Dari Bisnis Rumahan Jadi Bisnis yang Menggurita

Dirilis

24 Desember 2018

Penulis

Tim Penulis Daya Tumbuh Usaha

Pengusaha

Tohirin

Jenis Usaha

Pempek Finfin

Memiliki istri yang berlatar belakang keluarga pedagang pempek di Palembang, ternyata membuka pintu rezeki bagi Tohirin, mantan karyawan salah satu bank di Jakarta. Tohirin tergelitik melihat antusiasme warga ibukota yang rela membeli pempek langsung dari Palembang, tidak peduli ongkos kirim yang mahal. Dari sinilah muncul ide usaha untuk membuat produk pempek Palembang di Jakarta, supaya warga Jakarta bisa mendapatkan pempek lezat tanpa harus memesan dari seberang pulau.

Di tahun 2010, berbekal tangan dingin sang istri, Finna, pasangan ini menciptakan merek Pempek Finfin (terinspirasi dari nama panggilan Finna). Waktu itu, Tohirin dan Finna masih sama-sama bekerja, menyisihkan sekitar sepertiga dari gaji bulanan mereka sebagai modal usaha yang terus diputarkan. 

Pempek Finfin memiliki ciri khas sebagai pempek rumahan yang higienis. Tidak menggunakan pengawet, MSG, dan pemutih merupakan karakteristik Pempek Finfin. Ditambah cuko (kuah pempek) khas yang kental dan pedas, mirip cuko asli Palembang. Tohirin sendiri melakukan riset dan benchmarking langsung ke Palembang, menyambangi salah satu penjual pempek rumahan di kota tersebut yang sangat ramai dikunjungi pembeli. 

Strategi Pemasaran Pempek Finfin

Awalnya Tohirin memasarkan pempek Finfin ke rekan kerja, kerabat, dan berdagang di bazar. Pendapatannya biasanya berkisar antara Rp1juta – 2juta saja. Oleh karena itu, hingga tahun 2017, Tohirin masih melakoni kariernya di bank dan menjadikan pempek Finfin sebagai penghasilan sampingan. 

Namun, di tahun 2017, Tohirin membuat sebuah terobosan dalam area distribusi dan pemasaran. Jika sebelumnya, ia membagi tugas hanya berdua dengan sang istri – Finna bertanggung jawab atas produksi dan Tohirin di bidang pemasaran – maka sejak tahun lalu, ia pun pensiun dini dari BTPN lalu membuat sistem kemitraan untuk memperluas area penjualan sekaligus menjadikan para mitra sebagai “kaki-kaki” pemasar.

Kini, Pempek Finfin memiliki 25 mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada 2 paket kemitraan yang ditawarkan, yaitu paket Rp5.000.000 dan Rp20.000.000. Perbedaan keduanya terletak pada fasilitas keleluasaan belajar membuat pempek sendiri untuk paket Rp20.000.000 dan bebas ongkir pengiriman pempek dari kantor pusat di Jakarta. Selain itu, Tohirin juga mengeluarkan merek pempek beku Alicia, sebagai produk pempek yang rasanya lebih gurih. 

Pempek Alicia dijual dengan menggunakan sistem pemasaran stockist-reseller, berbeda dengan Pempek Finfin yang memakai direct selling sistem kemitraan. Ada 10 stockist dan 110 reseller kini siap memasarkan Pempek Alicia di seluruh penjuru tanah air. Setiap bulan, Tohirin dapat meraup omzet total hingga Rp200.000.000. 

Secara rutin, Tohirin yang sangat terinspirasi oleh pemasar dan pelatih bisnis, Dewa Eka Prayoga, memberikan pelatihan kepada mitra, stockist, reseller, bahkan untuk umum. Latar belakangnya sebagai trainer perbankan, memberikan banyak wawasan dan memoles keterampilannya dalam mengarahkan para mitra bisnis. Tohirin juga menggandeng beberapa vendor untuk berbagi kisah sukses sekaligus menggunakan jasa mereka, sebut saja GO-FOOD dan usaha ekspedisi kilat, Paxel. 

Pemasaran digital menggunakan media sosial merupakan ujung tombak strategi pemasaran Pempek Finfin. Masing-masing mitra pun bebas membuat akun media sosial mereka sendiri. Pempek Finfin juga menggunakan jasa influencer akun rekomendasi kuliner sebagai cara memperluas jangkauan promosi. Untuk keperluan branding, Pempek Finfin masih menghadiri bazar, khususnya bazar kedutaan asing. Tidak heran, Pempek Finfin mulai dikenal oleh ekspatriat dan beberapa membawanya ke negara asal, seperti Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Hongkong, dan Afrika Selatan. 

Pempek Finfin dibandrol harga terjangkau sebesar Rp7.000 untuk pempek kecil dan Rp. 20.000 untuk pempek besar. Tidak cuma pempek, ada pula menu khas Palembang lainnya seperti tekwan, cakalang suwir, dan kue-kue khas Palembang. Sebagai pencuci mulut, tersedia menu salad buah nan segar. Total ada delapan produk yang dimiliki oleh Tohirin, meskipun baru Pempek Finfin saja yang resmi terdaftar hak intelektualnya. Untuk produksi, Finna masih memegang pimpinan dan pengawasan, dibantu oleh lima orang pegawai. Tohirin mengaku, untuk menjaga kualitas produk, ia memilih tepung, ikan, bahkan gula cuko khusus, guna mempertahankan cita rasa khas Palembang.

Empat kiat sukses yang dijalani Tohirin sehingga bisnisnya bisa tumbuh dan berkembang adalah fokus mengembangkan produk, jeli menangkap celah, peluang, dan permintaan pasar, membangun jejaring dan kemitraan, serta mengoptimalkan media sosial untuk pemasaran. Terselip pula rencana untuk menambah varian produk dan menambah jumlah reseller hingga seribu orang setidaknya sampai tiga tahun ke depan. Tohirin pun mengamini, pintu rezeki yang terbuka untuk dirinya, juga membuka berkah bagi orang lain dan tujuan mulia ini yang ingin terus ia lanjutkan melalui bisnis Pempek Finfin yang kian menggurita. 



 

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS