Korban Bencana Ini Sukses Kembali Merintis Usaha

Dirilis

01 Oktober 2018

Penulis

Tim penulis Daya Tumbuh Usaha

Pengusaha

Diding Prayitno

Jenis Usaha

Bengkel Motor

Usahanya yang sedang berkembang, terpaksa tutup karena terkena dampak bencana lumpur panas. Tapi itu bukan menjadi penghalang bagi Diding Prayitno. Dia mencoba bangkit lagi, dengan terus berusaha memberi yang terbaik bagi pelanggan. Hasilnya?

Diding memulai usaha jual oli dan ban di Pasuruan, Jawa Timur pada tahun 2003. Kemudian ia memutuskan untuk pindah merintis usaha bengkel motor di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasi bengkel yang strategis, dekat perumahan yang ramai, membuat usaha bengkel motornya berkembang perlahan tapi pasti. Sayangnya, usaha tersebut hanya bertahan satu tahun. Bengkel Motor Diding terendam lumpur panas dampak proyek Lapindo Brantas Inc., pada tahun 2006, dengan kerugian mencapai Rp1,4 milyar. Bencana tersebut membawa Diding beserta keluarga untuk pindah ke lokasi baru di Jalan Raya Jati Sidoarjo, Jawa Timur.

Dengan bekal pengalaman merintis usaha bengkel di Tanggulangin, Diding memberanikan diri untuk memulai kembali usaha bengkel motornya dari nol. Dua belas truk digunakan untuk mengangkut barang-barangnya ke lokasi bengkel yang baru. Lokasi yang mendekati jalan tol, menjadikan bengkel ini selalu dilewati orang baik dari Sidoarjo maupun Surabaya. Hal ini membuat Diding tidak terlalu memusingkan strategi pemasaran Bengkel Tas Motor. Bengkel Tas Motor yang dirintis sejak tahun 2006 itu pun kini telah menjadi bengkel spareparts motor yang lengkap, harga murah, dan kualitas premium. 

Unggul Di Sisi Harga, Kualitas Terjaga
Keunggulan Bengkel Tas Motor terletak pada kualitas pelayanan, kelengkapan barang dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Diding menyediakan tiga jenis kualitas barang yaitu original (Ori), sedang, dan biasa. Terkadang beberapa pelanggan justru meragukan kualitas barang yang dijual oleh Diding. Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Beneran ori nih, Pak?”, “Kok murah sih, jangan-jangan palsu ya?”, sering terlontar dari pelanggan baru yang tidak percaya dengan harga yang diberikan oleh Diding. Maka itu, terkadang ia mematok margin harga barang original lebih tinggi karena pelanggan justru tidak percaya jika dikenakan harga murah. “Harga harus tetap bersaing dengan rajin memantau harga bengkel lain”, ujar Diding. 

Selain itu, Bengkel Tas Motor selalu buka setiap hari. Bahkan pada hari raya Idul Fitri pun, bengkel ini tetap buka mulai dari siang hari. Tak heran jika Diding dijuluki “Si Pemburu Dollar” oleh warga sekitar. Diding tidak pernah menolak pelanggan yang datang ke bengkelnya. Bagi Diding setiap pelanggan yang datang merupakan rezeki yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Keunggulan lainnya yang diberikan oleh Diding yaitu pelayanan yang diberikan selalu tepat waktu, sesuai yang telah dijanjikan kepada pelanggan. Selain itu, Diding juga memberikan jasa garansi selama 2 minggu sejak pengerjaan dan memberikan jasa gratis jika terdapat pelayanan yang belum sesuai dengan kemauan pelanggan. Selain itu, ia juga menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Menurut Diding, kepercayaan pelanggan adalah nomor satu sehingga harus selalu dijaga. 

Menjaga Hubungan Dengan Karyawan & Supplier
Memberikan kepercayaan kepada karyawan juga menjadi salah satu strategi yang diterapkan oleh Diding kepada keempat karyawannya. Diding memberikan kepercayaan penuh kepada karyawan lama untuk menentukan karyawan baru yang akan masuk. Menurut Diding, jika karyawannya tidak sreg dengan rekan kerjanya akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Oleh karena itu, ia selalu meminta pendapat karyawan lama saat akan menambah karyawan baru di Bengkel Tas Motor.

Selain karyawan, supplier juga menjadi aktor penting dalam mendukung usaha Bengkel Tas Motor. Sejak pertama kali buka, beberapa supplier besar datang langsung ke bengkel dengan sendirinya tanpa harus mencari. Saat ini mekanisme pemesanan barang ke supplier dilakukan hanya dengan melalui SMS/ telepon, yang kemudian akan langsung dikirimkan ke bengkel sekitar satu hingga tiga hari. Sedangkan sistem pembayaran kepada supplier dibayarkan per minggu dengan metode angsuran. Diding selalu berusaha menjaga kepercayaan supplier dengan membayar tepat waktu.


Mimpi Si “Pemburu Dollar”
Menurut Diding, hasil dari usaha bengkel motornya saat ini dirasakan sudah lebih dari cukup, ia pun mampu menyekolahkan kedua anaknya. “Wong bejo ora ono gurune,” ujar Diding. Pencapaian Diding saat ini tidak luput dari keberuntungan dan doa orang tua. 

Sama seperti kebanyakan orang, Diding memiliki mimpi-mimpi yang ingin diraih. Diding sempat membuka cabang bengkel motor di Wonoayu. Namun, usaha tersebut tidak dapat dilanjutkan dikarenakan belum adanya tenaga kerja yang dapat dipercaya untuk mengelola cabang bengkel tersebut. Harapan ke depan, cabang Bengkel Tas Motor dapat terealisasi. Rencananya, putra pertama yang kini masih bersekolah di bangku SMK, setelah lulus dapat mewujudkan mimpinya untuk mengembangkan cabang Bengkel Tas Motor agar Diding dan istri bisa merambah ke usaha lain.

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS