap penting belajar di bidang ini. “Ini soal waktu saja. Terbukti sekarang pelajaran coding menjadi salah satu pelajaran yang wajib diajarkan ke anak-anak milenial, padahal kami sudah melakukannya sejak beberapa tahun yang lalu,” jelasnya. 

Tantangan di Dunia Pendidikan dan Teknologi Bergerak Dengan Sangat Cepat

Nah, ketika minat masyarakat untuk belajar robotika semakin besar, kendala lain yang dihadapi justru susahnya mencari Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi pengajaran. 

“Karena usaha ini sangat bergantung kepada kompetensi mengajar ke anak-anak, maka kebutuhan SDM yang mumpuni menjadi salah satu penghambat jika kita tidak mendapatkannya. Terlebih untuk daerah yang belum memiliki jurusan mendukung bidang ini,” ucapnya. Selain SDM yang memiliki kompetensi pengajaran, SDM di bagian research and development juga sangat diperlukan untuk membangun inovasi-inovasi baru dalam memperluas bisnis ini.

“Untuk itu tenaga kerja yang kompeten memang menjadi suatu kendala klasik yang kami alami. Tapi sejauh ini masih bisa diatasi dengan mengembangkan training-training untuk mereka,” sambung pria yang hobi membaca dan traveling ini. 
 
Tantangan lainnya adalah tools penunjang bisnis ini. Yudi mendapat tools penunjang bisnisnya dari distributor yang ada di Indonesia. “Jadi tidak melalui proses produksi. Terkadang ada masalah keterlambatan barang masuk ke distributor ketika di awal bisnis, tapi itu tidak sering terjadi,” ucapnya dengan santai. Sampai saat ini, ia tidak pernah memodifikasi toolsnya. Ia hanya meng-improve materi pembelajaran dan metode pengajaran. Hal ini dikarenakan metode pendidikan dan materi dia memerlukan kreatifitas agar pelanggan tidak merasa bosan.

“Meskipun di dalam perjalanannya tidak berjalan mulus, tapi tantangan demi tantangan bisa kami hadapi sampai tahun yang ke-15 di tahun 2021 ini,” ujarnya.

 

Harapan dan Tips untuk Peminat Bisnis Pendidikan 

Kedepannya Yudi memiliki rencana untuk melebarkan bisnisnya ke daerah dan kota-kota lainnya yang memerlukan pendidikan robotika. “Target kami dalam setahun bisa membuka 10 training centre,” ujarnya semangat.

Dalam mengelola bisnisnya, Yudi mengatakan tidak memiliki tips khusus. Menurutnya, dalam menggeluti suatu usaha harus dikerjakan dengan penuh semangat dan passion. “Sekalipun tantangan di depan cukup berat, tapi karena kita memiliki modal utamanya yaitu passion, maka rintangan berat apapun akan mampu kita hadapi. Jangan menjalankan usaha karena hanya mengejar profit saja. Lakukan dengan hati agar hasilnya maksimal dan dapat membantu semua” pungkasnya.   


Yudi Mintoro Sumali adalah salah satu pebisnis yang sukses membangun bisnis pendidikan. Anda tertarik mengikuti jejaknya? Konsultasikan dengan business coach di Daya.id agar usaha yang Anda jalankan semakin matang dan sukses.

Untuk kisah sukses pengusaha inspiratif lainnya, bisa Anda baca di Daya.id. Yuk daftar dan kunjungi Daya.id sekarang juga!

Penilaian :

5.0

45 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS